Berbuat Baik, Menyambut Silaturahmi dan Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 4721

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًاحَدَّثَنَا مِنْجَابُ بْنُ الْحَارِثِ التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ مُسْهِرٍ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ كِلَاهُمَا عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِي حَدِيثِ عِيسَى وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ مُسْهِرٍ حَتَّى يَكْتُبَهُ اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair} Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dan {Waki’} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {‘Abdullah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: ‘Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.'” Telah menceritakan kepada kami {Minjab bin Al Harits At Tamimi} Telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Mushir} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali} Telah mengabarkan kepada kami {‘Isa bin Yunus} keduanya dari {Al A’masy} melalui jalur ini. Namun di dalam Hadits Isa tidak disebutkan lafazh ‘memelihara kejujuran dan memelihara kedustaan.’ Sedangkan di dalam Hadits Ibnu Mushir disebutkan dengan lafazh Hatta yuktabahullah.’ (hingga Allah mencatatnya sebagai pendusta).

Sahih Muslim | Hadits No. : 4722

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا قَالَ فَمَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَيْسَ بِذَلِكَ وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ كِلَاهُمَا عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dan {‘Utsman bin Abu Syaibah} lafazh ini milik Qutaibah. Dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Al Harits bin Suwaid} dari {‘Abdullah bin Mas’ud} dia berkata Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabat: ‘Menurut kalian, siapakah orang yang mandul itu? ‘ Abdullah bin Mas’ud berkata ‘Kami menjawab ‘Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Bukan itu yang dimaksud dengan mandul. Tetapi yang dimaksud dengan mandul adalah orang yang tidak dapat memberikan apa-apa kepada anaknya.’ Kemudian Rasulullah saw. bertanya lagi: ‘Siapakah orang yang kalian anggap paling kuat? ‘ Abdullah bin Mas’ud berkata ‘Kami menjawab ‘Yaitu orang yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain.'” RasululIah berkata: ‘Bukan itu yang dimaksud dengan orang yang paling kuat. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah.’ Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Abu Kuraib} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} Telah mengabarkan kepada kami {‘Isa bin Yunus} seluruhnya dari {Al A’masy} melalui jalur ini dengan Hadits yang semakna.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4723

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَعَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَا كِلَاهُمَا قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {‘Abdul A’laa bin Hammad} keduanya berkata keduanya telah aku bacakan di hadapan {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang paling kuat bukanlah orang yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4724

حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ قَالُوا فَالشَّدِيدُ أَيُّمَ هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِو حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بِهْرَامَ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ كِلَاهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajib bin Al Walid} Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Harb} dari {Az Zubaidi} dari {Az Zuhri} Telah mengabarkan kepadaku {Humaid bin ‘Abdur Rahman} bahwa {Abu Hurairah} berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Bukanlah yang disebut dengan kuat itu orang yang jago gulat.” Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, lalu siapakah yang disebut dengan orang yang kuat?” Beliau menjawab: “Yaitu orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” Dan telah menceritakannya kepada kami {Muhammad bin Rafi’} dan {‘Abad bin Humaid} seluruhnya dari {‘Abdur Razzaq} Telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin Bihram} Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Yaman} Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} keduanya dari {Az Zuhri} dari {Humaid bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4725

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَاسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا تَحْمَرُّ عَيْنَاهُ وَتَنْتَفِخُ أَوْدَاجُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْرِفُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ الَّذِي يَجِدُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَالَ الرَّجُلُ وَهَلْ تَرَى بِي مِنْ جُنُونٍقَالَ ابْنُ الْعَلَاءِ فَقَالَ وَهَلْ تَرَى وَلَمْ يَذْكُرْ الرَّجُلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {Muhammad bin Al A’laa} keduanya berkata {Yahya} Telah mengabarkan kepada kami dan berkata {Ibnu Al A’laa} Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dari {Al A’masy} dari {‘Adi bin Tsabit} dari {Sulaiman bin Shurad} dia berkata “Pada suatu hari ada dua orang laki-laki yang saling mencaci maki di sisi Rasulullah saw. Kemudian salah seorang di antara keduanya merah kedua matanya (karena marah) dan keringatnya bercucuran. Lalu Rasulullah melihatnya dan berkata: ‘Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang. Audzu billahi minasy-syaithaainir rajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk).’ ‘ Orang laki-laki yang marah tersebut berkata ‘Apakah kamu menganggap saya sudah gila? Ibnu Al ‘Alaa`i berkata Apakah kamu menganggap saya sudah gila? -tanpa menyebutkan kalimat ‘ar rajul.’-

Sahih Muslim | Hadits No. : 4726

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ سَمِعْتُ الْأَعْمَشَ يَقُولُ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ ثَابِتٍ يَقُولُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ قَالَاسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا يَغْضَبُ وَيَحْمَرُّ وَجْهُهُ فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَامَ إِلَى الرَّجُلِ رَجُلٌ مِمَّنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَدْرِي مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آنِفًا قَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ أَمَجْنُونًا تَرَانِيو حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin ‘Ali Al Jahdhami} Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} Aku mendengar {Al A’masy} berkata Aku mendengar {‘Adi bin Tsabit} berkata Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Shurad} dia berkata “Pada suatu hari ada dua orang laki-laki yang saling mencaci maki di sisi Rasulullah saw. Kemudian salah seorang di antara keduanya marah dan merah mukanva. Lalu Rasulullah melihatnya dan berkata: ‘Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang. Audzu billahi minasy-syaithaainir rajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk).’ Setelah itu, orang yang marah itu didekati oleh seseorang yang telah mendengar ucapan Rasulullah saw. dan ia berkata kepadanya ‘Mengertikah kamu apa yang telah diucapkan Rasulullah saw. tadi? Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda: ‘Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka nafsu amarahnya akan hilang. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.’ Orang laki-laki yang marah tersebut berkata ‘Apakah kamu menganggap saya sudah gila? ‘ Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Ghiyats} dari {Al A’masy} melalui jalur ini.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4727

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا صَوَّرَ اللَّهُ آدَمَ فِي الْجَنَّةِ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتْرُكَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ مَا هُوَ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خُلِقَ خَلْقًا لَا يَتَمَالَكُحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} dari {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit} dari {Anas} bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: “Setelah membentuk tubuh Adam alaihi salam, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun membiarkannya di surga sesuai dengan kehendak-Nya. Tak lama kemudian, iblis datang mengitari tubuh Adam sambil mengamati. Setelah mengetahui bahwasanya tubuh Adam itu mempunyai rongga, maka lblis pun mengerti bahwasanya Adam diciptakan dalam kondisi yang tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Nafi’} Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Hammad} melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4728

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ يَعْنِي الْحِزَامِيَّ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَجْتَنِبْ الْوَجْهَحَدَّثَنَاه عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab} Telah menceritakan kepada kami {Al Mughirah} yaitu Al Hizami dari {Abu Al Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berkelahi dengan saudaranya maka hindarilah memukul bagian muka.” Telah menceritakannya kepada kami {‘Amru An Naqid} dan {Zuhair bin Harb} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abu Az Zinad} melalui jalur ini dengan lafazh Apabila dharaba (memukul) salah seorang dari kalian.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4729

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَتَّقِ الْوَجْهَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Syaiban bin Farrukh} Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. bersabda: “Apabilah salah seorang dari kalian berkelahi, dengan saudaranya sesama muslim maka hindarilah dari memukul wajah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4730

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ سَمِعَ أَبَا أَيُّوبَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلَا يَلْطِمَنَّ الْوَجْهَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Mu’adz Al ‘Anbari} Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dia mendengar {Abu Ayyub} bercerita dari {Abu Hurairah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: ‘Apabila salah seorang darimu berkelahi dengan saudaranya yang muslim, maka janganlah menampar wajah.'”