Shalat

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 458

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَكَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} dari {Ibnu Al Haad} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu -rumah- salah seorang dari kalian ada sungai, dia mandi di sungai itu setiap hari lima kali, apakah ada sisa kotoran padanya?” Mereka menjawab, “Tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Beliau saw. berkata: “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa dengan shalat tersebut.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 459

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Husain bin Huraits} dia berkata Telah memberitakan kepada kami {Al Fadl bin Musa} dari {Husain bin Waqid} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {Bapaknya} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: ” Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya berarti kafir.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 460

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ إِلَّا تَرْكُ الصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Harb} Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rabi’ah} dari {Ibnu Juraij} dari {Abu Jubair} dari {Jabir} dia berkata Rasulullah saw. bersabda ” Tidak ada perbedaan antara hamba dengan kekufuran, kecuali meninggalkan shalat.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 461

أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا هَارُونُ هُوَ ابْنُ إِسْمَعِيلَ الْخَزَّازُ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ حُرَيْثِ بْنِ قَبِيصَةَ قَالَقَدِمْتُ الْمَدِينَةَ قَالَ قُلْتُ اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي جَلِيسًا صَالِحًا فَجَلَسْتُ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فَقُلْتُ إِنِّي دَعَوْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُيَسِّرَ لِي جَلِيسًا صَالِحًا فَحَدِّثْنِي بِحَدِيثٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَنْفَعَنِي بِهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ بِصَلَاتِهِ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَقَالَ هَمَّامٌ لَا أَدْرِي هَذَا مِنْ كَلَامِ قَتَادَةَ أَوْ مِنْ الرِّوَايَةِ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلُ بِهِ مَا نَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى نَحْوِ ذَلِكَ خَالَفَهُ أَبُو الْعَوَّامِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Harun yaitu Ibnu Ismail Al Khazaz} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Huraits bin Qabishah} dia berkata “Aku datang ke Madinah dan berdoa, ‘Ya Allah, mudahkanlah bagiku -untuk mendapatkan- teman yang shalih. ‘Lalu aku duduk dengan {Abu Hurairah Radliyallahu’anhu}, maka aku berkata kepadanya, ‘Aku pernah berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar Dia memudahkanku untuk mendapat teman duduk yang shalih, maka ceritakanlah kepadaku hadits yang engkau dengar dari Rasulullah saw. Semoga Allah memberikan manfaat kepadaku dengan ilmu tersebut. ‘Abu Hurairah berkata, ‘Aku mendengar dari Rasulullah saw. bersabda: ” Yang pertama kali dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat jika shalatnya baik maka dia beruntung dan selamat, dan jika shalatnya rusak maka dia merugi.” Hammam (salah satu perawi hadits tersebut) berkata “Aku tidak tahu, apakah ini ucapan Qatadah (salah satu perawinya) atau termasuk matan, dia berkata, “Apabila ada sesuatu yang kurang dari shalat wajibnya, Allah berfirman maka lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai shalat sunnah?” Lalu kekurangannya dalam shalat fardlu disempurnakan dengannya. Kemudian semua amalan ibadahnya juga seperti itu.” Abul ‘Awwam menyelisihi redaksi ini.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 462

أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ يَعْنِي ابْنَ بَيَانِ بْنِ زِيَادِ بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ كَتَبَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ عَنْهُ أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَوَّامِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَلَاتُهُ فَإِنْ وُجِدَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتُقِصَ مِنْهَا شَيْءٌ قَالَ انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ يُكَمِّلُ لَهُ مَا ضَيَّعَ مِنْ فَرِيضَةٍ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ سَائِرُ الْأَعْمَالِ تَجْرِي عَلَى حَسَبِ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’aib yaitu Ibnu Bayan bin Ziyad bin Maimun} dia berkata Ali bin Al Madini telah menulis darinya, Telah mengabarkan kepada kami {Abul ‘Awwam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Yang pertama kali dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya jika shalatnya sempurna maka ditulis secara sempurna, dan jika shalatnya ada kekurangan (Allah) berkata, ‘Lihatlah, apakah kalian dapati ia melakukan shalat sunnah yang dapat melengkapi kekurangan shalat wajibnya? ‘ Kemudian semua amalan ibadah yang lain juga dihitung seperti itu.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 463

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ قَالَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ الْأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ صَلَاتُهُ فَإِنْ كَانَ أَكْمَلَهَا وَإِلَّا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ وُجِدَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَكْمِلُوا بِهِ الْفَرِيضَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {An-Nadlr bin Syumail} dia berkata Telah memberitakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Al Azraq bin Qais} dari {Yahya bin Ya’mar} dari {Abu hurairah} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Yang pertama kali yang dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya, jika sempurna (ia beruntung) dan jika tidak (sempurna) maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘ Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai amalan shalat sunnah? ‘. Bila didapati ia memiliki amalan shalat sunnah maka Dia berkata ‘Lengkapilah shalat wajibnya (yang kurang) dengan shalat sunnahnya’.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 464

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبُوهُ عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُمَا سَمِعَا مُوسَى بْنَ طَلْحَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي أَيُّوبَأَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلَ الرَّحِمَ ذَرْهَا كَأَنَّهُ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Utsman bin Abu Shafwan Ats-Tsaqafi} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Bahaz bin Asad} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Utsman bin Abdullah} dan Bapaknya {Utsman bin Abdullah} keduanya mendengar {Musa bin Thalhah} berkata dari {Abu Ayub} bahwa ada seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah saw. kabarkan kepadaku tentang amal yang dapat membuatku masuk surga?” Rasulullah saw. menjawab, ‘ Beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung hubungan silaturrahim -sekarang lepaskanlah unta itu-‘ sepertinya saat itu beliau saw. di atas kendaraannya (waktu sang penanya bertanya dan menahan untanya).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 465

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ وَإِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ سَمِعَا أَنَسًا قَالَصَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَبِذِي الْحُلَيْفَةِ الْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Al Munkadir} dan {Ibrahim bin Maisarah} keduanya mendengar {Anas} berkata ” Aku shalat zhuhur empat raka’at bersama Rasulullah saw. di Madinah, dan shalat Ashar dua raka’at di Dzul Hulaifah.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 466

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ قَالَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْهَاجِرَةِ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى إِلَى الْبَطْحَاءِ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Muhammad bin Basyar} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam bin ‘Utaibah} dia berkata Saya mendengar {Abu Juhaifah} berkata ” Rasulullah saw. pernah keluar -pada tengah hari (setelah matahari condong) – Ibnu Mutsanna berkata ke Bathha, lalu beliau berwudlu dan mengerjakan shalat Zhuhur dua raka’at, juga shalat Ashar dua raka’at, dan dihadapannya ada tombak.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 467

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ وَابْنُ أَبِي خَالِدٍ وَالْبَخْتَرِيُّ بْنُ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ كُلُّهُمْ سَمِعُوهُ مِنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَارَةَ بْنِ رُوَيْبَةَ الثَّقَفِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ يَلِجَ النَّارَ مَنْ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dan {Ibnu Abu Khalid} dan {Al Bakhtari bin Abu Al Bakhtari} mereka semua mendengarnya dari {Abu Bakr bin ‘Umarah bin Ruwaibah Ats-Tsaqafi} dari {Bapaknya} dia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ” Tidak akan masuk neraka orang yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam (Ashar).”