Meminta Perlindungan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5347

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي سِنَانٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْهُذَيْلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Sinan} ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Sinan} dari {Abdullah bin Abu Al Hudzail} dari {Abdullah bin Amru} berkata “Nabi saw. selalu berlindung dari empat perkara, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak didengar dan jiwa yang tidak pernah merasa puas.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5348

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ubaidullah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amru bin Maimun} dari {Umar} ia berkata “Nabi saw. berlindung dari sifat pengecut, kikir, mati sebelum taubat dan siksa kubur.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5349

أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ إِسْحَقَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ أَوْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي بِلَالُ بْنُ يَحْيَى أَنَّ شُتَيْرَ بْنَ شَكَلٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ شَكَلِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ عَلِّمْنِي تَعَوُّذًا أَتَعَوَّذُ بِهِ فَأَخَذَ بِيَدِي ثُمَّ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَشَرِّ بَصَرِي وَشَرِّ لِسَانِي وَشَرِّ قَلْبِي وَشَرِّ مَنِيِّي قَالَ حَتَّى حَفِظْتُهَاقَالَ سَعْدٌ وَالْمَنِيُّ مَاؤُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin Ishaq} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sa’d bin Aus} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bilal bin Yahya} bahwa {Syutair bin Syakal} mengabarkan kepadanya dari bapaknya {Syakal bin Humaid} ia berkata, “Aku datang menemui Nabi saw., lalu aku berkata “Wahai Nabi Allah, ajarkanlah aku suatu perlindungan yang bisa aku gunakan untuk berlindung.” Beliau lalu meraih tanganku dan bersabda: “Ucapkanlah: A’UUDZU BIKA MIN SYARRI SAM’I WA SYARRI BASHARI, WA SYARRI LISANI, WA SYARRI QALBI, WA SYARRI MANIYYI (Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekkan pendengaranku, dari kejelekkan penglihatanku, dari kejelekkan lisanku, dari kejelekkan hatiku dan dari kejelekkan maniku) ‘ beliau selalu mengucapkannya hingga aku hafal.” Sa’d berkata “Yang dimaksud mani adalah airnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5350

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ مُصْعَبَ بْنَ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَكَانَ يُعَلِّمُنَا خَمْسًا كَانَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِنَّ وَيَقُولُهُنَّ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdul Malik bin Umair} ia berkata aku mendengar {Mush’ab bin Sa’d} dari {Ayahnya} ia berkata, “Dia mengajarkan kepada kami lima perkara, katanya “Rasulullah saw. biasa mengucapkan dan berdoa dengannya, yaitu “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A’UUDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UUDZU BIKA AN URADDA ILAA ARDZALIL ‘UMUR WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA A’UUDZU BIKA MIN ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5351

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ زَكَرِيَّا عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَسُوءِ الْعُمُرِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul Aziz} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Fadll bin Musa} dari {Zakariya} dari {Abu Ishaq} dari {Amru bin Maimun} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata “Nabi saw. biasa berlindung dari lima hal yaitu dari sifat kikir, pengecut, pikun, mati sebelum bertaubat dan dari siksa kubur.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5352

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ الْأَوْدِيِّ قَالَكَانَ سَعْدٌ يُعَلِّمُ بَنِيهِ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا يُعَلِّمُ الْمُعَلِّمُ الْغِلْمَانَ وَيَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ دُبُرَ الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِفَحَدَّثْتُ بِهَا مُصْعَبًا فَصَدَّقَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Muhammad} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Habban bin Hilal} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abdul Malik bin ‘Umair} dari {‘Amru bin Maimun Al Audi} ia berkata {Sa’d} biasa mengajarkan kepada anak-anaknya lima perkara tersebut sebagaimana seorang guru mengajarkan kepada anak didiknya. Dia berkata “Sesungguhnya Rasulullah saw. biasa berlindung dengannya setiap selesai shalat “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A’UUDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UUDZU BIKA AN URADDA ILAA ARDZALIL ‘UMUR WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA A’UUDZU BIKA MIN ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur).” Hal itu aku ceritakan kepada {Mush’ab} dan ia pun membenarkannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5353

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ مُعَاذِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad Ibnu Al Mutsanna} dari {Mu’adz bin Hisyam} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Qatadah} dari {Anas} bahwa Nabi Allah saw. mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL HARAMI WA ‘ADZAABIL QABRI WA FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kikir, pikun, siksa kubur dan fitnah dunia dan setelah mati).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5354

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ عَنْ ابْنِ فُضَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَوَاتٌ لَا يَدَعُهُنَّ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali Ibnul Mundzir} dari {Ibnu Fudlail} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Al Minhal bin ‘Amru} dari {Anas bin Malik} ia berkata “Rasulullah saw. mempunyai doa-doa yang tidak pernah lupa untuk membacanya, beliau selalu membaca: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZNI WAL ‘AJZI WAL KASALI WA BUKHLI, WAL JUBNI WA GHALABATIR RIJAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kebakhilan, sifat pengecut dan penindasan para penguasa).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5355

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَوَاتٌ لَا يَدَعُهُنَّ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا الصَّوَابُ وَحَدِيثُ ابْنُ فُضَيْلٍ خَطَأٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Jarir} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Amru bin Abu Amru} dari {Anas bin Malik} ia berkata “Rasulullah saw. mempunyai doa-doa yang tidak pernah ditinggalkan untuk membacanya “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZNI WAL ‘AJZI WAl KASALI WA BUKHLI, WAL JUBNI WAD DAINI WA GHALABATIR RIJAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kebakhilan, sifat pengecut, hutang dan penindasan para penguasa).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5356

أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ قَالَ أَنَسٌكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Humaid bin Mas’adah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Bisyr} dari {Humaid} ia berkata {Anas} berkata, “Nabi saw. biasa berdoa dengan do’a: “ALLAHUMMA INNI A’UUDU BIKA MINAL KASALI WAL HARAMI WAL BUKHLI WA FITNATID DAJALI WA ‘ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepadak-Mu dari kemalasan, dari kepikunan, sifat pengecut, kebakhilan, fitnah dajjal dan siksa kubur).”