Minuman

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5545

أَخْبَرَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُوَيْدٍ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْنَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ بِذَاتِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ziyad bin Ayyub} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Ulayyah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Suwaid} dari {Mu’adzah} dari {‘Aisyah? radliallahu ‘anhuma} ia berkata, “Beliau murni melarang Ad Duba.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5546

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ إِسْحَقَ وَهُوَ ابْنُ سُوَيْدٍ يَقُولُ حَدَّثَتْنِي مُعَاذَةُ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ نَبِيذِ النَّقِيرِ وَالْمُقَيَّرِ وَالدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِفِي حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَ إِسْحَقُ وَذَكَرَتْ هُنَيْدَةُ عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَ حَدِيثِ مُعَاذَةَ وَسَمَّتْ الْجِرَارَ قُلْتُ لِهُنَيْدَةَ أَنْتِ سَمِعْتِيهَا سَمَّتْ الْجِرَارَ قَالَتْ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} ia berkata aku mendengar {Ishaq} -yaitu Ibnu Suwaid- ia berkata telah menceritakan kepadaku {Mu’adzah} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Rasulullah saw. melarang perasan nabidz yang dibuat dalam An Naqir, Al Muqayyar, Ad Duba dan Al Hantam.” Dalam hadits {Ibnu Ulayyah}, {Ishaq} berkata, ” {Hunaidah} menyebutkan dari {‘Aisyah} seperti dalam hadits Mu’adzah, dan ia menyebutnya dengan lafadz Al Jirar.” Aku bertanya kepada Hunaidah, “Apakah engkau mendengarnya (‘Aisyah) menyebut Al Jirar (Guci tembikar)?” ia menjawab, “Ya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5547

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ طَوْدِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ الْقَيْسِيِّ بَصْرِيٌّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ هُنَيْدَةَ بِنْتِ شَرِيكِ بْنِ أَبَانَ قَالَتْلَقِيتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِالْخُرَيْبَةِ فَسَأَلْتُهَا عَنْ الْعَكَرِ فَنَهَتْنِي عَنْهُ وَقَالَتْ انْبِذِي عَشِيَّةً وَاشْرَبِيهِ غُدْوَةً وَأَوْكِي عَلَيْهِ وَنَهَتْنِي عَنْ الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُزَفَّتِ وَالْحَنْتَمِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Thaud bin Abdul Malik Al Qaisi} seorang yang berasal dari Bashrah, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Hunaidah binti Syarik bin Aban} ia berkata, “Aku bertemu {‘Aisyah}? radliallahu ‘anhuma di Khuraibah, lalu aku bertanya kepadanya tentang Al ‘Akar (sisa-sisa khamer dalam guci), ia lalu melarangku darinya. Kemudian ia berkata, ‘Peraslah di malam hari, lalu minumlah di pagi menjelang siang, serta tutuplah mulut gucinya.’ Dan ia melarang kami dari Ad Duba, An Naqir, Al Muzaffat dan Al Hantam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5548

أَخْبَرَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ الْمُخْتَارَ بْنَ فُلْفُلٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الظُّرُوفِ الْمُزَفَّتَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ziyad bin Ayyub} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Idris} ia berkata aku mendengar {Al Mukhtar bin Fulful} dari {Anas} ia berkata, “Rasulullah saw. melarang dari wadah Al Muzaffat (bejana yang dicat dengan ter).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5549

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ حَيَّانَ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ وَابْنَ عَبَّاسٍأَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ{ وَمَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Sulaiman} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Manshur bin Hayyan} ia mendengar {Sa’id bin Jubair} menceritakan bahwasanya ia mendengar {Ibnu Umar} dan {Ibnu Abbas} bersaksi atas Rasulullah saw., bahwa beliau melarang dari Ad Duba, Al Hantam, Al Muzaffat dan An Naqir. Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat berikut ini: ‘(Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah..) ‘ (Qs. Al Hasyr: 7).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5550

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ عَمٍّ لَهَا يُقَالُ لَهُ أَنَسٌ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍأَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ مَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا }قُلْتُ بَلَى قَالَ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ{ وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ }قُلْتُ بَلَى قَالَ فَإِنِّي أَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ النَّقِيرِ وَالْمُقَيَّرِ وَالدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sulaiman At Taimi} dari {Asma binti Yazid} dari anak pamannya yang dipanggil {Anas} ia berkata {Ibnu Abbas} berkata, “Bukankah Allah telah mengatakan: ‘(Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah..) ‘? (Qs. Al Hasyr: 7), aku menjawab, “Benar.” Ibnu Abbas berkata lagi, “Bukankah Allah telah mengatakan: ‘(Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka..)? (Qs. Al Hasyr: 36), aku menjawab, “Benar.” Ibnu Abbas lantas berkata, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa Nabi Allah saw. melarang An Naqir, Al Muqayyar, Ad Duba dan Al Hantam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5551

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ زَاذَانَ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَقُلْتُ حَدِّثْنِي بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأَوْعِيَةِ وَفَسِّرْهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَنْتَمِ وَهُوَ الَّذِي تُسَمُّونَهُ أَنْتُمْ الْجَرَّةَ وَنَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَهُوَ الَّذِي تُسَمُّونَهُ أَنْتُمْ الْقَرْعَ وَنَهَى عَنْ النَّقِيرِ وَهِيَ النَّخْلَةُ يَنْقُرُونَهَا وَنَهَى عَنْ الْمُزَفَّتِ وَهُوَ الْمُقَيَّرُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Amru bin Yazid} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Bahz bin Asad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Murrah} ia berkata Aku mendengar {Zadzan} berkata Aku bertanya {Abdullah bin Umar}, aku katakan, “Ceritakan dan jelaskanlah kepadaku tentang sesuatu yang pernah engkau dengar dari Rasulullah saw. mengenai perkakas?! Abdullah bin Umar menjawab, “Rasulullah saw. melarang Al hantam, yakni wadah yang kalian sebut dengan Al Jarrah (guci dari tembikar) melarang Ad Duba, yakni wadah yang kalian sebut dengan Al Qar’u (wadah dari buah labu) melarang An Naqir, yaitu batang kurma yang biasa kalian lubangi bagian tengahnya. Dan beliau juga melarang dari Al Muzaffat, yakni Al Muqayyar (bejana yang dibuat dicat dengan ter).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5552

أَخْبَرَنَا سَوَّارُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَوَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنِ عَبْدِ الْمَجِيدِ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ حِينَ قَدِمُوا عَلَيْهِ عَنْ الدُّبَّاءِ وَعَنْ النَّقِيرِ وَعَنْ الْمُزَفَّتِ وَالْمَزَادَةِ الْمَجْبُوبَةِ وَقَالَ انْتَبِذْ فِي سِقَائِكَ أَوْكِهِ وَاشْرَبْهُ حُلْوًا قَالَ بَعْضُهُمْ ائْذَنْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي مِثْلِ هَذَا قَالَ إِذًا تَجْعَلَهَا مِثْلَ هَذِهِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يَصِفُ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sawwar bin Abdullah bin Sawwar} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahhab bin Abdul Majid} dari {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Ketika utusan Abdu Qais datang menemui Rasulullah saw., beliau melarang mereka dari Ad Duba, An Naqir, Al Muzaffat dan Muzadah Al Majbubah (semacam gentong yang tidak ada tutupnya).” Beliau mengatakan: “Buatlah perasan dalam wadah air minum kalian, ikat bagian atasnya dan minumlah saat masih manis.” Sebagian sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, izinkanlah kami membuat perasan dalam wadah seperti itu!” beliau bersabda: “Kalau begitu buatlah seperti itu, ” seraya memberi isyarat kepada mereka.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5553

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قِرَاءَةً قَالَ وَقَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَرِّ وَالْمُزَفَّتِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَمْ يَجِدْ سِقَاءً يُنْبَذْ لَهُ فِيهِ نُبِذَ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Ibnu Juraij} secara bacaan, ia berkata {Abu Az Zubair} berkata Aku mendengar {Jabir} berkata, “Rasulullah saw. melarang Al Jarr (guci tembikar), Al Muzaffat, Ad Duba dan An Naqir. Dan jika Nabi saw. tidak mendapatkan wadah air minum yang bisa digunakan untuk membuat perasan, beliau membuatlah dalam wadah dari batu.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5554

أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ يَعْنِي الْأَزْرَقَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ فِي سِقَاءٍ فَإِذَا لَمْ يَكُنْ لَهُ سِقَاءٌ نَنْبِذُ لَهُ فِي تَوْرِ بِرَامٍ قَالَ وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُزَفَّتِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Ahmad bin Khalid} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ishaq} -yaitu Al Azraq- ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Abu Sulaiman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. biasa dibuatkan perasan nabidz dalam wadah air minum, jika kami tidak mendapatkan wadah air minum, kami membuatkannya dalam wadah dari batu.” Jabir berkata, “Rasulullah saw. melarang Ad Duba, An Naqir dan Al Muzaffat.”