Meminta Perlindungan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5437

أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي الْيَسَرِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَرَمِ وَالتَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَمِّ وَالْحَرِيقِ وَالْغَرَقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَنْ أُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yunus bin Abdul A’la} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Anas bin Iyadl} dari {Abdullah bin Sa’id} dari {Shaifi} dari {Abu Al Yasar} ia berkata “Rasulullah saw. membaca doa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena pikun, jatuh dari tempat yang tinggi, tertimpa reruntuhan, kesedihan, kebakaran, dan tenggelam. Dan aku berlindung kepada-Mu dari bujukan setan saat sakaratul maut, kematian saat lari dari perang di jalan-Mu, serta mati karena sengatan binatang melata.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5438

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي صَيْفِيٌّ مَوْلَى أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ السُّلَمِيِّهَكَذَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad Ibnul Mutsanna} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Shaifi} -mantan budak Abu Ayyub Al Anshari- dari {Abu Al Aswad As Sulami} berkata “Rasulullah saw. membaca doa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena tertimpa reruntuhan, mati karena jatuh dari ketinggian, mati karena tenggelam dan mati karena kebakaran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari bujukan setan saat sakaratul maut kematian saat lari dari perang di jalan-Mu, serta mati karena sengatan binatang melata.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5439

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنِي الْعَلَاءُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الْأَجْدَعِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْطَلَبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي فِرَاشِي فَلَمْ أُصِبْهُ فَضَرَبْتُ بِيَدِي عَلَى رَأْسِ الْفِرَاشِ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ يَقُولُ أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ya’qub} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala bin Hilal} ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah} dari {Zaid} dari {‘Amru bin Murrah} dari {Al Qasim bin Abdurrahman} dari {Masruq Al Ajda’} dari {‘Aisyah} ia berkata “Suatu malam aku mencari-cari Rasulullah saw. dari kasurku namun aku tidak menemukannya. Aku lalu memukulkan tanganku ke pangkal kasur hingga tanganku mengenai telapak kaki beliau, ternyata beliau waktu itu sedang sujud. Beliau membaca: “A’UUDZU BI ‘AFWIKA MIN ‘IQAABIKA WA A’UUDZU BI RIDLAAKA MIN SAKHATIKA WA A’UUDZU BIKA MINKA (Aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dengan ridla-Mu dari murka-Mu dan dengan-Mu dari diri-Mu).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5440

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنَ صَالِحٍ حَدَّثَهُ وَحَدَّثَنِي أَزْهَرُ بْنُ سَعِيدٍ يُقَالُ لَهُ الْحَرَازِيُّ شَامِيٌّ عَزِيز الْحَدِيث عَنْ عَاصِمِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَسَأَلْتُ عَائِشَةَ بِمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ قِيَامَ اللَّيْلِ قَالَتْ سَأَلْتَنِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ كَانَ يُكَبِّرُ عَشْرًا وَيُسَبِّحُ عَشْرًا وَيَسْتَغْفِرُ عَشْرًا وَيَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَيَتَعَوَّذُ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Ibrahim bin Ya’qub} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Zaid Ibnul Hubab} bahwa {Mu’awiyah bin Shalih} menceritakan kepadanya telah menceritakan kepadaku {Azhar bin Sa’id} disebut juga dengan Al Harazi, seorang dari wilayah Syam dan bagus dalam hal hadits, dari {Ashim bin Humaid} ia berkata “Aku pernah bertanya {‘Aisyah} tentang sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah saw. sebelum memulai shalat malam. Maka ia menjawab, “Engkau bertanya terhadap sesuatu yang pernah ditanyakan oleh seseorang kepadaku. Beliau bertakbir sepuluh kali, bertasbih sepuluh kali, dan beristighfar sepuluh kali. Kemudian beliau membaca: ‘ALLAHUMMAGHFIRLI WAAHDINII WARZUQNII (Ya Allah, ampunilah aku, berikan aku petunjuk, karuniakan rizki dan kesehatan kepadaku) ‘. Dan beliau juga berlindung dari kesempitan pada hari kiamat.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5441

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ عَنْ أَبِي خَالِدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ سَعِيدٌ لَمْ يَسْمَعْهُ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بَلْ سَمِعَهُ مِنْ أَخِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Adam} dari {Abu Khalid} dari {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {Sa’id} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Rasulullah saw. mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’ WA MIN QALBIN LAA YAKHSYA’ WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’ WA MIN DU’AA IN LAA YUSMA’ (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak merasa puas dan doa yang tidak didengar).” Abu Abdurrahman berkata “Sa’id belum pernah mendengarnya dari Abu Hurairah, tetapi ia mendengar dari saudaranya, dari Abu Hurairah.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5442

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ فَضَالَةَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ يَحْيَى قَالَ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَخِيهِ عَبَّادِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Fadlalah bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Yahya yaitu Ibnu Yahya} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Laits bin Sa’d} dari {Sa’id bin Abu Sa’id} dari saudaranya {‘Abbad bin Abu Sa’id} bahwa ia mendengar {Abu Hurairah} berkata “Rasulullah saw. biasa mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’ WA MIN QALBIN LAA YAKHSYA’ WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’ WA MIN DU’AA IN LAA YUSMA’ (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak merasa puas dan doa yang tidak didengar).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5443

أَخْبَرَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ ابْنِ فُضَيْلٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَكَانَ إِذَا قِيلَ لِزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ حَدِّثْنَا مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا أُحَدِّثُكُمْ إِلَّا مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا بِهِ وَيَأْمُرُنَا أَنْ نَقُولَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا تُسْتَجَابُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Washil bin Abdul A’la} dari {Ibnu Fudlail} dari {Ashim bin Sulaiman} dari {Abdullah Ibnul Harits} ia berkata Jika dikatakan kepada {Zaid bin Arqam} “Ceritakanlah kepada kami hadits yang engkau dengar dari Rasulullah saw.!.” Maka ia berkata “Aku tidak akan menceritakan kepada kalian kecuali sesuatu yang Rasulullah saw. ceritakan dan beliau memerintahkan kepada kami (untuk mengucapkan): “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL JUBNI WAL HARAMI WA ‘ADZAABIL QABRI. ALLAHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHAIRU MAN ZAKKAHAA ANTA WALIYYUHAA WA MAULAAHAA. ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MIN NAFSIN LAA TASYBA’ WA MIN QALBIN LAA YAKHSYA’ WA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’ WA DA’WATIN LAA TUSTAJAABU (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat kikir, pengecut, pikun dan siksa kubur. Ya Allah, berilah ketakwaan kepada jiwaku, bersihkanlah ia karena Engkau adalah sebaik-baik yang membersihkannya. Engkau Pengatur dan Pemiliknya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, hati yang tidak khusyu’, ilmu yang tidak bermanfaat dan doa yang tidak didengar).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5444

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Asy Sya’bi} dari {Ummu Salamah} ia berkata “Nabi saw. jika ingin keluar rumah membaca: “BISMILLAHI RABBI A’UUDZU BIKA MIN AN AZILLA AU ADILLA AU AZHLIMA AU IZHLAMA AU AJHALA AU YUJHALA ‘ALAYYA (Dengan menyebut nama Allah, ya Tuhanku! Aku berlindung kepada-Mu dari keterpelesetan, tersesat, berlaku zhalim atau terzhalimi, berlaku bodoh atau dibodohi).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5347

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي سِنَانٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْهُذَيْلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Sinan} ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Sinan} dari {Abdullah bin Abu Al Hudzail} dari {Abdullah bin Amru} berkata “Nabi saw. selalu berlindung dari empat perkara, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak didengar dan jiwa yang tidak pernah merasa puas.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5348

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ubaidullah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amru bin Maimun} dari {Umar} ia berkata “Nabi saw. berlindung dari sifat pengecut, kikir, mati sebelum taubat dan siksa kubur.”