Budi Pekerti Yang Terpuji
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3784
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَلَمَّا حُمِلَتْ جَنَازَةُ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ قَالَ الْمُنَافِقُونَ مَا أَخَفَّ جَنَازَتَهُ وَذَلِكَ لِحُكْمِهِ فِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ كَانَتْ تَحْمِلُهُقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [‘Abd bin Humaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma’mar] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dia berkata “Ketika jenazah Sa’d bin Mu’adz di usung (ke pemakaman), orang-orang munafik berkata “Alangkah ringan jenazah ini, hal itu mungkin karena keputusannya terhadap Bani Quraidlah.” Ternyata perkataan mereka sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya para Malaikat ikut mengusung jenazahnya Sa’d.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3785
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ ثُمَامَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْزِلَةِ صَاحِبِ الشُّرَطِ مِنْ الْأَمِيرِقَالَ الْأَنْصَارِيُّ يَعْنِي مِمَّا يَلِي مِنْ أُمُورِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الْأَنْصَارِيِّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ قَوْلَ الْأَنْصَارِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Marzuq Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Al Anshari] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Tsumamah] dari [Anas] dia berkata “Kedudukan Qais bin Sa’d dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ibarat kedudukan tentara (terdepan sebagai kelompok yang berani mati) dengan seorang komandan.” [Al Anshari] mengatakan “yaitu karena dialah yang selalu melaksanakan mandat dari beliau.” Abu Isa mengatakan “Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al Anshari. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Al Anshari] seperti hadits di atas, namun ia tidak menyebutkan perkataan Anshari di dalam hadits.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3786
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَجَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِرَاكِبِ بَغْلٍ وَلَا بِرْذَوْنٍقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menjengukku tanpa mengendarai seekor bighal dan juga kuda (yakni berjalan kaki).” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3787
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَاسْتَغْفَرَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْبَعِيرِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةًقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى قَوْلِهِ لَيْلَةَ الْبَعِيرِ مَا رُوِيَ عَنْ جَابِرٍ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَبَاعَ بَعِيرَهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاشْتَرَطَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ يَقُولُ جَابِرٌ لَيْلَةَ بِعْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَعِيرَ اسْتَغْفَرَ لِي خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً وَكَانَ جَابِرٌ قَدْ قُتِلَ أَبُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ حَرَامٍ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ بَنَاتٍ فَكَانَ جَابِرٌ يَعُولُهُنَّ وَيُنْفِقُ عَلَيْهِنَّ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبَرُّ جَابِرًا وَيَرْحَمُهُ بِسَبَبِ ذَلِكَ هَكَذَا رُوِيَ فِي حَدِيثٍ عَنْ جَابِرٍ نَحْوَ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin As Sirri] dari [Hammad bin Salamah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohonkan ampunan untukku ketika lailatul ba’ir sebanyak dua puluh lima kali.” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.” Sedangkan makna “Lailatal ba’ir” seperti apa yang diriwayatkan dari Jabir dari beberapa jalur, bahwa suatu ketika dia bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas dia menjual untanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun dia mensyaratkan supaya dapat menungganginya sampai tiba di Madinah, malam itu Jabir berkata “Aku menjual untaku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau memintakan ampun untuknya sebanyak dua puluh lima kali. Ayah Jabir yaitu Abdullah bin ‘Amru bin Haram telah terbunuh pada Perang Uhud, dan meninggalkan beberapa anak perempuan, sedangkan Jabir adalah anak yang paling dewasa di antara mereka serta yang menafkahi mereka, karena hal itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbuat baik dan mengasihi Jabir.” Seperti inilah hadits yang diriwayatkan dari Jabir.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3788
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ خَبَّابٍ قَالَهَاجَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ فَوَقَعَ أَجْرُنَا عَلَى اللَّهِ فَمِنَّا مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَأْكُلْ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا وَمِنَّا مَنْ أَيْنَعَتْ لَهُ ثَمَرَتُهُ فَهُوَ يَهْدِبُهَا وَإِنَّ مُصْعَبَ بْنَ عُمَيْرٍ مَاتَ وَلَمْ يَتْرُكْ إِلَّا ثَوْبًا كَانُوا إِذَا غَطَّوْا بِهِ رَأْسَهُ خَرَجَتْ رِجْلَاهُ وَإِذَا غَطَّوْا بِهِ رِجْلَيْهِ خَرَجَ رَأْسُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَطُّوا رَأْسَهُ وَاجْعَلُوا عَلَى رِجْلَيْهِ الْإِذْخِرَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masy] dari [Abu Wa`il] dari [Khabbab] dia berkata “Kami berhijrah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengharap ridha Allah Ta’ala, dan Allah akan menetapkan balasan kepada kami, maka di antara kami ada yang meninggal dan belum merasakan balasan (kehidupan setelah hijrah) sedikitpun, dan di antara kami juga ada yang memiliki buah yang sudah masak dan ia memetiknya.” Sesungguhnya Mush’ab bin Umair di antara yang terbunuh pada perang Uhud, dan kami tidak mendapatkan sesuatu untuk mengkafaninya kecuali sepotong kain jika kami menutup kepalanya, kedua kakinya keluar (teringkap) dari kain dan jika kami menutup kakinya, kepalanya keluar (tersingkap) dari kain. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutupilah kepalanya (dengan kain kafan) dan tutuplah kakinya dengan idzkhir.” (rumput-rumputan berbau harum: pent) Abu Isa mengatakan “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.” Telah bercerita kepada kami [Hannad] telah bercerita kepada kami [Ibnu Idris] dari [Al Al A’masy] dari [Abu Wa`il Syaqiqi bin Salamah] dari [Khabbab bin al Art] seperti hadits di atas.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3789
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ حَدَّثَنَا سَيَّارٌ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَعَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمْ مِنْ أَشْعَثَ أَغْبَرَ ذِي طِمْرَيْنِ لَا يُؤْبَهُ لَهُ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ مِنْهُمْ الْبَرَاءُ بْنُ مَالِكٍقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Sayyar] telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dan [‘Ali bin Zaid] dari [Anas bin Malik] dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang rambutnya kusut masai, berdebu dan hanya memiliki dua pakaian usang serta tidak ada yang peduli dengannya, namun apabila dia bersumpah atas nama Allah, niscaya akan terkabul, di antara mereka adalah Al Barra` bin Malik.” Abu Isa berkata “Hadits ini derajatnya hasan gharib dari jalur ini.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3790
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكِنْدِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَا أَبَا مُوسَى لَقَدْ أُعْطِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ بُرَيْدَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَنَسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Abdurrahman Al Kindi] telah menceritakan kepada kami [Abu Yahya Al Himmani] dari [Buraid bin Abdullah bin Abu Burdah] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Wahai Abu Musa, sesungguhnya kamu telah dikaruniai suara yang merdu dari suara keluarga Daud (Nabi Daud).” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits gharib hasan shahih, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Buraidah, Abu Hurairah dan Anas.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3791
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَحْفِرُ الْخَنْدَقَ وَنَحْنُ نَنْقُلُ التُّرَابَ فَيَمُرُّ بِنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشَ الْآخِرَهْفَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَهْقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَأَبُو حَازِمٍ اسْمُهُ سَلَمَةُ بْنُ دِينَارٍ الْأَعْرَجُ الزَّاهِدُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Bazi’] telah menceritakan kepada kami [Al Fudhail bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa’d] dia berkata Kami bersama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menggali parit, sedangkan kami memindahkan tanah, lantas beliau melewati kami sambil bersabda: “ALLAHUMMA LA ‘AISYA ILLA ‘AISYAL AAKHIRAH FAGHFIR LILANSHAAR WAL MUHAAJIRAH (Ya Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat, oleh karena itu, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin).” Abu Isa berkata “Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini, Abu Hazim nama aslinya adalah Salamah bin Dinar Al A’raj, seorang yang zuhud. Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas bin Malik.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3792
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشَ الْآخِرَهْفَأَكْرِمْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a: “ALLAHUMMA LA ‘AISYA ILLA ‘AISYAL AAKHIRAH FA AKRIMIL ANSHAAR WAL MUHAAJIRAH (Ya Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat, oleh karena itu, muliakanlah kaum Anshar dan Muhajirin).” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, dan telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Anas radliallahu ‘anhu.”
Sunan At Turmudzi | Hadits No. : 3793
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَثِيرٍ الْأَنْصَارِيُّ قَال سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ يَقُولُ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَمَسُّ النَّارُ مُسْلِمًا رَآنِي أَوْ رَأَى مَنْ رَآنِيقَالَ طَلْحَةُ فَقَدْ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ و قَالَ مُوسَى وَقَدْ رَأَيْتُ طَلْحَةَ قَالَ يَحْيَى وَقَالَ لِيّ مُوسَى وَقَدْ رَأَيْتُنِي وَنَحْنُ نَرْجُو اللَّهَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ مُوسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْأَنْصَارِيِّ وَرَوَى عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيثِ عَنْ مُوسَى هَذَا الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Habib bin ‘Arabi] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ibrahim bin Katsir Al Anshari] dia berkata saya mendengar [Thalhah bin Hirasy] berkata saya mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tersentuh oleh api neraka seorang (muslim) yang pernah melihatku atau melihat orang yang pernah melihatku (para sahabat).” Thalhah mengatakan “Sungguh, aku telah melihat Jabir bin Abdullah.” Musa mengatakan “Dan aku juga telah melihat Thalhah.” Yahya mengatakan Musa berkata kepadaku “Dan aku telah melihat diriku dan kami berharap kepada Allah termasuk (dari mereka).” Abu Isa berkata “Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Musa bin Ibrahim Al Anshari, dan hadits ini juga telah diriwayatkan oleh [Ali bin Al Madini] dan banyak dari ahli’ hadits dari Musa.”