Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3250
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرَيْشٌ وَالْأَنْصَارُ وَجُهَيْنَةُ وَمُزَيْنَةُ وَأَسْلَمُ وَغِفَارُ وَأَشْجَعُ مَوَالِيَّ لَيْسَ لَهُمْ مَوْلًى دُونَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Nu’aim} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {Sa’id bin Ibrahim} dari {‘Abdur Rahman bin Hurmuz} dari {Abu Hurairah ra.} berkata, Nabi saw. bersabda: “Suku Quraisy, Anshar, Juhainah, Muzainah, Aslam, Ghifar dan Asyja’ adalah wali-waliku (pelindung) sedangkan bagi mereka tidak ada wali kecuali Allah dan Rasul-Nya”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3251
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ غُرَيْرٍ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ صَالِحٍ حَدَّثَنَا نَافِعٌ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ أَخْبَرَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَى الْمِنْبَرِ غِفَارُ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا وَأَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَعُصَيَّةُ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Muhammad bin Ghurair Az Zuhriy} telah bercerita kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} dari {bapaknya} dari {Shalih} telah bercerita kepada kami {Nafi’} bahwa {‘Abdullah} mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda dari atas mimbar: “Suku Ghifar, kiranya “ghafarallahu lahaa” (Allah mengampuninya), suku Aslam kiranya “salaamahallahu’ (Allah menyelamatkannya) dan ‘Ushayyah, mereka betul-betul “‘ashatillaha wa rasuulih” (durhaka kepada Allah dan rasul-Nya) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3252
حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَغِفَارُ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Muhammad} telah mengabarkan kepada kami {Abdul Wahhab Ats-Tsaqafiy} dari {Ayyub} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Suku Aslam berarti mudah-mudahan “salaamahallahu’ (Allah menyelamatkannya) dan suku Ghifar artinya mudah-mudahan “ghafarallahu lahaa” (Allah mengampuninya) ‘.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3253
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ جُهَيْنَةُ وَمُزَيْنَةُ وَأَسْلَمُ وَغِفَارُ خَيْرًا مِنْ بَنِي تَمِيمٍ وَبَنِي أَسَدٍ وَمِنْ بَنِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَطَفَانَ وَمِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ فَقَالَ رَجُلٌ خَابُوا وَخَسِرُوا فَقَالَ هُمْ خَيْرٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ وَمِنْ بَنِي أَسَدٍ وَمِنْ بَنِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَطَفَانَ وَمِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Qabishah} telah bercerita kepada kami {Sufyan} telah bercerita kepadaku {Muhammad bin Basysyar} telah bercerita kepada kami {Ibnu Mahdiy} dari {Sufyan} dari {‘Abdul Malik bin ‘Umair} dari {‘Abdur Rahman bin Abu Bakrah} dari {bapaknya}, Nabi saw. bersabda: “Bagaimana pendapat kalian jika (ada yang beranggapan) bahwa suku Juhainah, Muzainah, Aslam dan Ghifar lebih baik dari Bani Tamim, Bani Asad, Bani ‘Abdullah bin Ghathafan dan Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah?”. Tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan “Mereka itu celaka dan rugi”.Maka beliau bersabda: “Memang mereka itu lebih baik dari Bani Tamim, Bani Asad, Bani ‘Abdullah bin Ghathafan dan Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah?”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3254
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا بَايَعَكَ سُرَّاقُ الْحَجِيجِ مِنْ أَسْلَمَ وَغِفَارَ وَمُزَيْنَةَ وَأَحْسِبُهُ وَجُهَيْنَةَ ابْنُ أَبِي يَعْقُوبَ شَكَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ أَسْلَمُ وَغِفَارُ وَمُزَيْنَةُ وَأَحْسِبُهُ وَجُهَيْنَةُ خَيْرًا مِنْ بَنِي تَمِيمٍ وَبَنِي عَامِرٍ وَأَسَدٍ وَغَطَفَانَ خَابُوا وَخَسِرُوا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُمْ لَخَيْرٌ مِنْهُمْ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Muhammad bin Basysyar} telah bercerita kepada kami {Ghundar} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin Abu Ya’qub} berkata, aku mendengar {‘Abdur Rahman bin Abu Bakrah} dari {bapaknya} bahwa Al Aqra’ bin Habis berkata kepada Nabi saw. “Sesungguhnya orang-orang yang biasa mencuri perbekalan jama’ah hajji telah berbaiat kepada baginda, baik dari suku Aslam, Ghifar, Muzainah. (Syu’bah) berkata “Aku kira dia juga berkata suku Juhainah, dalam hal ini Ibnu Abi Ya’qub ragu. Lalu Nabi saw. bersabda: “Bagaimana pendapatmu jika (ada yang beranggapan) bahwa suku Aslam, Ghifar, Muzainah., aku kira perawi (Ibnu Abu Ya’qub) juga menyebut Juhainah, lebih baik dari Bani Tamim, Bani ‘Amir, Bani Asad, Bani Ghathafan?”. (Ada yang mengatakan) “Mereka itu celaka dan rugi”.Maka beliau bersabda: “Memang benar. Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh mereka lebih baik dari mereka”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3255
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ أَسْلَمُ وَغِفَارُ وَشَيْءٌ مِنْ مُزَيْنَةَ وَجُهَيْنَةَ أَوْ قَالَ شَيْءٌ مِنْ جُهَيْنَةَ أَوْ مُزَيْنَةَ خَيْرٌ عِنْدَ اللَّهِ أَوْ قَالَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَسَدٍ وَتَمِيمٍ وَهَوَازِنَ وَغَطَفَانَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah bercerita kepada kami {Hammad} dari {Ayyub} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah ra.} berkata, Nabi saw. bersabda: “Suku Aslam, Ghifar, dan juga diantara suku Muzainah dan Juhainah atau dia berkata: “Atau diantara suku Juhainah atau Muzainah lebih baik di sisi Allah atau dia berkata: “Pada hari qiyamat dari pada Bani Asad, Bani Tamim, Hawazin dan Bani Ghathafan”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3256
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوقُ النَّاسَ بِعَصَاهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah} berkata telah bercerita kepadaku {Sulaiman bin Bilal} dari {Tsaur bin Zaid} dari {Abu Al Ghaits} dari {Abu Hurairah ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga muncul seorang laki-laki dari suku Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya’. (Qahthan adalah nama wilayah atau suku di Yaman. Qahthan biasa disebut juga dengan Himyar).
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3257
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا مَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُغَزَوْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ ثَابَ مَعَهُ نَاسٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ حَتَّى كَثُرُوا وَكَانَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلٌ لَعَّابٌ فَكَسَعَ أَنْصَارِيًّا فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ غَضَبًا شَدِيدًا حَتَّى تَدَاعَوْا وَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ يَا لَلْأَنْصَارِ وَقَالَ الْمُهَاجِرِيُّ يَا لَلْمُهَاجِرِينَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا بَالُ دَعْوَى أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ قَالَ مَا شَأْنُهُمْ فَأُخْبِرَ بِكَسْعَةِ الْمُهَاجِرِيِّ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهَا فَإِنَّهَا خَبِيثَةٌ وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ ابْنُ سَلُولَ أَقَدْ تَدَاعَوْا عَلَيْنَا لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ فَقَالَ عُمَرُ أَلَا نَقْتُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْخَبِيثَ لِعَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّهُ كَانَ يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad} telah mengabarkan kepada kami {Makhlad bin Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepadaku {‘Amru bin Dinar} bahwa dia mendengar {Jabir ra.} berkata “Kami pernah berperang bersama Nabi saw., ketika itu orang-orang Kaum Muhajirin sudah bergabung dan jumlah mereka semakin banyak. Di antara Kaum Muhajirin itu ada seorang laki- laki yang pandai memainkan senjata lalu dia memukul pantat seorang shahabat Anshar sehingga menjadikan orang Anshar ini sangat marah, lalu dia berseru seraya berkata “Wahai Kaum Anshar”. Laki-laki Muhajirin tadi menimpali dan berseru pula “Wahai Kaum Muhajirin”. Akhirnya Nabi saw. datang dan bersabda: “Mengapa seruan-seruan kaum jahiliyah masih saja terus dipertahankan? ‘. Kemudian beliau bertanya “Apa yang terjadi dengan mereka?”. Lalu beliau diberitahu bahwa ada seorang shahabat Muhajirin yang memukul pantat seorang shahabat Anshar. Maka Nabi saw. bersabda: “Tinggalkanlah seruan itu karena hal semacam itu tercela (buruk) “. Setelah itu ‘Abdullah bin Ubbay bin Salul berkata “Apakah mereka (Kaum Muhajirin) tengah mengumpulkan kekuatan untuk melawan kami?. Seandainya kita kembali ke Madinah maka orang yang kuat pasti akan mengusir orang yang hina” (Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengabadikan perkataannya ini dalam QS al-Munafiqun ayat 8). Spontan’Umar berkata “Tidak sebaiknyakah kita bunuh saja orang tercela ini, wahai Rasulullah!” Yang dimaksudnya adalah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul. Maka Nabi saw. bersabda: “Tidak, agar orang-orang tidakberdalih bahwa dia (Muhammad) membunuh shahabatnya’.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3258
حَدَّثَنِي ثَابِتُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح وَعَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Tsabit bin Muhammad} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {‘Abdullah bin Murrah} dari {Masruq} dari {‘Abdullah ra.} dari Nabi saw. Dan diriwayatkan pula, dari {Sufyan} dari {Zubaid} dari {Ibrahim} dari {Masruq} dari {‘Abdullah} dari Nabi saw. bersabda: “Bukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap kematian) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3259
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَمْرُو بْنُ لُحَيِّ بْنِ قَمَعَةَ بْنِ خِنْدِفَ أَبُو خُزَاعَةَ
Terjemahan: Telah bercerita kepadaku {Ishaq bin Ibrahim} telah bercerita kepada kami {Yahya bin Adam} telah mengabarkan kepada kami {Isra’il} dari {Abu Hushain} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah ra.} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “‘Amru bin Luhay bin Qam’ah bin Khindif adalah Abu Khuza’ah”.