Keutamaan Sahabat

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 4437

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ الْخَلِيلِ وَسُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ ابْنِ مُسْهِرٍ قَالَ إِسْمَعِيلُ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَكُنْتُ أَنَا وَعُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ مَعَ النِّسْوَةِ فِي أُطُمِ حَسَّانَ فَكَانَ يُطَأْطِئُ لِي مَرَّةً فَأَنْظُرُ وَأُطَأْطِئُ لَهُ مَرَّةً فَيَنْظُرُ فَكُنْتُ أَعْرِفُ أَبِي إِذَا مَرَّ عَلَى فَرَسِهِ فِي السِّلَاحِ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي فَقَالَ وَرَأَيْتَنِي يَا بُنَيَّ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ جَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ أَبَوَيْهِ فَقَالَ فَدَاكَ أَبِي وَأُمِّيو حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ الْخَنْدَقِ كُنْتُ أَنَا وَعُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ فِي الْأُطُمِ الَّذِي فِيهِ النِّسْوَةُ يَعْنِي نِسْوَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ مُسْهِرٍ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُرْوَةَ فِي الْحَدِيثِ وَلَكِنْ أَدْرَجَ الْقِصَّةَ فِي حَدِيثِ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ الزُّبَيْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Al Khalil} dan {Suwaid bin Sa’id} keduanya dari {Ibnu Mushir} dia berkata {Isma’il} Telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Mushir} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Abdullah bin Az Zubair} dia berkata “Pada saat terjadi perang Khandak, saya dan Umar bin Abu Salamah berada di benteng Hassan bersama kaum wanita. Suatu ketika ia merundukkan kepalanya kepada saya dan saya memperhatikannya. Lalu saya pun merundukkan kepala saya kepadanya dan ia pun memperhatikannya. Saya mengenali ayah saya dengan baik ketika ia lewat dengan mengendarai kuda sambil menyandang senjata menuju Bani Quraizhah. Perawi hadits berkata, “Saya diberitahu oleh {Abdullah bin Urwah} dari {Abdullah bin Zubair} dia berkata, lalu saya tuturkan hal itu kepada {ayahku} dan ia pun berkata, Apakah kamu melihatku hai anakku?” Saya menjawab “Ya, hai ayah!” Ayah saya berkata “Demi Allah, pada hari itu Rasulullah mengumpulkan kedua orang tuanya untukku seraya berkata: ‘Tebusanmu adalah bapak dan ibuku! Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Hisyam} dari {Bapaknya} dari {‘Abdillah bin Az Zubair} dia berkata “Pada saat terjadi perang Khandak, saya dan Umar bin Abu Salamah berada di sebuah benteng yang disana ada beberapa istri Rasulullah. (dan seterusnya sebagaimana yang semakna dengan Hadits Ibnu Mushir melalui jalur ini. Tetapi di dalamnya tidak menyebutkan Abdullah bin Urwah, dia menyisipkannya di dalam Hadits Hisyam dari Bapaknya dari Ibnu Zubair.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4438

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عَلَى حِرَاءٍ هُوَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ فَتَحَرَّكَتْ الصَّخْرَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اهْدَأْ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدٌ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul ‘Aziz} yaitu Ibnu Muhammad dari {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa ketika Rasulullah saw. berada di gua hira` bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah dan Zubair, tiba-tiba batu besar (yang mereka injak) bergetar, maka Rasulullah saw. bersabda: “Tenanglah, tidaklah bersamamu kecuali seorang Nabi, atau Ash Shiddiq, atau Syahid.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4439

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ خُنَيْسٍ وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عَلَى جَبَلِ حِرَاءٍ فَتَحَرَّكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْكُنْ حِرَاءُ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدٌ وَعَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Yazid bin Khunais} dan {Ahmad bin Yusuf Al Azdi} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Abu Uwais} Telah menceritakan kepadaku {Sulaiman bin Bilal} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw. sedang berada di atas gunung Hira’. Tiba-tiba gunung tersebut bergerak, maka Rasulullah berkata: “Hai Hira’, tenanglah! Tidak ada orang yang berada di atasmu melainkan seorang nabi, atau seorang shiddiq, ataupun seorang syahid.” Pada saat itu, di atas gunung Hira’ tersebut, ada Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, dan Said bin Abu Waqqash -Radliallah ‘Anhum-.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4440

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَعَبْدَةُ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَتْ لِي عَائِشَةُأَبَوَاكَ وَاللَّهِ مِنَ{ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمْ الْقَرْحُ }و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ تَعْنِي أَبَا بَكْرٍ وَالزُّبَيْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dan {Abdah} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Bapaknya} dia berkata {‘Aisyah} pernah berkata kepadaku: Demi Allah, kedua orang tuamu itu termasuk dari “orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud) …”. Telah menceritakannya kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} melalui jalur ini, dan ia menambahkan: yakni Abu Bakar dan Az Zubair.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4441

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ الْبَهِيِّ عَنْ عُرْوَةَ قَالَقَالَتْ لِي عَائِشَةُ كَانَ أَبَوَاكَ مِنَ{ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمْ الْقَرْحُ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib Muhammad bin Al Allaa} Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Ismail} dari {Al Bahi} dari {Urwah} dia berkata ” {Aisyah} pernah berkata kepadaku: ‘Demi Allah, kedua orang tuamu itu termasuk dari orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud) …”.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4442

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ قَالَ أَنَسٌقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَإِنَّ أَمِينَنَا أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin ‘Ulayyah} dari {Khalid} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin Ulayyah} Telah mengabarkan kepada kami {Khalid} dari {Abu Qilabah} dia berkata {Anas} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya setiap umat memiliki ‘Amin’ (penjaga/orang terpercaya) dan Amin kita adalah Abu Ubaidah bin Jarrah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4443

حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّ أَهْلَ الْيَمَنِ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ابْعَثْ مَعَنَا رَجُلًا يُعَلِّمْنَا السُّنَّةَ وَالْإِسْلَامَ قَالَ فَأَخَذَ بِيَدِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَقَالَ هَذَا أَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Amru An Naqid} Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah dari {Tsabit} dari {Anas} bahwa penduduk Yaman datang kepada Nabi saw. seraya berkata Ya Rasulullah, kirimkanlah kepada kami seseorang yang dapat mengajari kami tentang sunnah dan Islam. Beliau lalu menarik Abu Ubaidah seraya bersabda: “Inilah orangnya, dia adalah penjaga umat ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4444

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَقَ يُحَدِّثُ عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَجَاءَ أَهْلُ نَجْرَانَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْعَثْ إِلَيْنَا رَجُلًا أَمِينًا فَقَالَ لَأَبْعَثَنَّ إِلَيْكُمْ رَجُلًا أَمِينًا حَقَّ أَمِينٍ حَقَّ أَمِينٍ قَالَ فَاسْتَشْرَفَ لَهَا النَّاسُ قَالَ فَبَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِحَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Ibnu Basysyar} dan lafazh ini milik Ibnu Al Mutsanna dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dia berkata Aku mendengar {Abu Ishaq} bercerita dari {Shilah bin Zufar} dari {Hudzaifah} dia berkata “Pada suatu ketika orang-orang Najran pernah datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata ‘Ya Rasulullah, utuslah kepada kami seseorang yang jujur dan dipercaya.’ LaIu Rasulullah pun berkata: ‘Sungguh aku akan mengutus kepada kalian seseorang yang sangat jujur dan dapat dipercaya.’ Hudzaifah berkata ‘Para sahabat merasa penasaran dan akhirnya menunggu-nunggu orang yang dimaksud oleh Rasulullah itu. Ternyata Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah.” Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} Telah mengabarkan kepada kami {Abu Dawud Al Hafari} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4445

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِحَسَنٍ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ وَأَحْبِبْ مَنْ يُحِبُّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Hanbal} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} Telah menceritakan kepadaku {Ubaidullah bin Abu Yazid} dari {Nafi’ bin Jubair} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. bahwa beliau berdoa untuk Hasan: “Ya Allah, Sungguh Aku mencintainya, maka cintailah dia olehMu dan cintailah orang-orang yang mencintainya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4446

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَخَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَائِفَةٍ مِنْ النَّهَارِ لَا يُكَلِّمُنِي وَلَا أُكَلِّمُهُ حَتَّى جَاءَ سُوقَ بَنِي قَيْنُقَاعَ ثُمَّ انْصَرَفَ حَتَّى أَتَى خِبَاءَ فَاطِمَةَ فَقَالَ أَثَمَّ لُكَعُ أَثَمَّ لُكَعُ يَعْنِي حَسَنًا فَظَنَنَّا أَنَّهُ إِنَّمَا تَحْبِسُهُ أُمُّهُ لِأَنْ تُغَسِّلَهُ وَتُلْبِسَهُ سِخَابًا فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ جَاءَ يَسْعَى حَتَّى اعْتَنَقَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا صَاحِبَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ وَأَحْبِبْ مَنْ يُحِبُّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Umar} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ubaidillah bin Abu Yazid} dari {Nafi’ bin Jubair bin Muth’im} dari {Abu Hurairah} dia berkata “Pada suatu siang saya keluar bersama Rasulullah saw. Beliau tidak berbicara kepada saya dan saya pun tidak berbicara kepada beliau hingga beliau mendatangi pasar Bani Qainuqa’. Kemudian beliau pulang dan mendatangi tenda Fatimah seraya bertanya: ‘Apakah ada Luka’? Apakah ada Luka’? ‘ (Yang dimaksud dengan Luka’ adalah Hasan) Kami menduga bahwasanya Hasan sedang dibawa oleh ibunya untuk dimandikan dan dipakaikan seutas kalung tanpa permata. Tak lama kemudian Hasan muncul dan akhirnya keduanya (Rasulullah dan Hasan) saling berpelukan. lalu Rasulullah saw. berdoa: ‘Ya Allah, sungguh saya mencintainya. Oleh karena itu, cintailah ia dan cintailah orang yang mencintainya.’