Mandi
Sahih Bukhari | Hadits No. : 280
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَاسْتَفْتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Juwairiyah} dari {Nafi’} dari {‘Abdullah} berkata, “‘Umar minta fatwa kepada Nabi saw., “Apakah salah seorang dari kami boleh tidur saat junub?” Beliau menjawab: “Ya. Jika ia berwudhu.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 281
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ الْجَنَابَةُ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ نَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {‘Abdullah bin Dinar} dari {‘Abdullah bin ‘Umar} bahwa ia berkata, “‘Umar bin Al Khaththab menceritakan kepada Rasulullah saw. bahwa ia junub di malam hari. Rasulullah saw. lalu berkata kepadanya: “wudhu dan cucilah kemaluanmu, kemudian tidurlah.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 282
حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُتَابَعَهُ عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شُعْبَةَ مِثْلَهُ وَقَالَ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبَانُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Fadhalah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} dari {Hisyam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badannya, lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib banginya mandi.” Hadits ini dikuatkan oleh {‘Amru bin Marzuq} dari {Syu’bah} seperti hadits tersebut. Dan {Musa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Aban} berkata, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan} seperti hadits tersebut.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 283
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ الْحُسَيْنِ قَالَ يَحْيَى وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَأَلَ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ فَقَالَأَرَأَيْتَ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ فَلَمْ يُمْنِ قَالَ عُثْمَانُ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ وَيَغْسِلُ ذَكَرَهُ قَالَ عُثْمَانُ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ وَالزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ وَطَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ وَأُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَأَمَرُوهُ بِذَلِكَقَالَ يَحْيَى وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ma’mar} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Warits} dari {Al Husain}, {Yahya} berkata, dan telah mengabarkan kepadaku {Abu Salamah} bahwa {‘Atha’ bin Yasar} mengabarkan kepadanya, bahwa {Zaid bin Khalid Al Juhaini} mengabarkan kepadanya, bahwa dia bertanya kepada {‘Utsman bin ‘Affan}, “Bagaimana pendapatmu bila seseorang berhubungan dengan isterinya tapi tidak keluar air mani?” ‘Utsman bin ‘Affan menjawab, “Hendaknya ia berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, lalu mencuci kemaluannya.” ‘Utsman lalu melanjutkan ucapannya, “Aku mendengarnya dari Rasulullah saw., dan aku juga pernah bertanya kepada ‘Ali bin Abu Thalib, Az Zubair bin Al ‘Awam, Thalhah bin ‘Ubaidullah dan Ubay bin Ka’b? ra.m. Mereka semua memerintahkan seperti itu.” {Yahya} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Salamah} bahwa {‘Urwah bin Az Zubair} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abu Ayyub} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar seperti itu dari Rasulullah saw.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 284
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو أَيُّوبَ قَالَ أَخْبَرَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَنَّهُ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ فَلَمْ يُنْزِلْ قَالَ يَغْسِلُ مَا مَسَّ الْمَرْأَةَ مِنْهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّيقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْغَسْلُ أَحْوَطُ وَذَاكَ الْآخِرُ وَإِنَّمَا بَيَّنَّا لِاخْتِلَافِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam bin ‘Urwah} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Bapakku} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Ayyub} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ubay bin Ka’b} bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang berhubungan dengan isterinya namun tidak keluar (mani)?” beliau menjawab: “Hendaklah ia cuci apa yang mengenai isterinya (kemaluan), lalu wudhu dan shalat.” Abu ‘Abdullah Al Bukhari berkata, “Mandi adalah sikap yang lebih berhati-hati.” Inilah akhir dari penjelasan bab ini, dan kami telah menerangkan perbedaan pendapat mereka (para imam).”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 240
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} isteri Nabi saw., bahwa jika Nabi saw. mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 241
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ غَيْرَ رِجْلَيْهِ وَغَسَلَ فَرْجَهُ وَمَا أَصَابَهُ مِنْ الْأَذَى ثُمَّ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثُمَّ نَحَّى رِجْلَيْهِ فَغَسَلَهُمَا هَذِهِ غُسْلُهُ مِنْ الْجَنَابَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Kuraib} dari {Ibnu ‘Abbas} dari {Maimunah} isteri Nabi saw., ia berkata, “Nabi saw. berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kecuali kedua kakinya. Beliau lalu mencuci kemaluan dan apa yang terkena kotoran (mani), kemudian menyiramkan air ke atasnya, kemudian mengakhirinya dengan menyela dan mencuci kedua kakinya. Itulah cara beliau mandi dari janabat.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 242
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ قَدَحٍ يُقَالُ لَهُ الْفَرَقُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam bin Abu Iyas} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi’b} dari {Az Zuhri} dari {‘Urwah} dari {‘Aisyah} berkata, “Aku pernah mandi bersama Nabi saw. dari satu ember terbuat dari tembikar yang disebut Al Faraq.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 243
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ حَفْصٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ يَقُولُ دَخَلْتُ أَنَا وَأَخُو عَائِشَةَ عَلَى عَائِشَةَفَسَأَلَهَا أَخُوهَا عَنْ غُسْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَتْ بِإِنَاءٍ نَحْوًا مِنْ صَاعٍ فَاغْتَسَلَتْ وَأَفَاضَتْ عَلَى رَأْسِهَا وَبَيْنَنَا وَبَيْنَهَا حِجَابٌقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَبَهْزٌ وَالْجُدِّيُّ عَنْ شُعْبَةَ قَدْرِ صَاعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepadaku {‘Abdush Shamad} berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Bakar bin Hafsh} berkata, aku mendengar {Abu Salamah} berkata, “Aku dan saudara ‘Aisyah menemui {‘Aisyah}, lalu saudaranya bertanya kepadanya tentang cara Nabi saw. mandi (dari janabat). ‘Aisyah lalu minta diambilkan satu bejana air setara dengan ukuran satu sha’. Kemudian mandi dan menuangkan air ke atas kepalanya, sementara antara kami dengannya terhalang oleh hijab.” Abu ‘Abdullah berkata, {Yazid bin Harun} dan {Bahz} dan {Al Juddi} menyebutkan dari {Syu’bah}, “Sekadar satu sha’.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 244
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ أَنَّهُ كَانَ عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِهُوَ وَأَبُوهُ وَعِنْدَهُ قَوْمٌ فَسَأَلُوهُ عَنْ الْغُسْلِ فَقَالَ يَكْفِيكَ صَاعٌ فَقَالَ رَجُلٌ مَا يَكْفِينِي فَقَالَ جَابِرٌ كَانَ يَكْفِي مَنْ هُوَ أَوْفَى مِنْكَ شَعَرًا وَخَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ أَمَّنَا فِي ثَوْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Abu Ishaq} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Ja’far} bahwasanya ia berada di sisi {Jabir bin ‘Abdullah} -dia dan ayahnya (Ali bin Al Hasan) -, dan di dekat Jabir juga ada sekelompok orang yang bertanya kepadanya tentang cara mandi. Jabir bin Abdullah lalu menjawab, “Cukup bagimu dengan satu sha’ air.” Tiba-tiba ada seorang yang berkata, “Bagiku tidak cukup!” Maka Jabir pun berkata, “Seukuran itu cukup buat orang yang lebih lebat rambutnya darimu, dan yang lebih baik darimu.”