Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3410
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ ح و قَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ وَكَهْمَسُ بْنُ الْمِنْهَالِ قَالَا حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَصَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُحُدٍ وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ فَضَرَبَهُ بِرِجْلِهِ قَالَ اثْبُتْ أُحُدُ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدَانِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Musaddad} telah bercerita kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah bercerita kepada kami {Sa’ad bin Abu ‘Arubah}. Dan diriwayatkan pula, {Khalifah} berkata kepadaku, telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sawa’} dan {Kahmas bin Al Minhal} keduanya berkata, telah bercerita kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik ra.} berkata “Rasulullah saw. mendaki bukit Uhud bersama Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman lalu bukit itu bergetar. Maka beliau menghentakkan kakinya seraya berkata “Tenanglah Uhud, karena di atas kamu sekarang tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq (abu Bakar) dan dua orang (yang akan mati) syahid (Umar dan Usman) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3411
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ هُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَسْلَمَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَنِي ابْنُ عُمَرَعَنْ بَعْضِ شَأْنِهِ يَعْنِي عُمَرَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا قَطُّ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حِينَ قُبِضَ كَانَ أَجَدَّ وَأَجْوَدَ حَتَّى انْتَهَى مِنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Sulaiman} berkata, telah bercerita kepadaku {Ibnu Wahb} berkata, telah bercerita kepadaku {‘Umar, dia adalah Ibnu Muhammad} bahwa {Zaid bin Aslam} bercerita kepadanya dari {bapaknya} berkata, {Ibnu ‘Umar ra.ma} bertanya kepadaku tentang sebagian aktifitas yang biasa dilakukannya, maksudnya ‘Umar ra., maka dia mengabarkan aku, katanya “Tidak pernah aku melihat seorangpun setelah Rasulullah saw. yang lebih bersungguh-sungguh dan lebih dermawan (dalam harta) hingga meninggal dunia daripada ‘Umar bin Al Khaththab”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3412
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَقَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah bercerita kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Tsabit} dari {Anas ra.} bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi saw. tentang hari qiyamat. Katanya “Kapan terjadinya hari qiyamat?”. Beliau balik bertanya kepada orang itu “Apa y ang telah kami siapkanuntuk menghadaoinya?”. Orfang itu menjawab “Tidak ada. Kecuali, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya saw.”. Maka beliau berkata: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai”. Anas berkata “Kami belum pernah bergembira atas sesuatu seperti gembiranya kami dengan sabda Nabi saw., yaitu: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai”. Selanjutnya Anas berkata “Maka aku mencintai Nabi saw., Abu Bakr, ‘Umar dan aku berharap dapat berkumpul bersama mereka disebabkan kecintaanku kepada mereka sekalipun aku tidak memiliki amal seperti amal mereka”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3413
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ كَانَ فِيمَا قَبْلَكُمْ مِنْ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ فَإِنْ يَكُ فِي أُمَّتِي أَحَدٌ فَإِنَّهُ عُمَرُزَادَ زَكَرِيَّاءُ بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ سَعْدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ رِجَالٌ يُكَلَّمُونَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونُوا أَنْبِيَاءَ فَإِنْ يَكُنْ مِنْ أُمَّتِي مِنْهُمْ أَحَدٌ فَعُمَرُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مِنْ نَبِيٍّ وَلَا مُحَدَّثٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Qaza’ah} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Sa’ad} dari {bapaknya} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah ra.} berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh telah ada pada setiap umat-umat sebelum kalian para muhaddits (orang-orang yang selalu berpandangan lurus/punya firasat tinggi) dan seandainya ada seseorang pada umatku ini tentu dia adalah ‘Umar”. {Zakariya’ bin Abu Za’idah} menambahkan dari {Sa’ad} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah ra.} berkata, Nabi saw. bersabda: “Sungguh telah ada pada orang-orang sebelum kalian dari kalangan Bani Isra’il mereka yang dianugerahkan pembicaraannya selalu benar padahal mereka bukanlah dari kalangan para Nabi. Dan seandainya ada pada umatku ini seorang dari mereka, maka tentu dia adalah ‘Umar”. Ibnu ‘Abbas ra.ma menjelaskan dengan redaksi “Dari kalangan Nabi bukan muhaddats”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3414
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا سَمِعْنَا أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا رَاعٍ فِي غَنَمِهِ عَدَا الذِّئْبُ فَأَخَذَ مِنْهَا شَاةً فَطَلَبَهَا حَتَّى اسْتَنْقَذَهَا فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ الذِّئْبُ فَقَالَ لَهُ مَنْ لَهَا يَوْمَ السَّبُعِ لَيْسَ لَهَا رَاعٍ غَيْرِي فَقَالَ النَّاسُ سُبْحَانَ اللَّهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنِّي أُومِنُ بِهِ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَمَا ثَمَّ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} telah bercerita kepada kami {Al Laits} telah bercerita kepada kami {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dan {Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman} keduanya berkata, Kami mendengar {Abu Hurairah ra.} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ada seorang pengembala ketika sedang bersama kambin g-kambin g gembalaannya, tiba-tiba datang seekor serigala menyerang lalu mengambil seekor kambin gnya. Gembala itu pun mencarinya hingga menemukannya lalu serigala menoleh kepadanya seraya berkata “Siapa yang menjaga kambin g itu pada hari berburu ketika tidak ada yang menggembalakannya selain aku?”. Orang-orang berujar keheranan “Subhaanallah (Maha Suci Allah)!”. Maka Nabi saw. bersabda: “Sungguh aku beriman tentang kejadian itu. Begitu juga Abu Bakr dan “Umar”. Saat itu Abu Bakr dan ‘Umar tidak berada di sana.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3415
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ عُرِضُوا عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ فَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثَّدْيَ وَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ دُونَ ذَلِكَ وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ اجْتَرَّهُ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدِّينَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Bukair} telah bercerita kepada kami {Al Laits} dari {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif} dari {Abu Sa’id Al Khudriy ra.} berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Ketika tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku ‘Umar bin Al Khaththab juga dengan mengenakan baju menyeretnya. Para shahabat bertanya “Apa maksudnya hal demikian, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Itulah Ad-Din (agama) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3416
حَدَّثَنَا الصَّلْتُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ قَالَلَمَّا طُعِنَ عُمَرُ جَعَلَ يَأْلَمُ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ وَكَأَنَّهُ يُجَزِّعُهُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَلَئِنْ كَانَ ذَاكَ لَقَدْ صَحِبْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَحْسَنْتَ صُحْبَتَهُ ثُمَّ فَارَقْتَهُ وَهُوَ عَنْكَ رَاضٍ ثُمَّ صَحِبْتَ أَبَا بَكْرٍ فَأَحْسَنْتَ صُحْبَتَهُ ثُمَّ فَارَقْتَهُ وَهُوَ عَنْكَ رَاضٍ ثُمَّ صَحِبْتَ صَحَبَتَهُمْ فَأَحْسَنْتَ صُحْبَتَهُمْ وَلَئِنْ فَارَقْتَهُمْ لَتُفَارِقَنَّهُمْ وَهُمْ عَنْكَ رَاضُونَ قَالَ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ صُحْبَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِضَاهُ فَإِنَّمَا ذَاكَ مَنٌّ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى مَنَّ بِهِ عَلَيَّ وَأَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ صُحْبَةِ أَبِي بَكْرٍ وَرِضَاهُ فَإِنَّمَا ذَاكَ مَنٌّ مِنْ اللَّهِ جَلَّ ذِكْرُهُ مَنَّ بِهِ عَلَيَّ وَأَمَّا مَا تَرَى مِنْ جَزَعِي فَهُوَ مِنْ أَجْلِكَ وَأَجْلِ أَصْحَابِكَ وَاللَّهِ لَوْ أَنَّ لِي طِلَاعَ الْأَرْضِ ذَهَبًا لَافْتَدَيْتُ بِهِ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ أَرَاهُقَالَ حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ دَخَلْتُ عَلَى عُمَرَ بِهَذَا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {ash-Shalti bin Muhammad} telah bercerita kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah bercerita kepada kami {Ayyub} dari {Ibnu Abu Mulaikah} dari {Al Miswar bin Makhramah} berkata Ketika ‘Umar ditikam, ia merasakan kepedihannya, maka {Ibnu ‘Abbas} berkata kepada ‘Umar seakan dia ingin membantu meringankan keluhan sakitnya “Wahai amirul mu’minin, sekalipun ini terjadi kepada anda akan tetapi anda bersahabat dengan Rasulullah saw., dan anda menjalin persahabatan itu dengan baik lalu beliau berpisah dari anda (wafat) dalam keadaan beliau ridha. Kemudian anda bershahabat dengan Abu Bakr dan anda menjalin persahabatan itu dengan baik lalu dia berpisah dari anda (wafat) dalam keadaan dia ridha kepada anda. Kemudian anda juga bershahabat dengan para shahabat mereka dan menjalin pershahabatan itu dengan baik. Jika sekarang anda meninggalkan mereka, sungguh perpisahan anda dengan mereka ini dalam keadaan mereka semua ridha kepada anda. Lalu ‘Umar berkata “Adapun yang kamu sebut sebagai pershahabatanku dengan Rasulullah saw. dan keridhaannya sesungguhnya hal itu semata pertolongan Allah Ta’ala yang dianugerahkan-Nya kepadaku. Sementara apa yang kamu sebut sebagai pershahabaanku dengan Abu Bakr dan keridhaannya sesungguhnya hal itu juga merupakan pertolongan Allah Ta’ala yang dianugerahkan-Nya kepadaku. Sedangkan apa yang kamu lihat berupa keluhan sakitku ini sesungguhnya ini demi kemaslahatanmu dan sahabat-sahabatmu. Demi Allah, seandainya aku memiliki emas sepenuh bumi tentu aku akan gunakan untuk menebus diriku dari siksaan Allah ‘azza wajalla sebelum aku melihatnya”. {Hammad bin Zaid} berkata, telah bercerita kepada kami {Ayyub} dari {Ibnu Abu Mulaikah} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} “Aku menemui ‘Umar dalam kondisi seperti ini….”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3417
حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ فَجَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَفَتَحْتُ لَهُ فَإِذَا أَبُو بَكْرٍ فَبَشَّرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَفَتَحْتُ لَهُ فَإِذَا هُوَ عُمَرُ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ اسْتَفْتَحَ رَجُلٌ فَقَالَ لِي افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى تُصِيبُهُ فَإِذَا عُثْمَانُ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yusuf bin Musa} telah bercerita kepada kami {Abu Usamah} berkata, telah bercerita kepadaku {‘Utsman bin Ghiyats} telah bercerita kepada kami {Abu “Utsman an-Nahdiy} dari {Abu Musa ra.} berkata “Aku pernah bersama Rasulullah saw. dalam sebuah kebun di antara kebun-kebun yang ada di Madinah, tiba-tiba datang seorang laki-laki meminta izin dibukakan pintu, maka Nabi saw. berkata: “Bukakanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Maka aku membukakan pintu yang ternyata laki-laki itu adalah Abu Bakr lalu aku sampaikan kabar gembira sebagaimana yang dipesankan Nabi saw. Abu Bakr bersyukur dengan memuji Allah. Kemudian datang lagi seorang laki-laki meminta dibukakan pintu, maka Nabi saw. berkata: “Bukakanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Maka aku membukakan pintu yang ternyata laki-laki itu adalah ‘Umar lalu aku sampaikan kabar gembira sebagaimana yang dipesankan Nabi saw. ‘Umar bersyukur dengan memuji Allah. Kemudian datang lagi seorang laki-laki meminta dibukakan pintu, lalu beliau berkata kepadaku: “Bukakanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga namun berbagai ujian menimpanya”. Ternyata laki-laki itu adalah ‘Utsman lalu aku beri kabar gembira sebagaimana yang dipesankan Rasulullah saw. ‘Utsman bersyukur dengan memuji Allah lalu berkata “Allah sajalah dimohon pertolongan-Nya”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3418
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عَقِيلٍ زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَدَّهُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هِشَامٍ قَالَكُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Sulaiman} berkata, telah bercerita kepadaku {Ibnu Wahb} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Haywah} berkata, telah bercerita kepadaku {Abu ‘Aqil Zuhrah bin Ma’bad} bahwa dia mendengar {kakeknya, ‘Abdullah bin Hisyam} berkata “Kami pernah bersama Nabi saw. yang ketika itu beliau pegang tangan ‘Umar bin Al Khaththab”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3419
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ حَائِطًا وَأَمَرَنِي بِحِفْظِ بَابِ الْحَائِطِ فَجَاءَ رَجُلٌ يَسْتَأْذِنُ فَقَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَإِذَا أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ يَسْتَأْذِنُ فَقَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَإِذَا عُمَرُ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ يَسْتَأْذِنُ فَسَكَتَ هُنَيْهَةً ثُمَّ قَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى سَتُصِيبُهُ فَإِذَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَقَالَ حَمَّادٌ وَحَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ وَعَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ سَمِعَا أَبَا عُثْمَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مُوسَى بِنَحْوِهِ وَزَادَ فِيهِ عَاصِمٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ قَاعِدًا فِي مَكَانٍ فِيهِ مَاءٌ قَدْ انْكَشَفَ عَنْ رُكْبَتَيْهِ أَوْ رُكْبَتِهِ فَلَمَّا دَخَلَ عُثْمَانُ غَطَّاهَا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah bercerita kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Ayyub} dari {Abu ‘Utsman} dari {Abu Musa ra.} bahwa Nabi saw. masuk kedalam sebuah kebun lalu memerintahkan aku untuk menjaga pintu kebun. Tiba-tiba datang seorang laki-laki meminta izin masuk, maka beliau berkata: “izinkanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Ternyata laki-laki itu adalah Abu Bakr. Kemudian datang laki-laki lain meminta izin masuk, maka beliau berkata: “izinkanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Ternyata laki-laki itu adalah ‘Umar. Kemudian datang lagi seorang laki-laki meminta izin masuk, maka beliau terdiam sejenak lalu berkata: “izinkanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga namun denagn berbagai ujian yang akan menimpanya”. Ternyata laki-laki itu adalah ‘Utsman bin ‘Affan. {Hammad} berkata Dan telah bercerita kepada kami {‘Ashim Al Ahwal} dan {‘Ali bin Al Hakam}, keduanya mendengar {Abu ‘Utsman} bercerita dari {Abu Musa} seperti hadits ini. Namun ditambahkan didalamnya bahwa Nabi saw. pada mulanya duduk pada suatu tempat yang ada airnya sambil menyingkap pakaiannya hingga sampai kedua lutut atau salah satu lutut beliau. Namun tatkala ‘Utsman sudah datang, beliau menutupnya”.