Berbuat Baik, Menyambut Silaturahmi dan Adab
Sahih Muslim | Hadits No. : 4691
حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَسْتُرُ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Umayyah bin Bistham Al ‘Aisyi} Telah menceritakan kepada kami {Yazid} yaitu Ibnu Zurai’ Telah menceritakan kepada kami {Rauh} dari {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala tidak menutupi seorang hamba di dunia, kecuali Allah juga akan menutupinya pada hari kiamat kelak.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4692
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} Telah menceritakan kepada kami {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4693
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ كُلُّهُمْ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَهُوَ ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُأَنَّ رَجُلًا اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ائْذَنُوا لَهُ فَلَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ أَوْ بِئْسَ رَجُلُ الْعَشِيرَةِ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ أَلَانَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْتَ لَهُ الَّذِي قُلْتَ ثُمَّ أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ مَعْنَاهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ بِئْسَ أَخُو الْقَوْمِ وَابْنُ الْعَشِيرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dan {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {‘Amru An Naqid} dan {Zuhair bn Harb} dan {Ibnu Numair} seluruhnya dari {Ibnu ‘Uyainah} dan lafazh ini milik Zuhair dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} yaitu Ibnu ‘Uyainah dari {Ibnu Al Munkadir} dia mendengar {‘Urwah bin Az Zubair} berkata Telah menceritakan kepadaku {‘Aisyah} bahwasanya ada seorang laki-laki meminta izin untuk masuk ke rumah dan bertemu dengan Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabat: “Izinkanlah ia masuk, sungguh sangat buruk perangainya, atau orang yang paling jelek di kabilahnya.” Setelah orang tersebut masuk, maka Rasulullah saw. berbicara kepadanya dengan Iunak. Aisyah berkata ‘Saya bertanya kepada Rasulullah ‘Ya Rasulullah, tadi sebelum orang tersebut masuk, engkau berkata seperti itu, tapi setelah ia masuk, maka engkau berkata kepadanya dengan lembut.’ Rasulullah saw. menjawab: ‘Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang dihindari oleh manusia karena takut kejelekannya.’ Telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Rafi’} dan {‘Abad bin Humaid} seluruhnya dari {‘Abdur Razzaq} Telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu AL Munkadir} melalui jalur ini dengan Hadits yang semakna. Namun dia berkata dengan lafazh beliau bersabda: ‘Sejelek-jelek saudara suatu kaum atau seseorang dari mereka.’
Sahih Muslim | Hadits No. : 4694
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ جَرِيرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} Telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} Telah menceritakan kepada kami {Manshur} dari {Tamim bin Salamah} dari {‘Abdur Rahman bin Hilal} dari {Jarir} dari Nabi saw. bersabda: ‘Barang siapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.'”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4695
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا حَفْصٌ يَعْنِي ابْنَ غِيَاثٍ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لَهُمَا قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا و قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هِلَالٍ الْعَبْسِيِّ قَالَ سَمِعْتُ جَرِيرًا يَقُولُاسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Abu Sa’id Al Asyaj} dan {Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair} mereka berkata Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id Al Asyaj} Telah menceritakan kepada kami {Hafsh} yaitu Ibnu Ghiyats seluruhnya dari {Al A’masy} Dan telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} dan {Ishaq bin Ibrahim} dan lafazh ini milik keduanya {Zuhair} berkata Telah menceritakan kepada kami dan berkata {Ishaq} Telah mengabarkan kepada kami {Jarir} dari {Al A’masy} dari {Tamim bin Salamah} dari {‘Abdur Rahman bin Hilal Al ‘Absi} dia berkata Aku mendengar {Jarir} berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.'”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4696
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي إِسْمَعِيلَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ سَمِعْتُ جَرِيرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُاقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حُرِمَ الرِّفْقَ حُرِمَ الْخَيْرَ أَوْ مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdul Wahid bin Ziyad} dari {Muhammad bin Abu Isma’il} dari {‘Abdur Rahman bin Hilal} dia berkata Aku mendengar {Jarir bin ‘Abdullah} berkata Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.'”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4697
حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ يَعْنِي بِنْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya At Tujibi} Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah bin Wahb} Telah mengabarkan kepadaku {Haiwah} Telah menceritakan kepadaku {Ibnu Al Had} dari {Abu Bakr bin Hazm} dari {‘Amrah} yaitu putri ‘Abdur Rahman dari {‘Aisyah} istri Nabi saw. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: “Hai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah akan memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4698
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمِقْدَامِ وَهُوَ ابْنُ شُرَيْحِ بْنِ هَانِئٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُحَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ الْمِقْدَامَ بْنَ شُرَيْحِ بْنِ هَانِئٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ رَكِبَتْ عَائِشَةُ بَعِيرًا فَكَانَتْ فِيهِ صُعُوبَةٌ فَجَعَلَتْ تُرَدِّدُهُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Mu’adz Al ‘Anbari} Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Miqdam} yaitu Ibnu Syuraih bin Hani dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} istri Nabi saw. dari Nabi saw. beliau telah bersabda: “Sesungguhnya kasih sayang itu tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, jika kasih sayang itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk.” Telah menceritakannya kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Ibnu Basysyar} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} aku mendengar {Al Miqdam bin Syuraih bin Hani} melalui jalur ini. Namun di dalam Haditsnya ada tambahan Suatu ketika Aisyah menaiki seekor unta, namun dia merasa kesulitan hingga dia menarik-narik unta itu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: ‘Hendaklah kamu berbuat lembut kepadanya, –lalu perawi menyebutkan Hadits yang serupa.-‘
Sahih Muslim | Hadits No. : 4699
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَبَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَامْرَأَةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ عَلَى نَاقَةٍ فَضَجِرَتْ فَلَعَنَتْهَا فَسَمِعَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَدَعُوهَا فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌقَالَ عِمْرَانُ فَكَأَنِّي أَرَاهَا الْآنَ تَمْشِي فِي النَّاسِ مَا يَعْرِضُ لَهَا أَحَدٌ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو الرَّبِيعِ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا الثَّقَفِيُّ كِلَاهُمَا عَنْ أَيُّوبَ بِإِسْنَادِ إِسْمَعِيلَ نَحْوَ حَدِيثِهِ إِلَّا أَنَّ فِي حَدِيثِ حَمَّادٍ قَالَ عِمْرَانُ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهَا نَاقَةً وَرْقَاءَ وَفِي حَدِيثِ الثَّقَفِيِّ فَقَالَ خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَأَعْرُوهَا فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Zuhair bin Harb} seluruhnya dari {Ibnu ‘Ulayyah}. {Zuhair} berkata Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} Telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata “Ketika Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang tengah mengendarai unta. Namun, unta yang sedang dikendarainya itu memberontak dengan tiba-tiba. Lalu dengan serta-merta wanita itu mengutuk untanya. Ketika Rasulullah mendengar ucapan wanita itu, beliau pun bersabda: ‘Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dikutuk.’ Imran berkata ‘Sepertinya saya melihat unta tersebut berjalan bersama rombongan kafilah tanpa ada seorang pun yang mengendarainya.’ Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dan {Abu Ar Rabi’} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Zaid Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Umar} Telah menceritakan kepada kami {Ats Tsaqafi} keduanya dari {Ayyub} dengan sanad Isma’il yang serupa dengan Hadits tersebut. Namun di dalam Hadits Hammad, Imran berkata ‘Sepertinya aku melihat unta itu warna putihnya telah bercampur dengan warna hitam.’ Sedangkan di dalam Hadits Ats Tsaqafi beliau bersabda: ‘Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dikutuk.’
Sahih Muslim | Hadits No. : 4700
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَبَيْنَمَا جَارِيَةٌ عَلَى نَاقَةٍ عَلَيْهَا بَعْضُ مَتَاعِ الْقَوْمِ إِذْ بَصُرَتْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَضَايَقَ بِهِمْ الْجَبَلُ فَقَالَتْ حَلْ اللَّهُمَّ الْعَنْهَا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَاحِبْنَا نَاقَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ ح و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ فِي حَدِيثِ الْمُعْتَمِرِ لَا أَيْمُ اللَّهِ لَا تُصَاحِبْنَا رَاحِلَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌ مِنْ اللَّهِ أَوْ كَمَا قَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil Al Jahdari Fudhail bin Husain} Telah menceritakan kepada kami {Yazid} yaitu Ibnu Zurai’ Telah menceritakan kepada kami {At Taimi} dari {Abu ‘Utsman} dari {Abu Barzah Al Aslami} dia berkata Pada suatu ketika seorang budak wanita sedang mengendarai unta dengan membawa perbekalan kaumnya. Lalu wanita tersebut melewati pegunungan yang sempit, hingga tatkala ia melihat Nabi saw., ia berkata Hus, Hus, Ya Allah terkutuklah unta ini! Maka Nabi saw. bersabda: “Kita tidak boleh menyertai unta yang terkutuk.’ Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdul A’laa} Telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku {‘Ubaidullah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Yahya} yaitu Ibnu Sa’id seluruhnya dari {Sulaiman At Taimi} melalui jalur ini. Di dalam Hadits Al Mu’tamir ada tambahan kalimat ‘Demi Allah, janganlah kita menyertai hewan kendaraan yang telah dikutuk oleh Allah, -atau sebagaimana yang beliau sabdakan.