Iman dan Syareatnya

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4929

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ بَكَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ مِمَّا حَدَّثَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ هُرْمُزَ مِمَّا ذُكِرَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ بِهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Imran bin Bakkar}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ali bin ‘Ayyasy}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’aib}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zinad}, berdasarkan apa yang diceritakan oleh {Abdur Rahman bin Hurmuz} di antara yang dia sebutkan adalah bahwa dia mendengar {Abu Hurairah} bercerita kepadanya dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada anak dan orang tuanya”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4930

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح وَأَنْبَأَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ فِي حَدِيثِهِ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {An Nadhr}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, telah menceritakan dan memberitakan kepada kami {Humaid bin Mas’adah}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Bisyr}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah}, dia berkata “Saya mendengar {Anas} berkata “Rasulullah saw. bersabda:…. Dan Humaid bin Mas’adah berkata dalam haditsnya “Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya sebagaimana apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4931

أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ حُسَيْنٍ وَهُوَ الْمُعَلِّمُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنْ الْخَيْرِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Musa bin Abdur Rahman}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Husain yaitu Al Mua’allim} dari {Qatadah} dari {Anas} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4932

أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَنْبَأَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَدِيٍّ عَنْ زِرٍّ قَالَ قَالَ عَلِيٌّإِنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيَّ أَنَّهُ لَا يُحِبُّكَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يَبْغُضُكَ إِلَّا مُنَافِقٌ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Yusuf bin Isa}, dia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Fadhl bin Musa}, dia berkata telah memberitakan kepada kami {Al A’masy} dari {‘Adi} dari {Zirr}, dia berkata {Ali} berkata “Sesungguhnya ini adalah wasiat yang telah diwasiatkan Nabi yang buta huruf saw. kepadaku: “Sesungguhnya tidak ada yang mencintaimu kecuali orang mukmin dan tidak ada yang membencimu kecuali orang munafik.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4933

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَبْرٍ عَنْ أَنَسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حُبُّ الْأَنْصَارِ آيَةُ الْإِيمَانِ وَبُغْضُ الْأَنْصَارِ آيَةُ النِّفَاقِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid yaitu Ibnu Al Harits} dari {Syu’bah} dari {Abdullah bin Abdullah bin Jabr} dari {Anas} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Mencintai orang-orang Anshar adalah tanda keimanan dan membenci orang-orang Anshar adalah tanda kemunafikan.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4934

أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعَةٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا أَوْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ الْأَرْبَعِ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Bisyr bin Khalid}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dari {Syu’bah} dari {Sulaiman} dari {Abdullah bin Murrah} dari {Masruq} dari {Abdullah bin ‘Amr} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Empat hal, barang siapa yang keempat hal tersebut terdapat padanya maka dia adalah seorang munafik, atau padanya terdapat satu sifat dari empat sifat tersebut maka padanya terdapat sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu apabila dia berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkarinya, apabila mengadakan perjanjian maka ia mengkhianati, dan apabila berselisih maka ia melampaui batas.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4935

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ النِّفَاقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Ali bin Hujr}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Suhail Nafi’ bin Malik bin Abu ‘Amir} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari dan apabila dipercaya dia mengkhianati.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4936

أَخْبَرَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ عَلِيٍّ قَالَعَهِدَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا يُحِبُّنِي إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يَبْغُضُنِي إِلَّا مُنَافِقٌ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Washil bin Abdul A’la}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al A’masy} dari {‘Adi bin Tsabit} dari {Zirr bin Hubaisy} dari {Ali}, dia berkata “Rasulullah saw. telah berwasiat kepadaku bahwa tidak ada yang mencintaiku kecuali orang mukmin dan tidak ada yang membenciku kecuali orang munafik.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4937

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعَافَى قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ فَمَنْ كَانَتْ فِيهِ وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ لَمْ تَزَلْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَتْرُكَهَا
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {‘Amr bin Yahya bin Al Harits}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Mu’afa}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Manshur bin Al Mu’tamir} dari {Abu Wail}, dia berkata {Abdullah} berkata “Tiga hal yang barang siapa ketiganya ada padanya maka ia adalah orang munafik yaitu jika berbicara dusta, jika dipercaya khianat, dan jika berjanji mengingkari. Maka barangsiapa pada dirinya terdapat salah satu di antara ketiga hal tersebut niscaya pada dirinya akan selalu ada bagian dari sifat kemunafikan hingga ia meninggalkannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 4938

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Qutaibah}, dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan Karena keimanan dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu.”