Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3437

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتَعَاهَدُوا هَذِهِ الْمَصَاحِفَ وَرُبَّمَا قَالَ الْقُرْآنَ فَلَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنْ النَّعَمِ مِنْ عُقُلِهِ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ إِنِّي نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Abdullah} ia berkata Jagalah mushaf-mushaf ini. Barangkali ia berkata Al Qur`an, sungguh ia paling cepat terlepas dari dada kaum laki-laki dari pada terlepasnya unta dari ikatannya. Ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Aku lupa ayat ini dan itu, tetapi ia telah dilupakan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3438

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِي وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abdullah bin Murrah} dari {Masruq} dari {Abdullah} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku adalah Rasulullah, kecuali pada tiga orang Orang tua yang berzina, jiwa dibalas jiwa dan meninggalkan agamanya (murtad) memisahkan dari jama’ah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3439

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَكُنَّا إِذَا جَلَسْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّلَاةِ قُلْنَا السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ السَّلَامُ عَلَى جِبْرِيلَ السَّلَامُ عَلَى مِيكَائِيلَ السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ فَسَمِعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ثُمَّ يَتَخَيَّرُ بَعْدُ مِنْ الدُّعَاءِ مَا شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Abdullah} berkata Apabila kami apabila duduk bersama Rasulullah saw. dalam shalat, kami mengatakan (ASSALAMU ‘ALALLAH QABLA ‘IBADIHI ASSALAMU ‘ALA JIBRIL ASSALAMU ‘ALA MIKA`IL ASSALAMU ‘ALA FULAN ASSALAMU ‘ALA FULAN) (Semoga kesejahteraan atas Allah sebelum para hambaNya, semoga kesejahteraan atas Jibril, semoga kesejahteraan atas Mika`il, semoga kesejahteraan atas fulan dan semoga kesejahteraan atas fulan). Rasulullah saw. mendengar (ucapan) kami lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah adalah As Salam, bila salah seorang dari kalian duduk dalam shalat, maka ucapkanlah Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan, semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkahNya, kesejahteraan semoga terlimpahkan atas kita dan para hamba Allah yang shalih. Maka bila ia mengucapkannya, ia akan terlimpahkan kepada setiap hamba yang shalih di langit dan bumi, Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, kemudian ia dapat memilih doa mana yang ia kehendaki setelah itu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3440

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُسْلِمٍ الْهَجَرِيُّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَمَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ فَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ سُنَنَ الْهُدَى وَمَا مِنْكُمْ إِلَّا وَلَهُ مَسْجِدٌ فِي بَيْتِهِ وَلَوْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ وَلَقَدْ رَأَيْتُنِي وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومٌ نِفَاقُهُ وَلَقَدْ رَأَيْتُ الرَّجُلَ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَأْتِي مَسْجِدًا مِنْ الْمَسَاجِدِ فَيَخْطُو خُطْوَةً إِلَّا رُفِعَ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ أَوْ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ حَتَّى إِنْ كُنَّا لَنُقَارِبُ بَيْنَ الْخُطَى وَإِنَّ فَضْلَ صَلَاةِ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ عَلَى صَلَاتِهِ وَحْدَهُ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Muslim Al Hajari} dari {Abu Al Ahwash} dari {Abdullah} ia berkata Barangsiapa yang senang bertemu Allah Azza wa Jalla besok sebagai seorang muslim, hendaklah mereka menjaga shalat yang diwajibkan kapan ia dipanggil, karena ia adalah sunnah-sunah petunjuk. Sesungguhnya Allah telah menetapkan syariat untuk Nabi kalian dengan sunnah-sunnah petunjuk. Dan tidaklah di antara kalian kecuali baginya masjid di rumahnya, seandainya kalian shalat di rumah kalian sebagaimana shalatnya orang yang tertinggal di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, seandainya kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Sungguh, aku telah melihat diriku dan tidaklah tertinggal darinya melainkan seorang munafik yang diketahui kemunafikannya, aku pun telah melihat seorang laki-laki dituntun oleh dua orang laki-laki hingga berdiri dalam shaf. Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki berwudhu serta menyempurnakan wudhunya kemudian mendatangi salah satu masjid, lalu melangkah satu langkah melainkan ia akan diangkat beberapa derajat atau akan dihapus beberapa kesalahan darinya atau dicatat baginya satu kebaikan” hingga kami saling mendekatkan langkah, “Dan sungguh keutamaan shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah terhadap shalat sendirian adalah sebanyak dua puluh lima derajat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3441

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَحَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمُصَدَّقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ فِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيُخْتَمُ لَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيُخْتَمُ لَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abdullah} ia berkata Telah menceritakan kepada kami Rasulullah saw., beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan: “Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu, lalu menjadi segumpal daging seperti itu, kemudian diutus malaikat kepadanya, lalu ia meniupkan ruh padanya dan diperintahkan dengan empat kalimat tentang rizki, ajal dan amalnya serta sengsara atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada Ilah selainNya, sesungguhnya salah seorang dari kalian akan beramal dengan amalan penghuni surga hingga tidaklah antara dirinya dengan surga melainkan satu hasta, namun Al Kitab mendahuluinya, lalu ia menutupnya dengan amalan ahli neraka maka ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seorang laki-laki beramal dengan amalan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya satu hasta, namun Al Kitab mendahuluinya, lalu ia menutupnya dengan amalan ahli surga, maka ia masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3442

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَةً وَقُلْتُ أُخْرَى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَقَالَ وَقُلْتُ أَنَا مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Abdullah} ia berkata Rasulullah saw. mengatakan satu kalimat, aku mengatakan satu kalimat yang lain, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mati tidak menyekutikan Allah dengan sesuatu pun, niscaya ia masuk surga.” Ia berkata Dan aku berkata Barangsiapa yang mati menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya ia masuk neraka.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3443

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِ وَارِثِهِ قَالَ اعْلَمُوا أَنَّهُ لَيْسَ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ مَا لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا قَدَّمْتَ وَمَالُ وَارِثِكِ مَا أَخَّرْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Al Harits bin Suwaid} dari {Abdullah} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Siapakah di antara kalian yang lebih mencintai harta pewarisnya dari pada hartanya?” ia berkata Mereka berkata Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun dari kami melainkan hartanya lebih dicintai dari pada harta pewarisnya. Beliau bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian melainkan ia lebih mencintai harta pewarisnya dari pada hartanya, tidaklah bagimu dari hartamu melainkan apa yang telah kamu pergunakan dan harta pewarismu adalah apa yang kamu tinggalkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3444

قَالَوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ فِيكُمْ الصُّرَعَةَ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ قَالَ لَا وَلَكِنْ الصُّرَعَةُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Ibnu Mas’ud} Ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang kalian anggap orang kuat?” ia berkata Kami menjawab Yaitu orang yang tidak dapat dikalahkan. Ia berkata Beliau bersabda: “Bukan, tetapi ia adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3445

قَالَوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ فِيكُمْ الرَّقُوبَ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا وَلَدَ لَهُ قَالَ لَا وَلَكِنْ الرَّقُوبُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Ibnu Mas’ud} Ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Siapaah yang kalian anggap Raqub?” ia berkata Kami menjawab Yaitu orang yang tidak memiliki anak. Beliau bersabda: “Bukan itu, tetapi Raqub itu adalah orang yang tidak memberikan sesuatu pun dari anaknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 3446

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدِيثَيْنِ أَحَدَهُمَا عَنْ نَفْسِهِ وَالْآخَرَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِإِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ فَقَالَ لَهُ هَكَذَا فَطَارَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Al Harits bin Suwaid} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} dua hadits, salah satunya dari dirinya dan yang lain dari Rasulullah saw. ia berkata Abdullah berkata Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosanya laksana pondasi gunung, ia takut akan menimpanya, sementara orang fajir memandang dosa-dosanya laksana seekor lalat yang hinggap pada hidungnya, ia berkata kepadanya seperti ini, lalu lalat itu terbang.