Peperangan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3845

حَدَّثَنَا مَحْمُودٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ طَارِقِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَانْطَلَقْتُ حَاجًّا فَمَرَرْتُ بِقَوْمٍ يُصَلُّونَ قُلْتُ مَا هَذَا الْمَسْجِدُ قَالُوا هَذِهِ الشَّجَرَةُ حَيْثُ بَايَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْعَةَ الرِّضْوَانِ فَأَتَيْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ سَعِيدٌ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ كَانَ فِيمَنْ بَايَعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ قَالَ فَلَمَّا خَرَجْنَا مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ نَسِينَاهَا فَلَمْ نَقْدِرْ عَلَيْهَا فَقَالَ سَعِيدٌ إِنَّ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَعْلَمُوهَا وَعَلِمْتُمُوهَا أَنْتُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mahmud} telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah} dari {Isra’il} dari {Thariq bin Abdurrahman} ia berkata “Aku berangkat untuk menunaikan ‘ibadah hajji, aku lewat di hadapan suatu kaum yang sedang melaksanakan shalat. Aku bertanya “Masjid apa ini?”. Mereka menjawab “Ini adalah pohon dimana Rasulullah saw. membai’at para shahabat beliau ketika bai’atur ridhwan”. Kemudian aku menemui Sa’id bin Al Musayyab lalu aku ceritakan hal tadi. {Sa’id} lalu berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} -dia adalah salah seorang shahabat yang ikut berbai’at kepada Rasulullah saw. di bawah pohon itu- katanya “Kami keluar pada tahun berikutnya, namun kami lupa tentang posisi pohon tersebut dan kami tidak dapat menemukannya.” Sa’id berkata “Sesungguhnya para shahabat Muhammad saw. tidak mengetahui posisi pohon tersebut, sementara saat ini kalian mengklaim telah mengetahuinya, apakah kalian lebih tahu (daripada mereka)!.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3846

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا طَارِقٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ كَانَ مِمَّنْ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَرَجَعْنَا إِلَيْهَا الْعَامَ الْمُقْبِلَ فَعَمِيَتْ عَلَيْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} telah menceritakan kepada kami {Thariq} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Bapaknya} -dia termasuk sahabat yang ikut berbai’at di bawah pohon itu- Kemudian kami keluar pada tahun berikutnya, namun pohon tersebut tidak terlihat lagi oleh kami.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3847

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ طَارِقٍ قَالَ ذُكِرَتْ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِالشَّجَرَةُ فَضَحِكَ فَقَالَ أَخْبَرَنِي أَبِيوَكَانَ شَهِدَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qabishah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Tgariq} ia berkata “Diceritakan kepada {Sa’id bin Al Musayyab} tentang pohon bai’atur ridhwan, dia tertawa seraya berkata {Bapakku} telah mengabarkan kepadaku bahwa dia termasuk orang yang ikut dalam bai’atur ridhwan.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3848

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَىوَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَةٍ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam bin Abu Iyas} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amru bin Murrah} ia berkata aku mendengar {Abdullah bin Abu Aufa}, -dia adalah shahabat yang ikut berbai’at di bawah pohon- katanya “Bila suatu kaum datang menemui Nabi saw. dengan membawa sedekah, beliau lalu mendo’akannya: “Allahumma shalli ‘alaihim” (Ya Allah, berilah ampunan kepada mereka). Setelah itu bapakku menemui beliau sambil membawa sedekahnya. Beliaupun mendo’akanya: “Allahumma shalli ‘alaa aalii abu Aufa. (Ya Allah, berilah ampunan kepada keluarga Abu Aufa).”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3849

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ أَخِيهِ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ قَالَلَمَّا كَانَ يَوْمُ الْحَرَّةِ وَالنَّاسُ يُبَايِعُونَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْظَلَةَ فَقَالَ ابْنُ زَيْدٍ عَلَى مَا يُبَايِعُ ابْنُ حَنْظَلَةَ النَّاسَ قِيلَ لَهُ عَلَى الْمَوْتِ قَالَ لَا أُبَايِعُ عَلَى ذَلِكَ أَحَدًا بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ شَهِدَ مَعَهُ الْحُدَيْبِيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {saudaranya} dari {Sulaiman} dari {‘Amru bin Yahya} dari {‘Abbad bin Tamim} ia berkata “Ketika terjadi peperangan Harrah dan orang-orang berbai’at kepada Abdullah bin Hanzhalah, maka {Ibnu Zaid} berkata “Untuk apa orang-orang berbai’at kepada Ibnu Hanzhalah?.” Dikatakan kepadanya “Untuk kematian.” Ibnu Zaid berkata “Aku tidak akan berbai’at kepada seseorang untuk hal itu setelah Rasulullah saw.” -Abdullah bin Zaid adalah sahabat yang ikut bersama beliau saw. dalam perjanjian Hudaibiyyah-.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3850

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَعْلَى الْمُحَارِبِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِيوَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ ثُمَّ نَنْصَرِفُ وَلَيْسَ لِلْحِيطَانِ ظِلٌّ نَسْتَظِلُّ فِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ya’la Al Muharibi} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} telah menceritakan kepada kami {Iyas bin Salamah bin Al Akwa’} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} -dia adalah salah seorang shahabat yang ikut dalam bai’at di bawah pohon- katanya “Kami pernah shalat Jum’at bersama Nabi saw., seusai shalat kami beranjak pergi. Saat itu, tidak ada bayangan dinding yang dapat kami jadikan untuk tempat berteduh.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3851

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَاتِمٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ قُلْتُ لِسَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِعَلَى أَيِّ شَيْءٍ بَايَعْتُمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ قَالَ عَلَى الْمَوْتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Hatim} dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} ia berkata Aku bertanya kepada {Salamah bin Al Akwa’} “Untuk apa kalian berbai’at kepada Rasulullah saw. pada peristiwa Hudaibiyyah?”. Salamah menjawab “Untuk kematian.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3852

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ إِشْكَابٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَقِيتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقُلْتُطُوبَى لَكَ صَحِبْتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَايَعْتَهُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثْنَا بَعْدَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Isykab} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Al ‘Ala` bin Al Musayyab} dari {Bapaknya} ia berkata Aku bertemu {Al Bara’ bin ‘Azib ra.ma} seraya berkata “Beruntunglah kamu karena mendampingi Nabi saw. dan berbai’at kepadanya di bawah pohon pada bai’atur ridhwan.” Al Bara’ berkata “Wahai anak saudaraku, kamu tidak tahu apa yang kami perbuat setelah itu.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3853

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ هُوَ ابْنُ سَلَّامٍ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي قِلَابَةَ أَنَّ ثَابِتَ بْنَ الضَّحَّاكِ أَخْبَرَهُأَنَّهُ بَايَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Shalih} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Salam} dari {Yahya} dari {Abu Qilabah} bahwa {Tsabit bin Adh dhahhak} mengabarkan kepadanya bahwa dia ikut berbai’at kepada Nabi saw. di bawah pohon pada bai’atur ridhwan.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 3854

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ{ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا }قَالَ الْحُدَيْبِيَةُقَالَ أَصْحَابُهُ هَنِيئًا مَرِيئًا فَمَا لَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ{ لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ }قَالَ شُعْبَةُ فَقَدِمْتُ الْكُوفَةَ فَحَدَّثْتُ بِهَذَا كُلِّهِ عَنْ قَتَادَةَ ثُمَّ رَجَعْتُ فَذَكَرْتُ لَهُ فَقَالَ أَمَّا{ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ }فَعَنْ أَنَسٍ وَأَمَّا هَنِيئًا مَرِيئًا فَعَنْ عِكْرِمَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Ishaq} telah menceritakan kepada kami {‘Utsman bin Umar} telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik ra.} Allah berfirman “Sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu kemenagnan yang nyata”, maksudnya adalah perjanjian Hudaibiyyah. Kemudian para shahabat berkata “Sungguh indah dan menyenangkan. Lalu untuk kami apa?”. Maka Allah Ta’ala berfirman “Untuk memasukkan orang-orang beriman laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”. Syu’bah berkata “Aku mengunjungi Kufah lalu aku ceritakan bahwa semua hadits ini dari Qatadah. Kemudian aku kembali lalu aku ceritakan hal ini kepadanya (Qatadah), dia berkata “Adapun penjelasan ayat “Sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu kemenangan adalah dari Anas sedangkan kalimat “Sungguh indah dan menyenangkan” dari ‘Ikrimah.