Permulaan Penciptaan Makhluq
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3015
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا مَاتَ إِبْرَاهِيمُ قَالَ إِنَّ لَهُ مُرْضِعًا فِي الْجَنَّةِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Hajjaj bin Minhal} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} berkata {‘Adiy bin Tsabit} telah mengabarkan kepadaku berkata aku mendengar {Al Bara’ ra.} dari Nabi saw. bersabda: Ketika Ibrahim as. (putra Nabi saw.) meninggal dunia, Rasulullah saw. bersabda: “Baginya akan ada yang menyusuinya di surga”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3016
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah} berkata telah bercerita kepadaku {Malik bin Anas} dari {Shafwan bin Sulaim} dari {‘Atah’ bin Yasar} dari {Abu Sa’id Al Khudriy ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Penghuni surga memandang penghuni kamar-kamar dari atas mereka sebagaimana mereka memandang bintang kejora yang terbit di ufuk timur atau barat disebabkan keutamaan di antara mereka”. Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat tinggal para Nabi yang tidak akan dimasuki oleh orang selain mereka?. Beliau bersabda: “Benar, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, (tetapi juga menjadi tempat tingal) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3017
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Sa’id bin Abu Maryam} telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Mutharrif} berkata telah bercerita kepadaku {Abu Hazim} dari {Sahal bin Sa’ad ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Di surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan pintu ar-Rayyan yang tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3018
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُهَاجِرٍ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ أَبْرِدْ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدْ حَتَّى فَاءَ الْفَيْءُ يَعْنِي لِلتُّلُولِ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Walid} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Muhajir Abu Al Hasan} berkata aku mendengar {Zaid bin Wahb} berkata aku mendengar {Abu Dzarr ra.} berkata “Pernah dalam suatu perjalanan Nabi saw. berkata: “Tundalah (shalat) “. Kemudian Beliau berkata lagi: “Tundalah, hingga kita melihat bayang-bayang bukit”. Kemudian Beliau bersabda: “Tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3019
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَكْوَانَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Dzakwan} dari {Abu Sa’id ra.} berkata Nabi saw. bersabda: “Tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3020
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَكَتْ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الزَّمْهَرِيرِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhriy} berkata telah bercerita kepadaku {Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman} bahwa dia mendengar {Abu Hurairah ra.} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata “Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling memakan satu sama lain”. Maka neraka diizinkan untuk berhembus dua kali. Satu kali pada saat musim dingin dan satu kali lagi pada saat musim panas. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan api neraka dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari zamharir (hawa dingin) jahannam”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3021
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ هُوَ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ الضُّبَعِيِّ قَالَ كُنْتُ أُجَالِسُ ابْنَ عَبَّاسٍبِمَكَّةَ فَأَخَذَتْنِي الْحُمَّى فَقَالَ أَبْرِدْهَا عَنْكَ بِمَاءِ زَمْزَمَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ أَوْ قَالَ بِمَاءِ زَمْزَمَ شَكَّ هَمَّامٌ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {‘Abdullah bin Muhammad} telah bercerita kepada kami {Abu ‘Amir, dia adalahal-‘Aqadiy} telah bercerita kepada kami {Hammam} dari {Abu Jamrah adh-dhuba’iy} berkata “Aku pernah bermajelis dengan {Ibnu ‘Abbas} di Makkah kemudian aku terkena penyakit panas, maka dia berkata “Dinginkanlah penyakit itu dari kamu dengan mengunakan air zamzam karena Rasulullah saw. pernah bersabda: “Penyakit panas (demam) berasal dari hembusan api jahannam maka itu redakanlah dengan air”, atau Beliau bersabda: “Dengan air zamzam”. Dalam hal ini Hammam ragu.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3022
حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحُمَّى مِنْ فَوْرِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا عَنْكُمْ بِالْمَاءِ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {‘Amru bin ‘Abbas} telah bercerita kepada kami {‘Abdur Rahman} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {bapaknya} dari {‘Abayah bin Rifa’ah} berkata telah mengabarkan kepadaku {Rafi’ bin Khadij} berkata, aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka itu redakanlah dari kalian dengan air”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3023
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Malik bin Ibrahim} telah bercerita kepada kami {Zuhair} telah bercerita kepada kami {Hisyam} dari {‘Urwah} dari {‘Aisyah ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3024
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Musaddad} dari {Yahya} dari {‘Ubaidullah} berkata, telah bercerita kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar ra.ma} dari Nabi saw. bersabda: “Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air”.