Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3567

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الرُّكَيْنِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرِّبَا وَإِنْ كَثُرَ فَإِنَّ عَاقِبَتَهُ تَصِيرُ إِلَى قُلٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Ar Rukain bin Ar Rabi’} dari {ayahnya} dari {Ibnu Mas’ud} bahwa Nabi saw. bersabda: “Harta riba meskipun banyak pada akhirnya akan menjadi sedikit.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3568

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَأَقْرَأَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }فَقَالَ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُدَّكِرٍ أَوْ مُذَّكِّرٍ قَالَ أَقْرَأَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُدَّكِرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {Al Aswad} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. membacakan kepadaku: (Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?), seorang laki-laki bertanya Wahai Abu Abdurrahman, MUDDAKIR atau MUDZDZAKIR, ia berkata Rasulullah saw. membacakan kepadaku MUDDAKIR.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3569

حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنِ الرُّكَيْنِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ ثَلَاثَةٌ فَفَرَسٌ لِلرَّحْمَنِ وَفَرَسٌ لِلْإِنْسَانِ وَفَرَسٌ لِلشَّيْطَانِ فَأَمَّا فَرَسُ الرَّحْمَنِ فَالَّذِي يُرْبَطُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَعَلَفُهُ وَرَوْثُهُ وَبَوْلُهُ وَذَكَرَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَأَمَّا فَرَسُ الشَّيْطَانِ فَالَّذِي يُقَامَرُ أَوْ يُرَاهَنُ عَلَيْهِ وَأَمَّا فَرَسُ الْإِنْسَانِ فَالْفَرَسُ يَرْتَبِطُهَا الْإِنْسَانُ يَلْتَمِسُ بَطْنَهَا فَهِيَ تَسْتُرُ مِنْ فَقْرٍحَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا الرُّكَيْنُ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ ثَلَاثَةٌ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hajjaj} telah memberitakan kepada kami {Syarik} dari {Ar Rukain bin Ar Rabi’} dari {Al Qosim bin Hassan} dari {Abdullah bin Mas’ud} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kuda itu ada tiga macam Kuda untuk Allah, kuda untuk manusia dan kuda untuk setan. Adapun kuda untuk Allah adalah yang dipergunakan berperang fi sabilillah, maka makanan, kotoran dan air kencingnya.” Beliau menyebutkan apa yang dikehendaki Allah: “Sedangkan kuda untuk setan adalah yang dipergunakan untuk taruhan atau berjudi, adapun kuda untuk manusia ialah kuda yang dipelihara oleh manusia diharapkan isi perutnya untuk melindungi dari kefakiran.” Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Amru} telah menceritakan kepada kami {Za`idah} telah menceritakan kepada kami {Ar Rukain} dari {Abu Amru Asy Syaibani} dari {seorang laki-laki Anshor} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kuda itu ada tiga macam.” Lalu ia menyebutkan hadits.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3570

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ نَاجِيَةَ الْكَاهِلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَحَى الْإِسْلَامِ سَتَزُولُ بِخَمْسٍ وَثَلَاثِينَ أَوْ سِتٍّ وَثَلَاثِينَ أَوْ سَبْعٍ وَثَلَاثِينَ فَإِنْ يَهْلَكْ فَكَسَبِيلِ مَنْ أُهْلِكَ وَإِنْ يَقُمْ لَهُمْ دِينُهُمْ يَقُمْ لَهُمْ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ قَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَبِمَا مَضَى أَمْ بِمَا بَقِيَ قَالَ بَلْ بِمَا بَقِيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Manshur} dari {Rib’i} dari {Al Bara` bin Najiyah Al Kahili} dari {Abdullah bin Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Peperangan Islam akan pudar pada tiga puluh lima, tiga puluh enam atau tiga puluh tujuh. Bila ia binasa, maka itulah jalan orang dibinasakan, namun bila ia tegak, maka agama mereka akan tegak selama tujuh puluh tahun.” Ia berkata Umar berkata Wahai Rasulullah, apakah itu telah berlalu atau yang akan datang? Beliau menjawab: “Yang telah berlalu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3571

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ سَمِعْتُ إِسْرَائِيلَ بْنَ يُونُسَ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ مَوْلَى الْهَمْدَانِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ لَا يُبَلِّغْنِي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِي شَيْئًا فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَخْرُجَ إِلَيْكُمْ وَأَنَا سَلِيمُ الصَّدْرِ قَالَ وَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَالٌ فَقَسَمَهُ قَالَ فَمَرَرْتُ بِرَجُلَيْنِ وَأَحَدُهُمَا يَقُولُ لِصَاحِبِهِ وَاللَّهِ مَا أَرَادَ مُحَمَّدٌ بِقِسْمَتِهِ وَجْهَ اللَّهِ وَلَا الدَّارَ الْآخِرَةَ فَتَثَبَّتُّ حَتَّى سَمِعْتُ مَا قَالَا ثُمَّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لَنَا لَا يُبَلِّغْنِي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِي شَيْئًا وَإِنِّي مَرَرْتُ بِفُلَانٍ وَفُلَانٍ وَهُمَا يَقُولَانِ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَاحْمَرَّ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَقَّ عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ دَعْنَا مِنْكَ فَقَدْ أُوذِيَ مُوسَى أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ صَبَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} ia berkata Aku mendengar {Isra`il bin Yunus} dari {Al Walid bin Hisyam} mantan budak Al Hamdani dari {Zaid bin Za`idah} dari {Abdullah bin Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Tidak boleh ada salah seorang pun dari sahabatku yang menyampaikan sesuatu kepadaku, karena aku ingin keluar menemui kalian dalam keadaan lapang dada.” Ia berkata Lalu Rasulullah saw. membagikan harta yang datang kepadanya. Ia berkata Lalu aku melewati dua orang, salah satunya mengatakan kepada temannya Demi Allah, dengan pembagian ini Muhammad bukan untuk mengharapkan wajah Allah dan bukan pula kehidupan akhirat. Aku pun meyakinkan hingga aku mendengar apa yang mereka berdua katakan, kemudian aku menemui Rasulullah saw. seraya berkata Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau telah mengatakan kepada kami: “Tidak boleh ada salah seorang pun dari sahabatku yang menyampaikan sesuatu kepadaku.” Namun aku telah melewati fulan dan fulan, mereka mengatakan ini dan itu, demikianlah. Ia melanjutkan Lalu memerahlah wajah Rasulullah saw. dan beliau merasa keberatan kemudian beliau bersabda: “Tinggalkan kami darimu, sungguh Musa pernah disiksa lebih banyak dari itu kemudian ia bersabar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3572

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَأَخَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْعِشَاءِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ يَنْتَظِرُونَ الصَّلَاةَ قَالَ أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِ هَذِهِ الْأَدْيَانِ أَحَدٌ يَذْكُرُ اللَّهَ هَذِهِ السَّاعَةَ غَيْرُكُمْ قَالَ وَأَنْزَلَ هَؤُلَاءِ الْآيَاتِ{ لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ حَتَّى بَلَغَ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ تُكْفَرُوهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} dan {Hasan bin Musa} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {‘Ashim} dari {Zirr} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. mengakhirkan shalat Isya`, kemudian beliau pergi ke masjid, ternyata orang-orang menunggu untuk shalat. Beliau bersabda: “Tidak ada pemeluk agama manapun yang berdzikir kepada Allah saat ini selain kalian.” Ia berkata Dia menurunkan kepada mereka beberapa ayat: (Mereka itu tidak sama di antara Ahli Kitab) hingga sampai ayat: (Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3573

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ أَبِي النَّجُودِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَجَاءَ ابْنُ النَّوَّاحَةِ وَابْنُ أُثَالٍ رَسُولَا مُسَيْلِمَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمَا أَتَشْهَدَانِ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَا نَشْهَدُ أَنَّ مُسَيْلِمَةَ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ لَوْ كُنْتُ قَاتِلًا رَسُولًا لَقَتَلْتُكُمَاقَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ فَمَضَتْ السُّنَّةُ أَنَّ الرُّسُلَ لَا تُقْتَلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi} telah menceritakan kepada kami {‘Ashim bin Abu An Najud} dari {Abu Wa`il} dari {Abdullah bin Mas’ud} ia berkata Ibnu An Nawwahah dan Ibnu Utsal pernah datang kepada Nabi saw. sebagai utusan dari Musailamah, lalu beliau bertanya kepada mereka berdua: “Apakah kalian bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?” Mereka berdua menjawab Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah utusan Allah. Lalu Nabi saw. bersabda: “Aku beriman kepada Allah dan RasulNya, Seandainya aku dibolehkan membunuh utusan, tentu aku telah membunuh kalian berdua.” Abdullah berkata Beliau bersabda: “Sunnah telah berlaku bahwa seorang utusan tidak boleh dibunuh”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3574

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَكُنَّا نَرَى الْآيَاتِ فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَرَكَاتٍ وَأَنْتُمْ تَرَوْنَهَا تَخْوِيفًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim} dari {‘Alqamah} dari {Abdullah} ia berkata Kemi melihat tanda-tanda (kebesaran Allah) pada zaman Nabi saw. sebagai berkah sedang kalian melihatnya menakutkan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3575

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَنَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْزِلًا فَانْطَلَقَ لِحَاجَتِهِ فَجَاءَ وَقَدْ أَوْقَدَ رَجُلٌ عَلَى قَرْيَةِ نَمْلٍ إِمَّا فِي الْأَرْضِ وَإِمَّا فِي شَجَرَةٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّكُمْ فَعَلَ هَذَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اطْفُهَا اطْفُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Al Hasan bin Sa’d} dari {Abdurrahman bin Abdullah} dari {Abdullah} bahwa ia berkata Nabi saw. singgah di suatu tempat lalu pergi buang hajat, ketika kembali, seorang lelaki telah membakar sarang semut baik yang di tanah maupun yang di pohon. Lalu Rasulullah saw. bertanya: “Siapakah yang melakukan ini?” Seorang laki-laki kaum menjawab: Aku wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Matikanlah, matikanlah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3576

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَعْدَةَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّكُمْ يَذْكُرُ لَيْلَةَ الصَّهْبَاوَاتِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَنَا وَاللَّهِ أَذْكُرُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي وَإِنَّ فِي يَدَيَّ لَتَمَرَاتٍ أَتَسَحَّرُ بِهِنَّ مُسْتَتِرًا بِمُؤْخِرَةِ رَحْلِي مِنْ الْفَجْرِ وَذَلِكَ حِينَ طَلَعَ الْقَمَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Sa’id bin Amru bin Ja’dah} dari {Abu Ubaidah} dari {Abdullah} bahwa seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai lailatul qadar. Lalu Rasulullah saw. menjawab: “Siapa dari kalian yang ingat malam berwarna merah itu?” Lalu Abdullah berkata Aku, demi Allah, aku mengingatnya, wahai Rasulullah, ayah dan ibuku jadi tebusanmu. Sesungguhnya di kedua tanganku ada beberapa kurma yang menjadikan menu sahurku sambil bersembunyi di balik bagian belakang tungganganku karena fajar tiba. Hal itu terjadi ketika bulan telah muncul.