Hewan Sembelihan
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4296
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحِيمِ وَهُوَ ابْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَ وَالْأُذُنَ وَأَنْ لَا نُضَحِّيَ بِمُقَابَلَةٍ وَلَا مُدَابَرَةٍ وَلَا بَتْرَاءَ وَلَا خَرْقَاءَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin Adam} dari {Abdur Rahim yaitu Ibnu Sulaiman} dari {Zakariya bin Abu Zaidah} dari {Abu Ishaq} dari {Syuraih bin An Nu’man} dari {Ali radliallahu ‘anhu}, ia berkata Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk memeriksa mata dan telinga serta tidak berkurban dengan hewan yang terpotong dari ujung telinganya dan dibiarkan tergantung, yang terpotong dari belakang telinganya dan dibiarkan tergantung, dan yang terpotong telinganya serta yang lubang telinganya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4297
أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَعْيَنَ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ وَكَانَ رَجُلَ صِدْقٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَ وَالْأُذُنَ وَأَنْ لَا نُضَحِّيَ بِعَوْرَاءَ وَلَا مُقَابَلَةٍ وَلَا مُدَابَرَةٍ وَلَا شَرْقَاءَ وَلَا خَرْقَاءَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Muhammad bin A’yan}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Syuraih bin An Nu’man}, telah berkata Abu Ishaq dan ia adalah orang yang jujur, dari {Ali radliallahu ‘anhu}, ia berkata Rasulullah saw. telah memerintahkan kami agar memperhatikan mata, dan telinga dan tidak berkurban dengan hewan yang buta sebelah matanya, yang terpotong dari ujung telinganya, yang terpotong dari belakang telinganya, dan yang terbelah menjadi dua serta yang lubang telinganya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4298
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَاصِحٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُضَحِّيَ بِمُقَابَلَةٍ أَوْ مُدَابَرَةٍ أَوْ شَرْقَاءَ أَوْ خَرْقَاءَ أَوْ جَدْعَاءَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Nashih}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin ‘Ayyasy} dari {Abu Ishaq} dari {Syuraih bin An Nu’man} dari {Ali bin Abu Thalib} radliallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah saw. melarang kami untuk berkurban dengan hewan yang terpotong dari ujung telinganya, atau yang terpotong dari belakang telinganya atau yang terbelah menjadi dua, atau yang lubang telinganya atau yang terpotong telinganya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4299
أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا شُجَاعُ بْنُ الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنِي زِيَادُ بْنُ خَيْثَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُضَحَّى بِمُقَابَلَةٍ وَلَا مُدَابَرَةٍ وَلَا شَرْقَاءَ وَلَا خَرْقَاءَ وَلَا عَوْرَاءَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Harun bin Abdullah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syuja’ bin Al Walid}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Ziyad bin Khaitsamah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Syuraih bin An Nu’man} dari {Ali} radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw. bersabda “Tidak boleh dikurbankan dengan hewan yang terpotong dari ujung telingannya, yang terpotong dari belakang telinganya, yang terbelah telinganya, dan yang lubang telinganya serta yang buta sebelah matanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4300
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَنَّ سَلَمَةَ وَهُوَ ابْنُ كُهَيْلٍ أَخْبَرَهُ قَالَ سَمِعْتُ حُجَيَّةَ بْنَ عَدِيٍّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَ وَالْأُذُنَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} bahwa {Salamah yaitu Ibnu Kuhail} telah mengabarkan kepadanya, ia berkata saya mendengar {Hujayyah bin ‘Adi} berkata saya mendengar {Ali} berkata Rasulullah saw. memerintahkan kami agar meneliti mata dan telinga.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4301
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ سُفَيَانَ وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ جُرَيِّ بْنِ كُلَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُضَحَّى بِأَعْضَبِ الْقَرْنِفَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ نَعَمْ إِلَّا عَضَبَ النِّصْفِ وَأَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Humaid bin Mas’adah} dari {Sufyan yaitu Ibnu Habib} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Jurai bin Kulaib}, ia berkata saya mendengar {Ali} berkata Rasulullah saw. melarang berkurban dengan hewan yang bertanduk pecah. Kemudian hal tersebut saya sebutkan kepada Sa’id bin Al Musayyab maka Ia berkata ya, hanya saja yang tanduknya pecah setengah atau lebih dari itu.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4302
أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ سَيْفٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ وَهُوَ ابْنُ أَعْيَنَ وَأَبُو جَعْفَرٍ يَعْنِي النُّفَيْلِيَّ قَالَا حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud Sulaiman bin Saif}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Hasan yaitu Ibnu A’yan} dan {Abu Ja’far yaitu An Nufaili} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair} dari {Jabir}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menyembelih kecuali domba yang berumur dua tahun, kecuali mengalami kesulitan maka sembelihlah yang berumur satu tahun.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4303
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ غَنَمًا يُقَسِّمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ فَبَقِيَ عَتُودٌ فَذَكَرَهُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ أَنْتَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Al Khair} dari {‘Uqbah bin ‘Amir} bahwa Rasulullah saw. telah memberinya kambing yang banyak yang ia bagikan kepada isterinya kemudian tersisa kambing kacang, kemudian ia menyampaikannya kepada Rasulullah saw. lalu beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4304
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ وَهُوَ الْقَنَّادُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي بَعْجَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسَّمَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ ضَحَايَا فَصَارَتْ لِي جَذَعَةٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَارَتْ لِي جَذَعَةٌ فَقَالَ ضَحِّ بِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Durust}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Isma’il yaitu Al Qannad}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Ba’jah bin Abdullah} dari {‘Uqbah bin ‘Amir} bahwa Rasulullah saw. telah membagikan hewan kurban diantara isteri-isterinya dan saya memiliki kambing yang berumur satu tahun. Kemudian saya katakan wahai Rasulullah, saya memiliki kambing yang berumur satu tahun. Maka beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4305
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ بَعْجَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ أَضَاحِيَّ فَأَصَابَنِي جَذَعَةٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَتْنِي جَذَعَةٌ فَقَالَ ضَحِّ بِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ba’jah bin Abdullah Al Juhani} dari {‘Uqbah bin ‘Amir}, ia berkata Rasulullah saw. telah membagi hewan-hewan kurban diantara para isterinya. Dan saya mendapatkan kambing yang berumur satu tahun. Kemudian saya katakan wahai Rasulullah, saya telah mendapatkan kambing yang berumur satu tahun. Kemudian beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya.”