Qussamah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4747

أَخْبَرَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ قَالَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُكَتَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ بَطْنٍ عُقُولَةً وَلَا يَحِلُّ لِمَوْلًى أَنْ يَتَوَلَّى مُسْلِمًا بِغَيْرِ إِذْنِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Abbas bin Abdul ‘Azhim} telah menceritakan kepada kami {Adh Dhahhak bin Makhlad} dari {Ibnu Juraij}, dia berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Az Zubair} bahwa dia mendengar {Jabir} berkata “Rasulullah saw. menetapkan diyat atas setiap perut dan tidak halal bagi seorang tuan untuk menisbatkan seorang muslim sebagai budaknya yang telah dimerdekakan tanpa seizinnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4748

أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ وَمُحَمَّدُ بْنُ مُصَفَّى قَالَا حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌأَخْبَرَنِي مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ جَدِّهِ مِثْلَهُ سَوَاءً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {‘Amru bin Utsman} dan {Muhammad bin Mushaffa}, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Al Walid} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {ayahnya} dari {kakekknya}, dia berkata “Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang mengobati dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.” Telah menceritakan kepadaku {Mahmud bin Khalid} telah menceritakan kepadaku {Al Walid} dari {Ibn Juraij} dari {Amru bin Syu’aib} dari {kakekknya} sama seperti itu.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4749

أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبْجَرَ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَبِي فَقَالَ مَنْ هَذَا مَعَكَ قَالَ ابْنِي أَشْهَدُ بِهِ قَالَ أَمَا إِنَّكَ لَا تَجْنِي عَلَيْهِ وَلَا يَجْنِي عَلَيْكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Harun bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Abdul Malik bin Abjar} dari {Iyad bin Laqith} dari {Abu Rimtsah}, dia berkata “Saya bersama ayahku datang kepada Rasulullah saw., beliau bersabda: “Siapa ini yang bersamamu?” ayahku berkata “Anakku, saya bersaksi dengannya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia tidak dihukum karena kejahatanmu dan engkau tidak dihukum karena kejahatannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4750

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ زَهْدَمٍ الْيَرْبُوعِيِّ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فِي أُنَاسٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ قَتَلُوا فُلَانًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَتَفَ بِصَوْتِهِ أَلَا لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى الْأُخْرَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin As Sari} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Asy’ats} dari {Al Aswad bin Hilal} dari {Tsa’labah bin Zahdam Al Yarbu’i}, dia berkata “Rasulullah saw. berkhutbah diantara orang-orang Anshar, kemudian mereka berkata “Wahai Rasulullah mereka adalah Bani Tsa’labah bin Yarbu’, mereka membunuh fulan pada masa Jahiliyah.” Lalu Nabi saw. berbisik: “Ketahuilah sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4751

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ زَهْدَمٍ قَالَانْتَهَى قَوْمٌ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ قَتَلُوا فُلَانًا رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى أُخْرَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Hisyam} dari {Sufyan} dari {Asy’ats bin Abu Asy Asya’tsa`} dari {Al Aswad bin Hilal} dari {Tsa’labah bin Zahdam} beberapa orang dari Bani Tsa’labah datang kepada Nabi saw. yang sedang berkhutbah, kemudian seseorang berkata “Wahai Rasulullah, orang-orang Bani Tsa’labah bin Yarbu’ telah membunuh Fulan dari kalangan sahabat Nabi saw., kemudian Nabi saw. bersabda: “Sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4752

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ قَالَ سَمِعْتُ الْأَسْوَدَ بْنَ هِلَالٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍأَنَّ نَاسًا مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ قَتَلُوا فُلَانًا رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى أُخْرَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Abu Daud} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Asy’ats bin Abu Asy Sya’ tsa`}, saya mendengar {Al Aswad bin Hilal} bercerita dari {seseorang dari Bani Tsa’labah bin Yarbu’} bahwa beberapa orang dari Bani Tsa’labah mendatangi Nabi saw., kemudian seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Tsa’labah bin Yarbu’, mereka telah membunuh seseorang dari sahabat Nabi saw. Kemudian Nabi saw. bersabda: “Sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4753

أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَتَّابٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَشْعَثِ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ هِلَالٍ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍأَنَّ نَاسًا مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ أَصَابُوا رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ قَتَلَتْ فُلَانًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى أُخْرَىقَالَ شُعْبَةُ أَيْ لَا يُؤْخَذُ أَحَدٌ بِأَحَدٍ وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Attab} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Asy’ats bin Sulaim} dari {Al Aswad bin Hilal} dan dia telah mengetahui Nabi saw., dari {seseorang dari Bani Tsa’labah bin Yarbu’} bahwa beberapa orang dari Bani Tsa’labah membunuh seorang sahabat Nabi saw., kemudian seorang laki-laki dari kalangan sahabat Rasulullah saw. berkata “Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Tsa’labah, mereka telah membunuh Fulan.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.” Syu’bah berkata “Yaitu tidak dihukum seseorang karena orang lain.” Wallahu ‘alam.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4754

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ الْأَشْعَثِ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَكَلَّمُ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ الَّذِينَ أَصَابُوا فُلَانًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَعْنِي لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى نَفْسٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Al Asy’ats bin Sulaim} dari {ayahnya} dari {seseorang dari Bani Tsa’labah bin Yarbu’}, dia berkata “Saya datang menemui Nabi saw. ketika beliau sedang berbicara. Kemudian seseorang berkata “Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Tsa’labah bin Yarbu’ yang telah membunuh Fulan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Tidak, sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4755

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي يَرْبُوعٍ قَالَأَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُكَلِّمُ النَّاسَ فَقَامَ إِلَيْهِ نَاسٌ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو فُلَانٍ الَّذِينَ قَتَلُوا فُلَانًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى أُخْرَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad bin As Sari} dalam haditsnya dari {Abu Al Ahwash} dari {Al Asy’ats} dari {ayahnya} dari {seorang laki-laki dari Bani Yarbu’}, dia berkata “Saya datang menemui Nabi saw. ketika beliau sedang berbicara dengan orang-orang, kemudian beberapa orang menemui beliau dan berkata “Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Fulan yang telah membunuh Fulan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Sebuah jiwa tidak dihukum karena kejahatan jiwa yang lain.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4756

أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ وَهُوَ ابْنُ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ طَارِقٍ الْمُحَارِبِيِّأَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ الَّذِينَ قَتَلُوا فُلَانًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَخُذْ لَنَا بِثَأْرِنَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ لَا تَجْنِي أُمٌّ عَلَى وَلَدٍ مَرَّتَيْنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yusuf bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Al Fadhl bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Yazid yaitu Ibnu Ziyad bin Abu Al Ja’di} dari {Jami’ bin Syaddad} dari {Thariq Al Muharibi} bahwa seseorang berkata “Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Tsa’labah yang membunuh Fulan pada masa Jahiliyah, maka lakukanlah pembalasan untuk kami, lalu beliau mengangkat tangan beliau hingga terlihat putih ketiaknya, beliau bersabda: “Tidaklah seorang anak dihukum karena kejahatan ibunya, ” sebanyak dua kali.