Mandi

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 275

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي اللَّيْلَةِ الْوَاحِدَةِ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul A’la bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la bin Abdul A’la} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} bahwa {Anas bin Malik} menceritakan kepada mereka, bahwa Nabi saw. menggilir semua isterinya dalam satu malam, padahal saat itu isteri beliau ada sembilan orang.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 276

حَدَّثَنَا عَيَّاشٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ بَكْرٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَلَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا جُنُبٌ فَأَخَذَ بِيَدِي فَمَشَيْتُ مَعَهُ حَتَّى قَعَدَ فَانْسَلَلْتُ فَأَتَيْتُ الرَّحْلَ فَاغْتَسَلْتُ ثُمَّ جِئْتُ وَهُوَ قَاعِدٌ فَقَالَ أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هِرٍّ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا أَبَا هِرٍّ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ayyasy} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Abdul A’la} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Bakar} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} berkata, “Rasulullah saw. berjumpa dengan aku padahal aku dalam keadaan junub. Beliau menggandeng tanganku hingga aku pun berjalan bersama beliau hingga beliau duduk. Aku lantas pergi diam-diam kembali ke rumah untuk mandi. Kemudian kembali lagi dan beliau masih duduk. Beliau lalu bertanya: “Kemana saja kamu tadi wahai Abu Hurairah?” Maka aku ceritakan pada beliau. Beliau lalu bersabda: “Subhaanallah! Wahai Abu Hurairah, seorang Muslim itu tidaklah najis.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 277

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَشَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَأَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْقُدُ وَهُوَ جُنُبٌ قَالَتْ نَعَمْ وَيَتَوَضَّأُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nu’aim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dan {Syaiban} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} berkata, Aku bertanya kepada {‘Aisyah}, “Apakah Nabi saw. tidur dalam keadaan junub?” ‘Aisyah menjawab, “Ya, setelah berwudhu.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 278

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa ‘Umar bin Al Khaththab bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah boleh seorang dari kami tidur dalam keadaan dia junub?” Rasulullah saw. menjawab: “Ya. Jika salah seorang dari kalian berwudhu, maka hendaklah ia tidur meskipun dalam keadaan junub.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 279

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ فَرْجَهُ وَتَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Bukair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {‘Ubaidullah bin Abu Ja’far} dari {Muhammad bin ‘Abdurrahman} dari {‘Urwah} dari {‘Aisyah} berkata, “Jika Nabi saw. hendak tidur saat dirinya dalam kondisi junub, maka beliau membasuh kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 280

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَاسْتَفْتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Juwairiyah} dari {Nafi’} dari {‘Abdullah} berkata, “‘Umar minta fatwa kepada Nabi saw., “Apakah salah seorang dari kami boleh tidur saat junub?” Beliau menjawab: “Ya. Jika ia berwudhu.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 281

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ الْجَنَابَةُ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ نَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {‘Abdullah bin Dinar} dari {‘Abdullah bin ‘Umar} bahwa ia berkata, “‘Umar bin Al Khaththab menceritakan kepada Rasulullah saw. bahwa ia junub di malam hari. Rasulullah saw. lalu berkata kepadanya: “wudhu dan cucilah kemaluanmu, kemudian tidurlah.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 282

حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُتَابَعَهُ عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ شُعْبَةَ مِثْلَهُ وَقَالَ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبَانُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Fadhalah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} dari {Hisyam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badannya, lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib banginya mandi.” Hadits ini dikuatkan oleh {‘Amru bin Marzuq} dari {Syu’bah} seperti hadits tersebut. Dan {Musa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Aban} berkata, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan} seperti hadits tersebut.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 283

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ الْحُسَيْنِ قَالَ يَحْيَى وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَأَلَ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ فَقَالَأَرَأَيْتَ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ فَلَمْ يُمْنِ قَالَ عُثْمَانُ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ وَيَغْسِلُ ذَكَرَهُ قَالَ عُثْمَانُ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ وَالزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ وَطَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ وَأُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَأَمَرُوهُ بِذَلِكَقَالَ يَحْيَى وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ma’mar} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Warits} dari {Al Husain}, {Yahya} berkata, dan telah mengabarkan kepadaku {Abu Salamah} bahwa {‘Atha’ bin Yasar} mengabarkan kepadanya, bahwa {Zaid bin Khalid Al Juhaini} mengabarkan kepadanya, bahwa dia bertanya kepada {‘Utsman bin ‘Affan}, “Bagaimana pendapatmu bila seseorang berhubungan dengan isterinya tapi tidak keluar air mani?” ‘Utsman bin ‘Affan menjawab, “Hendaknya ia berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, lalu mencuci kemaluannya.” ‘Utsman lalu melanjutkan ucapannya, “Aku mendengarnya dari Rasulullah saw., dan aku juga pernah bertanya kepada ‘Ali bin Abu Thalib, Az Zubair bin Al ‘Awam, Thalhah bin ‘Ubaidullah dan Ubay bin Ka’b? ra.m. Mereka semua memerintahkan seperti itu.” {Yahya} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Salamah} bahwa {‘Urwah bin Az Zubair} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abu Ayyub} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar seperti itu dari Rasulullah saw.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 284

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو أَيُّوبَ قَالَ أَخْبَرَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَنَّهُ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ فَلَمْ يُنْزِلْ قَالَ يَغْسِلُ مَا مَسَّ الْمَرْأَةَ مِنْهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّيقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْغَسْلُ أَحْوَطُ وَذَاكَ الْآخِرُ وَإِنَّمَا بَيَّنَّا لِاخْتِلَافِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam bin ‘Urwah} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Bapakku} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Ayyub} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ubay bin Ka’b} bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang berhubungan dengan isterinya namun tidak keluar (mani)?” beliau menjawab: “Hendaklah ia cuci apa yang mengenai isterinya (kemaluan), lalu wudhu dan shalat.” Abu ‘Abdullah Al Bukhari berkata, “Mandi adalah sikap yang lebih berhati-hati.” Inilah akhir dari penjelasan bab ini, dan kami telah menerangkan perbedaan pendapat mereka (para imam).”