Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3467

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّ مُجَاهِدًا أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنَّا جُلُوسًا فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ يَوْمِ عَرَفَةَ إِذْ سَمِعْنَا حِسَّ الْحَيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْتُلُوا قَالَ فَقُمْنَا قَالَ فَدَخَلَتْ شَقَّ جُحْرٍ فَأُتِيَ بِسَعَفَةٍ فَأُضْرِمَ فِيهَا نَارًا وَأَخَذْنَا عُودًا فَقَلَعْنَا عَنْهَا بَعْضَ الْجُحْرِ فَلَمْ نَجِدْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهَا وَقَاهَا اللَّهُ شَرَّكُمْ كَمَا وَقَاكُمْ شَرَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} bahwa {Mujahid} mengabarkan kepadanya bahwa {Abu Ubaidah} telah mengabarkan kepadanya dari {ayahnya} ia berkata Pada malam Arafah sebelum hari Arafah, kami duduk di masjid Al Khaif, ketika itu kami mendengar desis seekor ular. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Bunuhlah.” Ia berkata Maka kami pun berdiri, ia berkata Lalu ular tersebut masuk ke celah batu, maka disumbat dengan pelepah kurma dan dibakar dengan api, kami mengambil tongkat lalu membongkar sebagian lubang namun tidak mendapatkannya. Rasulullah saw. pun bersabda: “Biarkan ia, Allah telah menyelamatkannya dari kejahatan kalian sebagaimana Dia telah menyelamatkan kalian dari kejahatannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3468

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ هُوَ ابْنُ أَبِي خَالِدٍ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَكُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَنَا نِسَاءٌ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَسْتَخْصِي فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} ia adalah anak Abu Khalid, telah menceritakan kepadaku {Qais} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Kami berperang bersama Rasulullah saw. dan tidak ada para wanita yang ikut, lalu kami berkata Wahai Rasulullah, bolehkah kami berkebiri? Namun beliau melarang hal itu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3469

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا النَّاسَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepadaku {Qais} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasud (iri/dengki) kecuali pada dua hal (pada) seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran hingga meninggal dan seseorang yang dikaruniai hikmah oleh Allah, ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkan kepada manusia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3470

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِي يَعْلَى عَنْ رَبِيْعِ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ خَطَّ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا وَسَطَ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ وَخُطُوطًا إِلَى جَنْبِ الْخَطِّ الَّذِي وَسَطَ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ وَخَطٌّ خَارِجٌ مِنْ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ الْخَطُّ الْأَوْسَطُ وَهَذِهِ الْخُطُوطُ الَّتِي إِلَى جَنْبِهِ الْأَعْرَاضُ تَنْهَشُهُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ إِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا أَصَابَهُ هَذَا وَالْخَطُّ الْمُرَبَّعُ الْأَجَلُ الْمُحِيطُ بِهِ وَالْخَطُّ الْخَارِجُ الْأَمَلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {ayahku} dari {Abu Ya’la} dari {Rabi’ bin Khutsaim} dari {Abdullah bin Mas’ud} dari Nabi saw. bahwa beliau membuat sebuah garis persegi empat dan membuat garis di tengah garis persegi empat serta garis-garis di samping garis tengah persegi panjang dan garis di luar garis persegi panjang, seraya bertanya: “Tahukah kalian apa ini?” mereka menjawab Allah dan RasulNya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Garis di tengah adalah manusia, garis-garis di sampingnya adalah tujuan dunia yang mengerogotinya dari setiap tempat, jika yang ini salah, ia akan mendapatkan yang ini, sementara garis persegi empat adalah ajal yang menguasainya sedangkan garis di luar adalah angan-angannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3471

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍأَنَّ رَجُلًا أَصَابَ مِنْ امْرَأَةٍ قُبْلَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنْ كَفَّارَتِهَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ أَقِمْ الصَّلَاةَ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ }فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِي هَذِهِ فَقَالَ لِمَنْ عَمِلَ كَذَا مِنْ أُمَّتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {At Taimi} dari {Abu Utsman} dari {Ibnu Mas’ud} bahwa seorang laki-laki dicium istrinya, lalu ia datang kepada Nabi saw. menanyakan mengenai kafaratnya, lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk), lalu ia berkata Wahai Rasulullah, apakah ayat itu untukku? Beliau menjawab: “Bagi siapa yang melakukan seperti ini dari umatku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3472

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ عَنْ سَحُورِهِ فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ أَوْ قَالَ يُنَادِي لِيَرْجِعَ قَائِمُكُمْ وَيَنْتَبِهَ نَائِمُكُمْ لَيْسَ أَنْ يَقُولَ هَكَذَا وَضَمَّ يَدَهُ وَرَفَعَهَا وَلَكِنْ حَتَّى يَقُولَ هَكَذَا وَفَرَّقَ يَحْيَى بَيْنَ السَّبَّابَتَيْنِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا الْحَدِيثُ لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ أَحَدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {At Taimi} dari {Abu Utsman} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorang dari kalian melarang adzan Bilal pada waktu sahur, karena ia (hanya) memberitahukan, atau ia berkata Memanggil siapa dari kalian yang bertahajjud agar kembali dan mengingatkan yang tidur bukan untuk mengatakan begini.” Beliau mengepalkan tangannya dan mengangkatnya, “Tetapi hingga mengatakan begini.” Yahya merenggangkan antara kedua ibu jarinya. Abu Abdurrahman berkata Aku tidak mendengar hadits ini dari seorang pun.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3473

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ عَتِيقٍ عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ عَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ ثَلَاثَ مِرَارٍقَالَ يَحْيَى فِي حَدِيثٍ طَوِيلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah menceritakan kepadaku {Sulaiman bin ‘Atiq} dari {Thalq bin Habib} dari {Al Ahnaf bin Qais} dari {Abdullah bin Mas’ud} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketahuilah, celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengucapkan tiga kali. Yahya berkata dalam hadits yang panjang.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3474

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كَأَنَّهُ عَلَى الرَّضْفِ قُلْتُ حَتَّى يَقُومَ قَالَ حَتَّى يَقُومَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} ia berkata Telah menceritakan kepadaku {Sa’d bin Ibrahim} dari {Abu Ubaidah} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. pernah shalat dua rakaat seakan beliau berada di atas bara api dari batu. Aku kataka Hingga beliau berdiri? Ia menjawab Hingga beliau berdiri.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3475

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا جَامِعُ بْنُ شَدَّادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَلْقَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُأَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ لَيْلًا فَنَزَلْنَا دَهَاسًا مِنْ الْأَرْضِ فَقَالَ مَنْ يَكْلَؤُنَا فَقَالَ بِلَالٌ أَنَا قَالَ إِذًا تَنَامَ قَالَ لَا فَنَامَ حَتَّى طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَاسْتَيْقَظَ فُلَانٌ وَفُلَانٌ فِيهِمْ عُمَرُ فَقَالَ اهْضِبُوا فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ افْعَلُوا مَا كُنْتُمْ تَفْعَلُونَ فَلَمَّا فَعَلُوا قَالَ هَكَذَا فَافْعَلُوا لِمَنْ نَامَ مِنْكُمْ أَوْ نَسِيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Jami’ bin Syaddad} dari {Abdurrahman bin Abu ‘Alqamah} berkata Aku mendengar {Ibnu Mas’ud} berkata Nabi saw. datang dari Hudaibiyah pada malam hari, lalu kami singgah di tanah datar dan lunak, lalu beliau bertanya: “Siapa yang akan menjaga kita?” lalu Bilal berkata Aku. Beliau bersabda: “Kalau begitu, tidurlah.” Ia menjawab Tidak. Namun ia tertidur pula hingga terbit matahari, lalu fulan dan fulan terbangun, di antara mereka ada Umar, ia berkata Bicaralah. Lalu Nabi saw. terbangun seraya bersabda: “Lakukanlah apa yang pernah engkau lakukan.” Tatkala mereka melakukan, beliau bersabda: “Seperti inilah, maka lakukanlah bagi siapa di antara kalian yang tertidur atau lupa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3476

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي زُبَيْدٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Zubaid} dari {Ibrahim} dari {Masruq} dari {Abdullah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul pipi, merobek-robek saku dan meratap dengan kata-kata jahiliyah.”