Peperangan
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3715
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَدِيٍّ عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ ح حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءُ بْنُ يَزِيدَ اللَّيْثِيُّ ثُمَّ الْجُنْدَعِيُّ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَدِيِّ بْنِ الْخِيَارِ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْمِقْدَادَ بْنَ عَمْرٍو الْكِنْدِيَّوَكَانَ حَلِيفًا لِبَنِي زُهْرَةَ وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ إِنْ لَقِيتُ رَجُلًا مِنْ الْكُفَّارِ فَاقْتَتَلْنَا فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ فَقَطَعَهَا ثُمَّ لَاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ فَقَالَ أَسْلَمْتُ لِلَّهِ أَأَقْتُلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَعْدَ أَنْ قَالَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ قَطَعَ إِحْدَى يَدَيَّ ثُمَّ قَالَ ذَلِكَ بَعْدَ مَا قَطَعَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ فَإِنْ قَتَلْتَهُ فَإِنَّهُ بِمَنْزِلَتِكَ قَبْلَ أَنْ تَقْتُلَهُ وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ الَّتِي قَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} dari {Az Zuhri} dari {‘Atha` bin Yazid} dari {‘Ubaidullah bin ‘Adi} dari {Al Miqdad bin Al Aswad}. (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepadaku {Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d} telah menceritakan kepada kami {saudara Ibnu Syihab} dari {Pamannya} dia berkata, telah mengabarkan kepadaku {‘Atha` bin Yazid Al Laitsi Al Junda’i} bahwa {‘Ubaidullah bin ‘Adi bin Al Khiyar} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Al Miqdad bin ‘Amru Al Kindi} -sekutu Bani Zuhrah dan seorang (sahabat) yang pernah ikut serta perang Badr bersama Rasulullah saw.- telah mengabarkan kepadanya, dia berkata kepada Rasulullah saw., “Bagamana pendapat tuan, bila aku menjumpai orang kafir kemudian terjadi tanding antara kami. Lalu ia berhasil memotong tanganku yang sebelah dengan pedang hingga tanganku putus. Setelah itu ia bersembunyi dariku di suatu pohon dan berkata, “Aku telah masuk Islam karena Allah, ” bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan (kalimah laa ilaaha illallah -pent)? ‘ Rasulullah saw. menjawab: “Janganlah kamu membunuhnya.” Miqdad melanjutkan, ‘Wahai Rasulullah, ia telah memotong salah satu tanganku, kemudian ia mengucapkan kalimat itu setelah memotongnya, bolehkah aku membunuhnya? ‘ Rasulullah saw. kembali menjawab: “Janganlah kamu membunuhnya, jika kamu tetap membunuhnya, berarti dia berada di posisimu ketika kamu belum membunuhnya, sedang kamu berada diposisi dia ketika sebelum ia mengucapkannya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3716
حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ بَدْرٍ مَنْ يَنْظُرُ مَا صَنَعَ أَبُو جَهْلٍ فَانْطَلَقَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَوَجَدَهُ قَدْ ضَرَبَهُ ابْنَا عَفْرَاءَ حَتَّى بَرَدَ فَقَالَ آنْتَ أَبَا جَهْلٍقَالَ ابْنُ عُلَيَّةَ قَالَ سُلَيْمَانُ هَكَذَا قَالَهَا أَنَسٌ قَالَ أَنْتَ أَبَا جَهْلٍ قَالَ وَهَلْ فَوْقَ رَجُلٍ قَتَلْتُمُوهُ قَالَ سُلَيْمَانُ أَوْ قَالَ قَتَلَهُ قَوْمُهُ قَالَ وَقَالَ أَبُو مِجْلَزٍ قَالَ أَبُو جَهْلٍ فَلَوْ غَيْرُ أَكَّارٍ قَتَلَنِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Ulayyah} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman At Taimi} telah menceritakan kepada kami {Anas} ra., dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda pada waktu perang Badr: “Siapakah yang sanggup mengabarkan kepadaku keadaan Abu Jahal?” Maka Ibnu Mas’ud berangkat, dan didapatinya Abu Jahal telah dipukul rubuh oleh dua anak Afra’ hingga tidak berdaya. Lalu dia berkata, “Apakah kau Abu Jahl?”, {Ibnu ‘Ulayyah} berkata, {Sulaiman} menyebutkan, “Seperti inilah yang dikatakan oleh {Anas} – Dia berkata, “Kamukah Abu Jahl?” Abu Jahal menjawab, “Apakah ada orang yang lebih mulia dari orang yang kalian bunuh?” {Sulaiman} menyebutkan, “Atau Abu Jahal mengatakan, “Yang dibunuh oleh kaumnya sendiri?” {Abu Mijlas} menyebutkan, “Abu Jahal mengatakan, “Asal aku tidak di bunuh oleh anak seorang petani.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3717
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْلَمَّا تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ لِأَبِي بَكْرٍ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى إِخْوَانِنَا مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَقِينَا مِنْهُمْ رَجُلَانِ صَالِحَانِ شَهِدَا بَدْرًا فَحَدَّثْتُ بِهِ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ هُمَا عُوَيْمُ بْنُ سَاعِدَةَ وَمَعْنُ بْنُ عَدِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} telah menceritakan kepadaku {Ibnu Abbas} dari {Umar} ra.m, “Ketika Nabi saw. wafat, aku berkata kepada Abu Bakr, “Mari kita menemui sahabat kami dari Anshar.” Kemudian kami menjumpai dua orang shalih yang pernah ikut serta perang Badr, lalu aku menceritakan kepada ‘Urwah bin Az Zubair, dia menjawab, “Dua laki-laki shalih tersebut adalah ‘Uwaim bin Sa’idah dan Ma’n bin Adi.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3718
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ فُضَيْلٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍكَانَ عَطَاءُ الْبَدْرِيِّينَ خَمْسَةَ آلَافٍ خَمْسَةَ آلَافٍ وَقَالَ عُمَرُ لَأُفَضِّلَنَّهُمْ عَلَى مَنْ بَعْدَهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia mendengar {Muhammad bin Fudhail} dari {Isma’il} dari {Qais} bahwa {Umar} biasa memberi tunjangan sejumlah lima ribu-lima ribu kepada setiap orang, dia berkata, “Sungguh, aku akan melebihkan lagi kepada orang setelah mereka.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3719
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ وَذَلِكَ أَوَّلَ مَا وَقَرَ الْإِيمَانُ فِي قَلْبِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Manshur} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Muhammad bin Jubair} dari {Ayahnya} dia berkata, “Saya mendengar Nabi saw. membaca (ayat) dalam shalat Maghrib dengan “Thuur”, itulah iman pertama kali yang menancap di dalam hati.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3720
وَعَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي أُسَارَى بَدْرٍ لَوْ كَانَ الْمُطْعِمُ بْنُ عَدِيٍّ حَيًّا ثُمَّ كَلَّمَنِي فِي هَؤُلَاءِ النَّتْنَى لَتَرَكْتُهُمْ لَهُوَقَالَ اللَّيْثُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَقَعَتْ الْفِتْنَةُ الْأُولَى يَعْنِي مَقْتَلَ عُثْمَانَ فَلَمْ تُبْقِ مِنْ أَصْحَابِ بَدْرٍ أَحَدًا ثُمَّ وَقَعَتْ الْفِتْنَةُ الثَّانِيَةُ يَعْنِي الْحَرَّةَ فَلَمْ تُبْقِ مِنْ أَصْحَابِ الْحُدَيْبِيَةِ أَحَدًا ثُمَّ وَقَعَتْ الثَّالِثَةُ فَلَمْ تَرْتَفِعْ وَلِلنَّاسِ طَبَاخٌ
Terjemahan: Dari {Az Zuhri} dari {Muhammad bin Jubair bin Muth’im} dari {Ayahnya}, bahwa Nabi saw. bersabda kepada para tawanan perang Badr: “Seandainya Al Muth’im bin ‘Adiy masih hidup lalu dia berbicara kepadaku untuk pembebasan orang-orang busuk ini pasti aku lepaskan mereka tanpa tebusan.” Dan Al Laits menyebutkan dari Yahya bin Sa’id dari Sa’id bin Al Musayyab, “Fitnah pertama kali muncul, yaitu terbunuhnya Utsman, maka tidak ada seorang pun dari ahli badr yang tersisa. Kemudian muncul fitnah kedua, yaitu peristiwa harrah (zaman Yazid bin Mu’awiyah -pent), tidak ada seorangpun dari sahabat ahli Hudaibiyyah yang tersisa. Kemudian terjadi fitnah ketiga, dan fitnah itu tidak berkesudahan sehingga manusia (para sahabat) tidak lagi memiliki kekuatan.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3721
حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ النُّمَيْرِيُّ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ وَسَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ وَعَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ وَعُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلٌّ حَدَّثَنِي طَائِفَةً مِنْ الْحَدِيثِ قَالَتْفَأَقْبَلْتُ أَنَا وَأُمُّ مِسْطَحٍ فَعَثَرَتْ أُمُّ مِسْطَحٍ فِي مِرْطِهَا فَقَالَتْ تَعِسَ مِسْطَحٌ فَقُلْتُ بِئْسَ مَا قُلْتِ تَسُبِّينَ رَجُلًا شَهِدَ بَدْرًا فَذَكَرَ حَدِيثَ الْإِفْكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hajjaj bin Minhal} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umar An Numairi} telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Yazid} dia berkata, saya mendengar {Az Zuhri} berkata, aku mendengar {‘Urwah bin Az Zubair} dan {Sa’id bin Al Musayyab} dan {‘Alqamah bin Waqqash} dan {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari hadits {‘Aisyah} ra., isteri Nabi saw., dan setiap dari mereka menceritakan kepadaku sekumpulan hadis, Aisyah berkata, “Aku dan Ummu Misthah bertemu, kemudian Ummu Misthah jatuh karena kainnya, lalu dia berkata, “Celakalah Misthah.” Aku pun berkata, “Sungguh jelek apa yang kamu ucapkan, kamu telah mencela seseorang yang pernah ikut perang Badr.” Lalu perawi menyebutkan tentang hadits ifki.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3722
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَهَذِهِ مَغَازِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُلْقِيهِمْ هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَكُمْ رَبُّكُمْ حَقًّاقَالَ مُوسَى قَالَ نَافِعٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُنَادِي نَاسًا أَمْوَاتًا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا قُلْتُ مِنْهُمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ فَجَمِيعُ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنْ قُرَيْشٍ مِمَّنْ ضُرِبَ لَهُ بِسَهْمِهِ أَحَدٌ وَثَمَانُونَ رَجُلًا وَكَانَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ قَالَ الزُّبَيْرُ قُسِمَتْ سُهْمَانُهُمْ فَكَانُوا مِائَةً وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Al Mundzir} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fulaih bin Sulaiman} dari {Musa bin ‘Uqbah} dari {Ibnu Syihab} dia berkata, “Ini berkenaan dengan peperangan yang dialami Rasulullah saw., kemudian ia menyebutkan hadits. Setelah melemparkan mereka ke dalam sumur badar, Rasulullah saw. bersabda kepada mereka: “Apakah kalian mendapati apa yang dijanjikan Rabb kalian adalah benar?” {Musa} berkata, {Nafi’} mengatakan, {Abdullah} berkata, “Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menyeru orang yang telah mati?” Rasulullah saw. menjawab: “Tidaklah kalian lebih mendengar ucapanku daripada mereka.” Abu Abdullah mengatakan, “Kemudian orang-orang Quraisy yang ikut serta dalam perang Badr dikumpulkan, dan yang diberi bagian harta rampasan perang berjumlah delapan puluh satu orang.” Urwah bin Az Zubair berkata, Az Zubair berkata, “Bagian (dari rampasan perang) mereka dibagi-bagi, dan mereka diberi seratus bagian. Wallahu a’lam.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3723
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الزُّبَيْرِ قَالَضُرِبَتْ يَوْمَ بَدْرٍ لِلْمُهَاجِرِينَ بِمِائَةِ سَهْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ibrahim bin Musa} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam} dari {Ma’mar} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Ayahnya} dari {Az Zubair} dia berkata, “Kaum Muhajirin diberi seratus bagian (dari harta ghanimah Badr).”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 3724
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَحَارَبَتْ النَّضِيرُ وَقُرَيْظَةُ فَأَجْلَى بَنِي النَّضِيرِ وَأَقَرَّ قُرَيْظَةَ وَمَنَّ عَلَيْهِمْ حَتَّى حَارَبَتْ قُرَيْظَةُ فَقَتَلَ رِجَالَهُمْ وَقَسَمَ نِسَاءَهُمْ وَأَوْلَادَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إِلَّا بَعْضَهُمْ لَحِقُوا بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَآمَنَهُمْ وَأَسْلَمُوا وَأَجْلَى يَهُودَ الْمَدِينَةِ كُلَّهُمْ بَنِي قَيْنُقَاعَ وَهُمْ رَهْطُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ وَيَهُودَ بَنِي حَارِثَةَ وَكُلَّ يَهُودِ الْمَدِينَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Nahsr} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} dari {Musa bin ‘Uqbah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} ra.ma, dia berkata, “Bani Nadhir dan Bani Quraidzah pernah hendak menyerang (Nabi). Maka Bani Nadhir diusir, dan Bani Quraidzah tetap (berada di Madinah-pent) sampai akhirnya bani Quraidhah memerangi beliau setelah itu. Maka pun beliau membunuh kaum laki-laki mereka, membagi-bagikan para wanita dan anak-anak, serta harta benda mereka kepada kaum muslimin. Namun sebagian mereka ada yang menemui Nabi saw. untuk meminta jaminan keamanan dan masuk Islam. Dan beliau juga mengeluarkan seluruh kaum Yahudi yang ada di Madinah, baik itu Bani Qainuqa’ para pengikut Abdullah bin Salam, Bani Haritsah, dan semua kaum Yahudi yang ada di Madinah tanpa terkecuali.”