Perhiasan
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5044
أَخْبَرَنِي يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ بَلَغَنِي عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْنَبَ الثَّقَفِيَّةِ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الصَّلَاةَ فَلَا تَمَسَّ طِيبًاقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَهَذَا غَيْرُ مَحْفُوظٍ مِنْ حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Yusuf bin Sa’id} ia berkata telah sampai kepadaku dari {Hajjaj} dari {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ziyad bin Sa’d} dari {Ibnu Syihab} dari {Busr bin Sa’id} dari {Zainab Ats Tsaqafi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingin menghadiri shalat, maka janganlah memakai wewangian.” ‘Abdurrahman berkata, “Hadits dari Az Zuhri ini tidak kuat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5045
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ أَبُو طَاهِرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ نَافِعٍ قَالَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا اسْتَجْمَرَ اسْتَجْمَرَ بِالْأَلُوَّةِ غَيْرَ مُطَرَّاةٍ وَبِكَافُورٍ يَطْرَحُهُ مَعَ الْأَلُوَّةِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا كَانَ يَسْتَجْمِرُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Amru bin As Sarh Abu Thahir} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {Makhramah} dari {Bapaknya} dari {Nafi’} ia berkata, “Jika {Ibnu Umar} ingin menggunakan wewangian, ia memakai Al aluwwah (kayu wangi yang dibakar) tanpa campuran, terkadang juga memakai kapur yang dicampur dengan Al aluwwah. Lalu ia berkata, “Beginilah kebiasaan Rasulullah saw. saat memakai minyak wangi.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5046
أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ بَيَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا عُشَّانَةَ هُوَ الْمَعَافِرِيُّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يُخْبِرُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَمْنَعُ أَهْلَهُ الْحِلْيَةَ وَالْحَرِيرَ وَيَقُولُ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ حِلْيَةَ الْجَنَّةِ وَحَرِيرَهَا فَلَا تَلْبَسُوهَا فِي الدُّنْيَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Wahb bin Bayan} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Amru bin Al Harits} bahwa {Abu Usyanah} -yakni Al Ma’arifi- menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. melarang saudaranya memakai perhiasan dan sutera. Beliau bersabda: “Jika kalian ingin mengenakan perhiasan surga dan kain suteranya, maka janganlah kalian memakainya di dunia.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5047
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ ح وَأَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ امْرَأَتِهِ عَنْ أُخْتِ حُذَيْفَةَ قَالَتْخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ أَمَا لَكُنَّ فِي الْفِضَّةِ مَا تَحَلَّيْنَ أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ امْرَأَةٍ تَحَلَّتْ ذَهَبًا تُظْهِرُهُ إِلَّا عُذِّبَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Hujr} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Manshur}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Rib’i} dari {Isterinya} dari {saudara perempuan Hudzaifah} ia berkata, “Rasulullah saw. berkhutbah di hadapan kami: “Wahai kaum wanita, tidakkah kalian itu memakai perhiasan perak, sesungguhnya tidak ada seorang perempuan yang memakai perhiasan emas kemudian ditampakkan (di depan orang laki-laki) kecuali wanita itu akan di siksa oleh Allah karenanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5048
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ مَنْصُورًا يُحَدِّثُ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ امْرَأَتِهِ عَنْ أُخْتِ حُذَيْفَةَ قَالَتْخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ أَمَا لَكُنَّ فِي الْفِضَّةِ مَا تَحَلَّيْنَ أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُحَلَّى ذَهَبًا تُظْهِرُهُ إِلَّا عُذِّبَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} ia berkata Aku mendengar {Manshur} menceritakan dari {Rib’i} dari {Isterinya} dari {Saudara perempuan Hudzaifah} ia berkata, “Rasulullah saw. berkhutbah di hadapan kami: “Wahai kaum wanita, tidakkah kalian itu memakai perhiasan perak, sesungguhnya tidak ada seorang perempuan yang memakai perhiasan emas kemudian ditampakkan (di depan orang laki-laki) kecuali wanita itu akan di siksa oleh Allah karenanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5049
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ حَدَّثَتْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ تَحَلَّتْ يَعْنِي بِقِلَادَةٍ مِنْ ذَهَبٍ جُعِلَ فِي عُنُقِهَا مِثْلُهَا مِنْ النَّارِ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ جَعَلَتْ فِي أُذُنِهَا خُرْصًا مِنْ ذَهَبٍ جَعَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي أُذُنِهَا مِثْلَهُ خُرْصًا مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Sa’id} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Yahya bin Abu Katsir} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Mahmud bin Amru} bahwa {Asma binti Yazid} menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Wanita mana saja yang berhias -yakni dengan kalung-, maka akan dibuatkan untuknya yang seperti itu pula dari api neraka. Dan wanita mana saja yang memasang pada telinganya anting dari emas, maka pada hari kiamat nanti Allah akan memasangkan pada telinganya anting dari api.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5050
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدٌ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ أَنَّ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُ قَالَجَاءَتْ بِنْتُ هُبَيْرَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهَا فَتَخٌ فَقَالَ كَذَا فِي كِتَابِ أَبِي أَيْ خَوَاتِيمُ ضِخَامٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْرِبُ يَدَهَا فَدَخَلَتْ عَلَى فَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْكُو إِلَيْهَا الَّذِي صَنَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْتَزَعَتْ فَاطِمَةُ سِلْسِلَةً فِي عُنُقِهَا مِنْ ذَهَبٍ وَقَالَتْ هَذِهِ أَهْدَاهَا إِلَيَّ أَبُو حَسَنٍ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسِّلْسِلَةُ فِي يَدِهَا فَقَالَ يَا فَاطِمَةُ أَيَغُرُّكِ أَنْ يَقُولَ النَّاسُ ابْنَةُ رَسُولِ اللَّهِ وَفِي يَدِهَا سِلْسِلَةٌ مِنْ نَارٍ ثُمَّ خَرَجَ وَلَمْ يَقْعُدْ فَأَرْسَلَتْ فَاطِمَةُ بِالسِّلْسِلَةِ إِلَى السُّوقِ فَبَاعَتْهَا وَاشْتَرَتْ بِثَمَنِهَا غُلَامًا وَقَالَ مَرَّةً عَبْدًا وَذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا فَأَعْتَقَتْهُ فَحُدِّثَ بِذَلِكَ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْجَى فَاطِمَةَ مِنْ النَّارِأَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ سَلْمٍ الْبَلْخِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ جَاءَتْ بِنْتُ هُبَيْرَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهَا فَتَخٌ مِنْ ذَهَبٍ أَيْ خَوَاتِيمُ ضِخَامٌ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Sa’id} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Yahya bin Abu Katsir} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Zaid} dari {Abu Sallam} dari {Abu Asma Ar Rahabi} bahwa {Tsauban} mantan budak Rasulullah saw., menceritakan kepadanya, ia berkata, “Puteri Hubairah datang menemui Rasulullah saw. sementara pada tangannya terdapat Fatakh -Tsauban berkata, “Demikianlah tertulis dalam buku bapakku, yaitu cincin besar- hingga Rasulullah saw. memukul tangannya. Kemudian ia datang menemui Fatimah, puteri Rasulullah saw. dan mengadukan tentang perbuatan Rasulullah saw. kepadanya. Fatimah pun melepaskan kalung emas yang ada di lehernya seraya berkata, “Kalung ini hadiah dari Abu Hasan untukku.” Setelah itu Rasulullah saw. masuk sementara kalung miliknya masih ada dalam tangan, beliau lalu bersabda: “Wahai Fatimah, maukah jika orang-orang mengatakan, ‘Puteri Rasulullah, namun di tangannya menggenggam kalung dari api! ‘ Setelah itu Rasulullah pergi dan tidak duduk dahulu, Fatimah lantas pergi ke pasar menjual kalung itu dan membeli seorang budak dari hasil penjualan kalung itu -sekali waktu Tsauban menyebutkan dengan lafadz ‘budak’, dan sekali waktu dengan lafadz yang semakna- lalu ia memerdekakannya. Ketika hal itu diceritakan kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan Fatimah dari neraka.” Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin Salm Al Balkhi} ia berkata telah menceritakan kepada kami {An Nadlr bin Syumail} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abu Salam} dari {Abu Asma} dari {Tsauban} ia berkata, “Puteri Hubairah datang menemui Rasulullah saw. sementara di tangannya terdapat cincin dari emas… sebagaimana dalam hadits tersebut.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5051
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ شَاهِينَ الْوَاسِطِيُّ قَالَ أَنْبَأَنَا خَالِدٌ عَنْ مُطَرِّفٍ ح وَأَنْبَأَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِي الْجَهْمِ عَنْ أَبِي زَيْدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكُنْتُ قَاعِدًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ سِوَارَيْنِ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ سِوَارَانِ مِنْ نَارٍ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ طَوْقٌ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ طَوْقٌ مِنْ نَارٍ قَالَتْ قُرْطَيْنِ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ قُرْطَيْنِ مِنْ نَارٍ قَالَ وَكَانَ عَلَيْهِمَا سِوَارَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَرَمَتْ بِهِمَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا لَمْ تَتَزَيَّنْ لِزَوْجِهَا صَلِفَتْ عِنْدَهُ قَالَ مَا يَمْنَعُ إِحْدَاكُنَّ أَنْ تَصْنَعَ قُرْطَيْنِ مِنْ فِضَّةٍ ثُمَّ تُصَفِّرَهُ بِزَعْفَرَانٍ أَوْ بِعَبِيرٍاللَّفْظُ لِابْنِ حَرْبٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Hasyin Al Wasithi} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Khalid} dari {Mutharrif}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami {Ahmad bin Harb} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Asbath} dari {Mutharrif} dari {Abul Jahm} dari {Abu Zaid} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Aku duduk di sisi Nabi saw., lalu datanglah seorang wanita kepada beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah, dua gelang dari emas.” Beliau bersabda: “Dua gelang dari api.” Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, kalung dari emas?” beliau bersabda: “Kalung dari api.” Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, dua anting dari emas?” beliau bersabda: “Dua anting dari api.” Abu Hurairah berkata, “Wanita itu mempunyai dua gelang emas, tetapi kemudian ia membuang keduanya. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, seorang wanita jika tidak berhias untuk suaminya maka ia akan jelek di sisinya!” beliau bersabda: “Apa yang menghalangi salah seorang dari kalian untuk mengenakan dua anting dari perak, lalu memberinya warna dengan za’faran, atau ‘abir (parfum), ” namun dengan lafadz Ibnu Harb.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5052
أَخْبَرَنِي الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَلَيْهَا مَسَكَتَيْ ذَهَبٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكِ بِمَا هُوَ أَحْسَنُ مِنْ هَذَا لَوْ نَزَعْتِ هَذَا وَجَعَلْتِ مَسَكَتَيْنِ مِنْ وَرِقٍ ثُمَّ صَفَّرْتِهِمَا بِزَعْفَرَانٍ كَانَتَا حَسَنَتَيْنِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Ar Rabi’ bin Sulaiman} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Bukair} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Amru Ibnul Harits} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah} dari {‘Aisyah}, bahwa Rasulullah saw. pernah melihatnya mengenakan dua gelang emas, maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Maukah engkau aku kabari apa yang lebih baik dari hal ini, seandainya engkau lepas ini lalu engkau mengenakan dua gelang dari perak dan engkau olesi dengan za’faran maka itu lebih baik.” Abu ‘Abdurrahman berkata, “Hadits ini tidak terjaga. Waallahu a’lam.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5053
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي أَفْلَحَ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ ابْنِ زُرَيْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ يَقُولُإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Aflah Al Hamdani} dari {Ibnu Zurair} Bahwasanya ia pernah mendengar {Ali bin Abu Thalib} berkata, “Nabi saw. mengambil sutra kemudian meletakkan di sisi kanannya, dan mengambil emas lalu meletakkannya di kiri kirinya, kemudian bersabda: “Sesungguhnya kedua benda ini haram untuk kaum laki-laki dari umatku.”