Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3360

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَانْطَلَقَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ مُعْتَمِرًا قَالَ فَنَزَلَ عَلَى أُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ أَبِي صَفْوَانَ وَكَانَ أُمَيَّةُ إِذَا انْطَلَقَ إِلَى الشَّأْمِ فَمَرَّ بِالْمَدِينَةِ نَزَلَ عَلَى سَعْدٍ فَقَالَ أُمَيَّةُ لِسَعْدٍ انْتَظِرْ حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ النَّهَارُ وَغَفَلَ النَّاسُ انْطَلَقْتُ فَطُفْتُ فَبَيْنَا سَعْدٌ يَطُوفُ إِذَا أَبُو جَهْلٍ فَقَالَ مَنْ هَذَا الَّذِي يَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ فَقَالَ سَعْدٌ أَنَا سَعْدٌ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ تَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ آمِنًا وَقَدْ آوَيْتُمْ مُحَمَّدًا وَأَصْحَابَهُ فَقَالَ نَعَمْ فَتَلَاحَيَا بَيْنَهُمَا فَقَالَ أُمَيَّةُ لسَعْدٍ لَا تَرْفَعْ صَوْتَكَ عَلَى أَبِي الْحَكَمِ فَإِنَّهُ سَيِّدُ أَهْلِ الْوَادِي ثُمَّ قَالَ سَعْدٌ وَاللَّهِ لَئِنْ مَنَعْتَنِي أَنْ أَطُوفَ بِالْبَيْتِ لَأَقْطَعَنَّ مَتْجَرَكَ بِالشَّامِ قَالَ فَجَعَلَ أُمَيَّةُ يَقُولُ لِسَعْدٍ لَا تَرْفَعْ صَوْتَكَ وَجَعَلَ يُمْسِكُهُ فَغَضِبَ سَعْدٌ فَقَالَ دَعْنَا عَنْكَ فَإِنِّي سَمِعْتُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزْعُمُ أَنَّهُ قَاتِلُكَ قَالَ إِيَّايَ قَالَ نَعَمْ قَالَ وَاللَّهِ مَا يَكْذِبُ مُحَمَّدٌ إِذَا حَدَّثَ فَرَجَعَ إِلَى امْرَأَتِهِ فَقَالَ أَمَا تَعْلَمِينَ مَا قَالَ لِي أَخِي الْيَثْرِبِيُّ قَالَتْ وَمَا قَالَ قَالَ زَعَمَ أَنَّه سَمِعَ مُحَمَّدًا يَزْعُمُ أَنَّهُ قَاتِلِي قَالَتْ فَوَاللَّهِ مَا يَكْذِبُ مُحَمَّدٌ قَالَ فَلَمَّا خَرَجُوا إِلَى بَدْرٍ وَجَاءَ الصَّرِيخُ قَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ أَمَا ذَكَرْتَ مَا قَالَ لَكَ أَخُوكَ الْيَثْرِبِيُّ قَالَ فَأَرَادَ أَنْ لَا يَخْرُجَ فَقَالَ لَهُ أَبُو جَهْلٍ إِنَّكَ مِنْ أَشْرَافِ الْوَادِي فَسِرْ يَوْمًا أَوْ يَوْمَيْنِ فَسَارَ مَعَهُمْ فَقَتَلَهُ اللَّهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Ahmad bin Ishaq} telah bercerita kepada kami {‘Ubaidullah bin Musa} telah bercerita kepada kami {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amru bin Maimun} dari {Abdullah bin Mas’ud ra.} berkata Sa’ad bin Mu’adz berangkat untuk melaksanakan ‘umrah”. Kata Abdullah bin Mas’ud “Lalu dia singgah kepada Umayyah bin Khalaf Abu Shafwan. Biasanya, Umayyah bin Khalaf apabila bepergian ke negeri Syam, dia melewati Madinah dan singgah menemui Sa’ad. ‘Umayyah berkata kepada Sa’ad “Tunggulah hingga pertengahan (siang) hari dan saat orang-orang sudah lengah. Maka aku beranjak untuk melakukan thawaf. Tatkala Sa’ad sedang melaksanakan thawaf, tiba-tiba muncul Abu Jahal seraya bertanya “Siapakah anda, hai orang yang sedang thawaf di Ka’bah?”. Maka spontan Sa’ad menjawab sendiri “Saya, Sa’ad”. Abu Jahal berkata “Kamu dapat thawaf di Ka’bah dengan aman sementara bukankah kalian adalah orang-orang yang telah memberi perlindungan kepada Muhammad dan sahabat-sahabatnya?”. Sa’ad berkata “Ya, benar”. Lalu keduanya bertengkar ucapan hingga Umayyah berkata kepada Sa’ad “Jangan kamu tinggikan suaramu di hadapan Abu Al Hakam karena dia adalah pembesarnya penduduk lembah ini”. Maka kemudian Sa’ad berkata “Demi Allah, seandainya kamu menghalangiku untuk thawaf di Baitullah, sungguh aku akan memutus jalur perjalananmu ke negeri Syam”. Abdullah bin Mas’ud berkata “Ucapan Sa’ad menjadikan Umayah tetap berkata “Jangan kamu tinggikan suaramu di hadapannya”, lalu dia memegang Sa’ad. Maka Sa’ad menjadi marah lalu berkata “Biarkan kami bercerita tentang kamu, sungguh aku pernah mendengar Muhammad saw., bahwa beliau bertekad akan membunuhmu”. Umayyah bertanya “Aku?”. Sa’ad menjawab “Ya”. Lalu Umayyah berkata “Demi Allah, Muhammad tidaklah berdusta apabila berbicara”. Maka Umayyah bin Khalaf pulang menemui istrinya lalu berkata “Tahukah kamu apa yang telah dikatakan kepadaku oleh saudaraku dari Yatsrib?”. Istrinya bertanya “Apa yang telah dikatakannya?”. Umayyah berkata “Dia beranggapan bahwa dia mendengar Muhammad yang bertekad akan membunuhku”. Istrinya berkata “Demi Allah, sungguh Muhammad tidak berdusta”. Abdullah bin Mas’ud berkata “Ketika mereka (orang-orang Musyrikin Quraisy) keluar menuju Badar dan terdengar suara seruan konsolidasi perang, istrinya berkata “Apakah kamu masih ingat apa yang telah dikatakan kepada kamu oleh saudaramu dari Yatsrib?”. Abdullah bin Mas’ud berkata “Semula Umayyah enggan untuk ikut keluar berperang namun Abu Jahal berkata kepadanya “Kamu adalah pembesar kota (lembah) ini. Bergabunglah sehari atau dua hari saja”. Maka Umayyah ikut berangkat bersama mereka kemudian Allah membinasakannya”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3361

حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ النَّاسَ مُجْتَمِعِينَ فِي صَعِيدٍ فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ فَنَزَعَ ذَنُوبًا أَوْ ذَنُوبَيْنِ وَفِي بَعْضِ نَزْعِهِ ضَعْفٌ وَاللَّهُ يَغْفِرُ لَهُ ثُمَّ أَخَذَهَا عُمَرُ فَاسْتَحَالَتْ بِيَدِهِ غَرْبًا فَلَمْ أَرَ عَبْقَرِيًّا فِي النَّاسِ يَفْرِي فَرِيَّهُ حَتَّى ضَرَبَ النَّاسُ بِعَطَنٍوَقَالَ هَمَّامٌ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَعَ أَبُو بَكْرٍ ذَنُوبًا أَوْ ذَنُوبَيْنِ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Abdurrahman bin Syaibah} telah bercerita kepada kami {Abdurrahman bin Al Mughirah} dari {bapaknya} dari {Musa bin ‘Uqbah} dari {Salim bin Abdullah} dari {Abdullah ra.} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Aku melihat manusia berkumpul di tanah lapang lalu Abi Bakr tampil berdiri kemudian dia menarik sebuah atau dua buah timba (untuk mengisi air dari sumur) dan diantara tarikannya itu ada kelemahan dan Allah mengampuninya. Kemudian timba itu diambil oleh ‘Umar lalu di tangannya timba itu menjadi besar. Dan aku belum pernah melihat di tengah-tengah manusia ada sesuatu yang begitu luar biasa yang dilakukan oleh seseorang (seperti yang dilakukan oleh ‘Umar), kemudian dia membagi-bagikan kepada manusia sehingga mereka menjadi puas”. Dan {Hammam} berkata Aku mendengar {Abu Hurairah ra.} dari Nabi saw. “Maka Abu Bakr menarik sebuah atau dua buah timba…”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3362

حَدَّثَنِي عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ قَالَأُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ فَجَعَلَ يُحَدِّثُ ثُمَّ قَامَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّ سَلَمَةَ مَنْ هَذَا أَوْ كَمَا قَالَ قَالَ قَالَتْ هَذَا دِحْيَةُ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ايْمُ اللَّهِ مَا حَسِبْتُهُ إِلَّا إِيَّاهُ حَتَّى سَمِعْتُ خُطْبَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخْبِرُ جِبْرِيلَ أَوْ كَمَا قَالَقَالَ فَقُلْتُ لِأَبِي عُثْمَانَ مِمَّنْ سَمِعْتَ هَذَا قَالَ مِنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {‘Abbas bin Al Walid an-Narsiy} telah bercerita kepada kami {Mu’tamir} berkata, aku mendengar {bapakku} telah bercerita kepada kami {Abu ‘Utsman} berkata, “Aku dikabari bahwa malaikat Jibril as. mendatangi Nabi saw. ketika di samping beliau ada Ummu Salamah, lalu Jibril as. berbicara kemudian pergi”. Kemudian Nabi saw. berkata kepada Ummu Salamah: “Siapakah orang tadi?”. Atau seperti yang beliau katakan. Perawi Abu ‘Utsman berkata “Ummu Salamah menjawab “Dia adalah Dihyah (Ibnu Khalifah Al Kalbiy, seorang shahabat terkenal) “. Ummu Salamah berkata “Demi Allah, aku menduga yang datang itu tidak lain adalah (Dihyah) hingga akhirnya aku mendengar khuthbah Nabi Allah saw. yang mengabarkan bahwa dia adalah Jibril as.”, atau sebagaimana yang beliau katakan. Bapakku bertanya kepada Abu ‘Utsman “Dari siapakah kamu mendengar ini?”. {Abu ‘Utsman} menjawab “Dari {Usamah bin Zaid} ‘.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3363

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ رَجُلًا مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرَّجْمِ فَقَالُوا نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا الرَّجْمَ فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ ارْفَعْ يَدَكَ فَرَفَعَ يَدَهُ فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَقَالُوا صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Malik bin Anas} dari {Nafi’} dari {Abdullah bin ‘Umar ra.} bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah saw. lalu bercerita bahwa ada seseorang laki-laki dari kalangan mereka dan seorang wanita berzina. Lalu Rasulullah saw. bertanya kepada mereka “Apa yang kalian dapatkan dalam Kitab Taurah tentang permasalahan hukum rajam?”. Mereka menjawab “Kami mempermalukan (membeberkan aib) mereka dan mencambuk mereka”. Maka Abdullah bin Salam berkata “Kalian berdusta. Sesungguhnya di dalam Kitab Taurat ada hukuman rajam. Coba bawa kemari kitab Taurat. Maka mereka membacanya saecara seksama lalu salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya pada ayat rajam, dan dia hanya membaca ayat sebelum dan sesudahnya. Kemudian Abdullah bin Salam berkata “Coba kamu angkat tanganmu”. Maka orang itu mengangkat tangannya, dan ternyata ada ayat tentang rajam hingga akhirnya mereka berkata “Dia benar, wahai Muhammad. Di dalam Taurat ada ayat tentang rajam”. Maka Rasulullah saw. memerintahkan kedua orang yang berzina itu agar dirajam”. Abdullah bin ‘Umar berkata “Dan kulihat laki-laki itu melindungi wanita tersebut agar terhindar dari lemparan batu”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3364

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُوا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Shadaqah bin Al Fadhal} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} dari {Ibnu Abu Najih} dari {Mujahid} dari {Abu Ma’mar} dari {Abdullah bin Mas’ud ra.} berkata Pada zaman Rasulullah saw. bulan pernah terbelah menjadi dua bagian lalu Nabi saw. bersabda: “Saksikanlah”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3365

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ح و قَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْأَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً فَأَرَاهُمْ انْشِقَاقَ الْقَمَرِ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Abdullah bin Muhammad} telah bercerita kepada kami {Yunus} telah bercerita kepada kami {Syaiban} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik}. Danb diriwayatkan pula Dan {Khalifah} berkata kepadaku, telah bercerita kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah bercerita kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik ra.} dia bercerita kepada mereka bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah saw. agar beliau menunjukkan ayat (mu’jizat, bukti kenabian). Maka beliau menunjukkan kepada mereka terbelahnya bulan”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3366

حَدَّثَنِي خَلَفُ بْنُ خَالِدٍ الْقُرَشِيُّ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ الْقَمَرَ انْشَقَّ فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Khalaf bin Khalid Al Qurasyiy} telah bercerita kepada kami {Bakr bin Mudhar} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {‘Irak binMalik} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah bin Mas’ud} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} bahwa bulan pernah terbelah pada zaman Nabi saw.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3367

بَاب حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ حَدَّثَنَا أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَا مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ وَمَعَهُمَا مِثْلُ الْمِصْبَاحَيْنِ يُضِيئَانِ بَيْنَ أَيْدِيهِمَا فَلَمَّا افْتَرَقَا صَارَ مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا وَاحِدٌ حَتَّى أَتَى أَهْلَهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Muhammad bin Al Mutsannaa} telah bercerita kepada kami {Mu’adz} berkata, telah bercerita kepadaku {bapakku} dari {Qatadah} telah bercerita kepada kami {Anas ra.} bahwa ada dua orang dari shahabat-shahabat Nabi saw. yang pulang (setelah bertemu) Nabi saw. pada malam yang gelap gulita, sedang pada tangan keduanya ada pelita yang menerangi jalan keduanya. Ketika keduanya berpisah, masing-masing dari sahabat tersebut terus diiringi cahaya hingga tiba menemui keluarganya.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3368

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا قَيْسٌ سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdullah bin Abu Al Aswad} telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Isma’il} telah bercerita kepada kami {Qais}, aku mendengar {Al Mughirah bin Syu’bah} dari Nabi saw. bersabda: “Senantiasa akan ada (sekelompok) orang dari ummatku yang akan menang hingga datang ketetapan Allah atas mereka dan mereka dalam keadaan menang”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3369

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ يَقُولُسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَقَالَ عُمَيْرٌ فَقَالَ مَالِكُ بْنُ يُخَامِرَ قَالَ مُعَاذٌ وَهُمْ بِالشَّأْمِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُولُ وَهُمْ بِالشَّأْمِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Al Humaidiy} telah bercerita kepada kami {Al Walid} berkata, telah bercerita kepadaku {Ibnu Jabir} berkata, telah bercerita kepadaku {‘Umair bin Hani’} bahwa dia mendengar {Mu’awiyah} berkata, aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Senantiasa akan ada dari ummatku, (sekelompok) ummat yang tegak di atas urusan agama Allah, tidak dapat membahayakan mereka orang yang menghina mereka dan tidak pula orang yang menyelisih mereka hingga datang ketetapan Allah atas mereka dan mereka dalam keadaan seperti itu (tetap tegak dalam urusan agama Allah) “. {‘Umair} berkata “Maka {Malik bin Yukhamir} berkata ‘ {Muadz} berkata “Mereka berada di negeri Syam”. Lalu Mu’awiyah berkata Ini Malik, yang mengaku bahwa dia mendengar bahwa Mu’adz menyatakan bahwa sekelompok ummat itu berada di negeri Syam”.