Budi Pekerti Yang Terpuji
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3584
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ حَدَّثَنَا عَمَّارٌ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوُفِّيَ وَهُوَ ابْنُ خَمْسٍ وَسِتِّينَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنُ الْإِسْنَادِ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Ali Al Jahdhami] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadhdhal] telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Khaddza`] telah menceritakan kepada kami [‘Ammar bekas budak (yang telah dimeredekakan oleh) Bani Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia ketika berusia enam puluh lima tahun.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan dengan isnad yang shahih.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3585
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ سَنَةً يَعْنِي يُوحَى إِلَيْهِ وَتُوُفِّيَ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ سَنَةًوَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَأَنَسٍ وَدَغْفَلِ بْنِ حَنْظَلَةَ وَلَا يَصِحُّ لِدَغْفَلٍ سَمَاعٌ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا رُؤْيَةٌ قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani’] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin ‘Ubadah] telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [‘Amru bin Dinar] dari [Ibnu Abbas] dia berkata “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Makkah selama tiga belas tahun yaitu ketika beliau di beri wahyu, dan beliau meninggal ketika berusia enam puluh tiga tahun.” Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Aisyah, Anas dan Daghfal bin Hanzhalah, sedangkan Daghfal tidak benar jika ia mendengar langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula pernah melihat beliau. Abu Isa berkata “Hadits Ibnu Abbas adalah hadits hasan gharib dari hadits ‘Amru bin Dinar.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3586
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّهُ قَالَسَمِعْتُهُ يَخْطُبُ يَقُولُ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَأَنَا ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Abu Ishaq] dari [‘Amir bin Sa’d] dari [Jarir bin Abdullah] dari [Mu’awiyah bin Abu Sufyan] bahwa dia berkata saya mendengar dia berkhutbah, katanya “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat ketika berusia enam puluh tiga tahun, sedangkan Abu Bakar, Umar dan saya berusia enam puluh tiga tahun.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3587
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ الْعَنْبَرِيُّ وَالْحُسَيْنُ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أُخْبِرْتُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ وَقَالَ الْحُسَيْنُ بْنُ مَهْدِيٍّ فِي حَدِيثِهِ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاتَ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَاهُ ابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Al ‘Abbas Al ‘Anbari] dan [Al Husain? bin Mahdi] keduanya berkata telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dari [Ibnu Juraij] dia berkata [saya diberi kabar] dari [Ibnu Syihab Az Zuhri] dari [‘Urwah] dari [Aisyah]. [Husain bin Mahdi] mengatakan dalam haditsnya [Ibnu Juraij] dari [Az Zuhri] dari [‘Urwah] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, sedangkan beliau berusia enam puluh tiga tahun.” Abu Isa berkata “Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan telah di riwayatkan pula oleh [sepupunya Az Zuhri] dari [Az Zuhri] dari [‘Urwah] dari [Aisyah] seperti hadits ini.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3588
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا الثَّوْرِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرَأُ إِلَى كُلِّ خَلِيلٍ مِنْ خِلِّهِ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ ابْنَ أَبِي قُحَافَةَ خَلِيلًا وَإِنَّ صَاحِبَكُمْ خَلِيلُ اللَّهِقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ الزُّبَيْرِ وَابْنِ عَبَّاسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari menjadikan khalil (kekasih) selain Allah, seandainya aku di perbolehkan menjadikan (seseorang sebagai khalil (kekasih) niscaya aku akan menjadikan Ibnu Abu Quhafah sebagai khalil (kekasih), dan sesungguhnya sahabat kalian ini adalah kahlilullah (kekasih Allah).” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan dalam bab ini ada juga riwayat dari Abu Sa’id, Abu Hurairah dan Ibnu Zubair serta Ibnu Abbas.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3589
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَأَبُو بَكْرٍ سَيِّدُنَا وَخَيْرُنَا وَأَحَبُّنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Abu Uwais] dari [Sulaiman bin Bilal] dari [Hisyam bin ‘Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] dari [Umar bin Khattab] dia berkata “Abu Bakar adalah penghulu kami dan orang yang terbaik kami serta yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits shahih gharib.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3590
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَأَيُّ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ قَالَتْ أَبُو بَكْرٍ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَتْ عُمَرُ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَتْ ثُمَّ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ فَسَكَتَتْقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ibrahim] dari [Al Jurairi] dari [Abdullah bin Syaqiq] dia berkata aku berkata kepada [Aisyah] “Siapakah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang paling di cintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” jawabnya “Abu Bakar.” Tanyaku “Kemudian siapa?” jawabnya “Umar.” Tanyaku “Kemudian siapa?” jawabnya “Kemudian Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah.” Tanyaku “Kemudian siapa?” Abdullah berkata “Kemudian Aisyah diam.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3591
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي حَفْصَةَ وَالْأَعْمَشِ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَهْبَانَ وَابْنِ أَبِي لَيْلَى وَكَثِيرٍ النَّوَّاءِ كُلِّهِمْ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَهْلَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى لَيَرَاهُمْ مَنْ تَحْتَهُمْ كَمَا تَرَوْنَ النَّجْمَ الطَّالِعَ فِي أُفُقِ السَّمَاءِ وَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ مِنْهُمْ وَأَنْعَمَاقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Salim bin Abu Hafshah], [Al A’masy], [Abdullah bin Shahban], [Ibnu Abu Laila] dan [Katsir An Nawa`] mereka berkata dari [‘Athiyah] dari [Abu Sa’id] dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya derajat penghuni surga yang paling tinggi dapat dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka, sebagaimana kalian melihat bintang yang terbit terlihat di ujung langit. Dan sesungguhnya Abu Bakr dan Umar termasuk dari golongan mereka dan yang paling baik.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan yang tidak hanya diriwayatkan oleh satu jalur dari ‘Athiyah dari Abu Sa’id.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3592
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ ابْنِ أَبِي الْمُعَلَّى عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ يَوْمًا فَقَالَ إِنَّ رَجُلًا خَيَّرَهُ رَبُّهُ بَيْنَ أَنْ يَعِيشَ فِي الدُّنْيَا مَا شَاءَ أَنْ يَعِيشَ وَيَأْكُلَ فِي الدُّنْيَا مَا شَاءَ أَنْ يَأْكُلَ وَبَيْنَ لِقَاءِ رَبِّهِ فَاخْتَارَ لِقَاءَ رَبِّهِ قَالَ فَبَكَى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا تَعْجَبُونَ مِنْ هَذَا الشَّيْخِ إِذْ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا صَالِحًا خَيَّرَهُ رَبُّهُ بَيْنَ الدُّنْيَا وَبَيْنَ لِقَاءِ رَبِّهِ فَاخْتَارَ لِقَاءَ رَبِّهِ قَالَ فَكَانَ أَبُو بَكْرٍ أَعْلَمَهُمْ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ بَلْ نَفْدِيكَ بِآبَائِنَا وَأَمْوَالِنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ النَّاسِ أَحَدٌ أَمَنَّ إِلَيْنَا فِي صُحْبَتِهِ وَذَاتِ يَدِهِ مِنْ ابْنِ أَبِي قُحَافَةَ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ ابْنَ أَبِي قُحَافَةَ خَلِيلًا وَلَكِنْ وُدٌّ وَإِخَاءُ إِيمَانٍ وُدٌّ وَإِخَاءُ إِيمَانٍ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا وَإِنَّ صَاحِبَكُمْ خَلِيلُ اللَّهِوَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَبِي عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ بِإِسْنَادٍ غَيْرِ هَذَا وَمَعْنَى قَوْلِهِ أَمَنَّ إِلَيْنَا يَعْنِي أَمَنَّ عَلَيْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] telah menceritakan kepada kami [Abu ‘Awanah] dari [Abdul Malik bin ‘Umair] dari [Ibnu Abu Al Mu’alla] dari [ayahnya] bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah, beliau bersabda: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang diberi pilihan oleh Rabbnya Azza wa jalla untuk memilih antara hidup di dunia sesuka hati, ia bisa makan di dunia sesuka hati atau memilih berjumpa dengan Rabbnya, maka ia pun memilih berjumpa dengan Rabbnya.” Abu Al Mu’ala berkata: “Lalu Abu Bakar menangis.” Maka para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata “Tidakkah kalian heran dengan orang tua ini (Abu Bakr), ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki shalih yang disuruh Rabnya memilih antara (perhiasan) dunia atau berjumpa dengan Rabbnya namun ia memilih berjumpa dengan Rabbnya.” Abu Al Mu’alla berkata “Abu Bakar adalah orang yang paling mengerti maksud dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di antara para sahabat yang lain, maka Abu bakar berkata “Bahkan kami akan menebus anda dengan harta dan anak-anak kami wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak seorang pun di antara manusia yang lebih berbuat baik kepada kami dalam persahabatannya dan apa yang telah diberikannya melebihi imannya Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar), seandaianya aku boleh menjadikan khalil (kekasih sebagai seorang Nabi-pent) tentulah aku menjadikan Ibnu Abi Quhafah sebagai khalil, akan tetapi ia sangat menyukai persaudaraan dan keimanan (yang tulus), akan tetapi ia sangat menyukai persaudaraan dan keimanan (yang tulus), -beliau mengatakannya hingga dua kali-. Ketahuilah sesungguhnya sahabat kalian ini (Abu Bakar) adalah khalilullah.” Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Sa’id. Hadits ini derajatnya hasan gharib, hadits ini juga telah diriwayatkan dari Abu ‘Awanah dari Abdul Malik bin ‘Umair dengan sanad selain ini, sedangkan makna sabda beliau: “Amanna ilaina (berbuat baik kepada kami) maksudnya adalah Amanna ‘alaina (berbuat baik atas kami).”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3593
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ حُنَيْنٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ إِنَّ عَبْدًا خَيَّرَهُ اللَّهُ بَيْنَ أَنْ يُؤْتِيَهُ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا مَا شَاءَ وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ فَاخْتَارَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ فَدَيْنَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا قَالَ فَعَجِبْنَا فَقَالَ النَّاسُ انْظُرُوا إِلَى هَذَا الشَّيْخِ يُخْبِرُ رَسُولُ اللَّهِ عَنْ عَبْدٍ خَيَّرَهُ اللَّهُ بَيْنَ أَنْ يُؤْتِيَهُ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا مَا شَاءَ وَبَيْنَ مَا عِنْدَ اللَّهِ وَهُوَ يَقُولُ فَدَيْنَاكَ بِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا قَالَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ هُوَ الْمُخَيَّرُ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ هُوَ أَعْلَمَنَا بِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ فِي صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبُو بَكْرٍ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا وَلَكِنْ أُخُوَّةُ الْإِسْلَامِ لَا تُبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ خَوْخَةٌ إِلَّا خَوْخَةُ أَبِي بَكْرٍقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik bin Anas] dari [Abu An Nadhlr] dari [‘Ubaid bin Hunain] dari [Abu Sa’id Al Khudri] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di atas mimbar, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menawarkan pada hamba-Nya antara perhiasan dunia sesuai yang ia kehendaki dan apa yang ada di sisi-Nya, namun hamba itu memilih apa yang ada di sisi-Nya, ” Maka Abu Bakar berkata “Bahkan kami akan menebus anda dengan bapak-bapak kami dan anak-anak kami wahai Rasulullah.” Abu Sa’id berkata “Kami pun keheranan.” Lantas orang-orang (para sahabat) berkata “Lihatlah kepada syaikh (orang tua yakni Abu Bakar) ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang seorang hamba yang disuruh memilih antara di beri perhiasan dunia sekehendak hatinya dengan apa yang ada di sisi-Nya, justru ia berkata Bahkan kami akan menebus anda dengan bapak-bapak kami dan anak-anak kami.” Abu Sa’id berkata “Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba yang diberi pilihan tersebut, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang lebih mengetahui hal itu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik orang terhadapku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar, jika saja aku boleh menjadikan kekasih selain Allah, niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku, namun persaudaraan Islam (sebagai kecintaan), tidaklah tersisa seberkas cahaya di dalam masjid kecuali melainkan cahaya Abu Bakar.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”