Budi Pekerti Yang Terpuji

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3668

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ قَال سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ يَقُولُأَوَّلُ مَنْ أَسْلَمَ عَلِيٌّقَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِإِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ فَأَنْكَرَهُ فَقَالَ أَوَّلُ مَنْ أَسْلَمَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو حَمْزَةَ اسْمُهُ طَلْحَةُ بْنُ يَزِيدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] keduanya berkata telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [‘Amru bin Murrah] dari [Abu Hamzah] -seorang laki-laki dari Anshar- dia berkata aku mendengar [Zaid bin Arqam] berkata “Orang yang pertama kali masuk Islam adalah Ali.” [‘Amru bin Murrah] berkata Aku menyebut hal itu dihadapan [Ibrahim An Nakha’i], akan tetapi dia mengingkarinya seraya berkata “Orang yang pertama kali masuk Islam adalah Abu Bakar Ash Shidiq.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih. Abu Hamzah nama aslinya adalah Thalhah bin Yazid.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3669

حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ عُثْمَانَ ابْنِ أَخِي يَحْيَى بْنِ عِيسَى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عِيسَى الرَّمْلِيُّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ عَلِيٍّ قَالَلَقَدْ عَهِدَ إِلَيَّ النَّبِيُّ الْأُمِّيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ لَا يُحِبُّكَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يَبْغَضُكَ إِلَّا مُنَافِقٌقَالَ عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ أَنَا مِنْ الْقَرْنِ الَّذِينَ دَعَا لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Isa bin Utsman anak saudaranya Yahya bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Isa Ar Ramli] dari [Al A’masy] dari [‘Adi bin Tsabit] dari [Zirr bin Hubaisy] dari [Ali] dia berkata Nabi yang Ummi (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwasiat kepadaku, bahwa: “tidak ada orang yang mencintaimu kecuali seorang mukmin, dan tidak ada orang yang membencimu kecuali seorang munafik.” ‘Adi bin Tsabit berkata “Aku termasuk diantara sekelompok orang yang di do’akan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3670

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ أَبِي الْجَرَّاحِ حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ صُبَيْحٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ شَرَاحِيلَ قَالَتْ حَدَّثَتْنِي أُمُّ عَطِيَّةَ قَالَتْبَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَيْشًا فِيهِمْ عَلِيٌّ قَالَتْ فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَيْهِ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَا تُمِتْنِي حَتَّى تُرِيَنِي عَلِيًّاقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Ya’qub bin Ibrahim] serta yang lain, mereka berkata telah mengabarkan kepada kami [Abu ‘Ashim] dari [Abu Al Jarrah] telah menceritakan kepadaku [Jabir bin Shubaih] dia berkata telah menceritakan kepadaku [Ummu Syarahil] dia berkata telah menceritakan kepadaku [Ummu ‘Athiyah] dia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus suatu pasukan yang di dalam pasukan tersebut terdapat Ali, Ummu ‘Athiyah berkata maka aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil mengangkat tangannya beliau bersabda: “Ya Allah, janganlah Engkau mematikanku sehingga Engaku mempertemukanku dengan Ali.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur ini.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3671

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ الزُّبَيْرِ قَالَكَانَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ دِرْعَانِ فَنَهَضَ إِلَى صَخْرَةٍ فَلَمْ يَسْتَطِعْ فَأَقْعَدَ تَحْتَهُ طَلْحَةَ فَصَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى اسْتَوَى عَلَى الصَّخْرَةِ فَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَوْجَبَ طَلْحَةُقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa’id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Yahya bin ‘Abbad bin Abdullah bin Zubair] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Abdullah bin Zubair] dari [Az Zubair] dia berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakai dua baju besi ketika perang Uhud, lalu beliau bangkit (mendekati) sebongkah batu (untuk melihat orang kafir -pent), namun beliau tidak bisa, lants Thalhah duduk dibawahnya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun naik diatasnya hingga beliau dapat berdiri di atas batu tersebut.” Zubair berkata “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Thalhah pasti mendapatkan surga.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3672

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ مُوسَى الطُّلَحِيُّ مِنْ وَلَدِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ الصَّلْتِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ قَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى شَهِيدٍ يَمْشِي عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الصَّلْتِ وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي الصَّلْتِ بْنِ دِينَارٍ وَفِي صَالِحِ بْنِ مُوسَى مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Musa Ath Thulahi] -salah seorang dari anaknya Thalhah bin Ubaidillah- dari [Ash Shalt bin Dinar] dari [Abu Nadhrah] dia berkata [Jabir bin Abdullah] berkata saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin melihat seorang Syahid berjalan di muka bumi, maka hendaknya ia melihat Thalhah bin ‘Ubaidillah.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ash Shult, sebagian ulama telah mengomentari Shult bin Dinar dan Shalih bin Musa dari segi hafalannya.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3673

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَطَّارُ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ عَمِّهِ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَدَخَلْتُ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَقَالَ أَلَا أُبَشِّرُكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ طَلْحَةُ مِمَّنْ قَضَى نَحْبَهُقَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ مُعَاوِيَةَ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [‘Abd Al Quddus bin Muhammad Al ‘Atthar Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [‘Amru bin ‘Ashim] dari [Ishaq bin Yahya bin Thalhah] dari [pamannya Musa bin Thalhah] dia berkata aku menemui [Mu’awiyah], lalu dia berkata “Maukah aku beri kabar gembira kepadamu? Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Thalhah termasuk diantara orang yang berjanji untuk mati.” Perawi berkata (Abu Isa) “Hadits ini adalah hadits gharib. Kami tidak mengetahuinya dari hadits Mu’awiyah kecuali dari jalur ini.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3674

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنُ مَنْصُورٍ الْعَنَزِيُّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَلْقَمَةَ الْيَشْكُرِيِّ قَال سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ قَالَسَمِعَتْ أُذُنِي مِنْ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ طَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ جَارَايَ فِي الْجَنَّةِقَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa’id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman bin Manshur Al ‘Anazi] dari [‘Uqbah bin ‘Alqamah Al Yasykuri] dia berkata saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] dia berkata “Telingaku mendengar sendiri dari mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga.” Perawi (Abu Isa) berkata “Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3675

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى عَنْ مُوسَى وَعِيسَى ابْنَيْ طَلْحَةَ عَنْ أَبِيهِمَا طَلْحَةَأَنَّ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِأَعْرَابِيٍّ جَاهِلٍ سَلْهُ عَمَّنْ قَضَى نَحْبَهُ مَنْ هُوَ وَكَانُوا لَا يَجْتَرِئُونَ هُمْ عَلَى مَسْأَلَتِهِ يُوَقِّرُونَهُ وَيَهَابُونَهُ فَسَأَلَهُ الْأَعْرَابِيُّ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ إِنِّي اطَّلَعْتُ مِنْ بَابِ الْمَسْجِدِ وَعَلَيَّ ثِيَابٌ خُضْرٌ فَلَمَّا رَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيْنَ السَّائِلُ عَمَّنْ قَضَى نَحْبَهُ قَالَ الْأَعْرَابِيُّ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هَذَا مِمَّنْ قَضَى نَحْبَهُقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ أَبِي كُرَيْبٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ بُكَيْرٍ وَقَدْ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ كِبَارِ أَهْلِ الْحَدِيثِ عَنْ أَبِي كُرَيْبٍ هَذَا الْحَدِيثَ و سَمِعْت مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ يُحَدِّثُ بِهَذَا عَنْ أَبِي كُرَيْبٍ وَوَضَعَهُ فِي كِتَابِ الْفَوَائِدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala`] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari [Musa] dan [Isa] -keduanya adalah anak Thalhah- dari ayahnya yaitu [Thalhah] bahwa para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada seorang Arab badui yang masih bodoh, “Tanyakan kepada beliau mengenai orang yang berjanji untuk mati, siapakah dia.” -sebab mereka (para sahabat) tidak berani menanyakan langsung kepada beliau, karena mereka sangat menghormati dan takut terhadap beliau- lantas orang Arab tersebut bertanya kepada beliau, akan tetapi beliau berpaling darinya, kemudian ia menanyakannya lagi dan beliau tetap berpaling darinya. Lalu aku datang dari arah pintu masjid, -waktu itu aku memakai baju berwarna hijau- ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatku, beliau bertanya: “Mana orang yang bertanya mengenai siapa orang yang pernah berjanji sampai titik darah penghabisan”. orang Arab badui itu menjawab, “Aku ya Rasulullah! beliau bersabda: “Inilah orang yang pernah berjanji hingga titik darah penghabisan.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abu Kuraib dari Yunus bin Bukair, dan hadits ini juga telah diriwayatkan oleh beberapa perawi dari para tokoh ahli hadits dari Abu Kuraib, dan aku juga mendengar [Muhammad bin Isma’il] menceritakan tentang hal ini dari [Abu Kuraib] dan ia meletakkannya dalam kitab Al Fawa`id.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3676

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ الزُّبَيْرِ قَالَجَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ يَوْمَ قُرَيْظَةَ فَقَالَ بِأَبِي وَأُمِّيقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [‘Abdah] dari [Hisyam bin ‘Urwah] dari [ayahnya] dari [Abdullah bin Az Zubair] dari [Az Zubair] dia berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyebut kedua orang tuanya (sebagai tebusan) untukku ketika perang Bani Quraidlah, beliau bersabda: “Demi ayah dan ibuku.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3677

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيًّا وَإِنَّ حَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَيُقَالُ الْحَوَارِيُّ هُوَ النَّاصِرُ سَمِعْت ابْنَ أَبِي عُمَرَ يَقُولُ قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ الْحَوَارِيُّ هُوَ النَّاصِرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani’] telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin ‘Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [‘Ashim] dari [Zirr] dari [Ali radliallahu ‘anhu] dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesunggunya setiap Nabi memiliki seorang penolong dan penolongku adalah Zubeir bin ‘Awwam.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.” Dan di katakan “Al Hawari maknanya adalah An Nashir (penolong), aku mendengar Ibnu Abu Umar berkata Sufyan bin ‘Uyainah berkata “Al Hawari adalah An Nashir (penolong).”