Minuman

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5625

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ هُشَيْمٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّأَنَّهُ كَانَ يَشْرَبُ مِنْ الطِّلَاءِ مَا ذَهَبَ ثُلُثَاهُ وَبَقِيَ ثُلُثُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Husyaim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Isma’il bin Abu Khalid} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Abu Musa Al Asy’ari}, bahwasanya ia minum perasan yang telah dimasak, yang telah hilang dua pertiga dan tersisa sepertiganya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5626

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِوَسَأَلَهُ أَعْرَابِيٌّ عَنْ شَرَابٍ يُطْبَخُ عَلَى النِّصْفِ فَقَالَ لَا حَتَّى يَذْهَبَ ثُلُثَاهُ وَيَبْقَى الثُّلُثُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sufyan} dari {Ya’la bin Atha} ia berkata, “Aku mendengar {Sa’id Ibnul Musayyab} ditanya oleh seorang arab dusun tentang perasan yang dimasak hingga hilang setengahnya. Lalu ia menjawab, “Tidak boleh (diminum), hingga hilang dua pertiga dan tersisa sepertiganya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5627

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ مَعْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَإِذَا طُبِخَ الطِّلَاءُ عَلَى الثُّلُثِ فَلَا بَأْسَ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Khalid} dari {Ma’n} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} ia berkata, “Jika perasan dimasak hingga tersisa sepertiga, maka tidak apa-apa.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5628

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ قَالَسَأَلْتُ الْحَسَنَ عَنْ الطِّلَاءِ الْمُنَصَّفِ فَقَالَ لَا تَشْرَبْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Yazid bin Zurai’} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Raja} ia berkata, “Aku bertanya? {Al Hasan} tentang perasan yang dimasak hingga tinggal setengahnya, maka ia menjawab, “Jangan engkau minum.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5629

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ بَشِيرِ بْنِ الْمُهَاجِرِ قَالَسَأَلْتُ الْحَسَنَ عَمَّا يُطْبَخُ مِنْ الْعَصِيرِ قَالَ مَا تَطْبُخُهُ حَتَّى يَذْهَبَ الثُّلُثَانِ وَيَبْقَى الثُّلُثُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Basyir Ibnul Muhajir} ia berkata, “Aku bertanya? {Al Hasan} tentang perasan yang dimasak, ia lalu menjawab: “(Engkau boleh minum) perasan yang engkau masak hingga hilang dua pertiga dan hanya tersisa sepertiganya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5630

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ أَوْسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُإِنَّ نُوحًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَازَعَهُ الشَّيْطَانُ فِي عُودِ الْكَرْمِ فَقَالَ هَذَا لِي وَقَالَ هَذَا لِي فَاصْطَلَحَا عَلَى أَنَّ لِنُوحٍ ثُلُثَهَا وَلِلشَّيْطَانِ ثُلُثَيْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sa’d bin Aus} dari {Anas bin Sirin} ia berkata, “Aku mendengar {Anas bin Malik} berkata, “Setan dan Nuh saw. bertengkar memperebutkan pelepah kurma. Setan berkata, “Ini milikku.” Dan Nuh berkata, “Ini Milikku.” Lalu mereka berdamai dengan kesepakatan bahwa bagian Nabi Nuh adalah sepertiga dan bagian setan dua pertiganya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5631

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ طُفَيْلٍ الْجَزَرِيِّ قَالَ كَتَبَ إِلَيْنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِأَنْ لَا تَشْرَبُوا مِنْ الطِّلَاءِ حَتَّى يَذْهَبَ ثُلُثَاهُ وَيَبْقَى ثُلُثُهُ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Abdul Malik bin Thufail Al Jazari} ia berkata, ” {Umar bin Abdul Aziz} menulis surat kepada kami, ‘Janganlah kalian minum perasan yang dimasak hingga hilang dua pertiga dan tersisa sepertiganya. Dan setiap yang memabukkan adalah haram’.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5632

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ عَنْ بُرْدٍ عَنْ مَكْحُولٍ قَالَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} dari {Burd} dari {Makhul} ia berkata, “Setiap yang memabukkan adalah haram.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5633

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ السُّلَمِيِّ عَنْ أَبِي ثَابِتٍ الثَّعْلَبِيِّ قَالَكُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَسَأَلَهُ عَنْ الْعَصِيرِ فَقَالَ اشْرَبْهُ مَا كَانَ طَرِيًّا قَالَ إِنِّي طَبَخْتُ شَرَابًا وَفِي نَفْسِي مِنْهُ قَالَ أَكُنْتَ شَارِبَهُ قَبْلَ أَنْ تَطْبُخَهُ قَالَ لَا قَالَ فَإِنَّ النَّارَ لَا تُحِلُّ شَيْئًا قَدْ حَرُمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Abu Ya’fur As Sulami} dari {Abu Tsabit Ast Tsa’labi} ia berkata, “Saat aku ada di sisi {Ibnu Abbas}, seorang laki-laki datang kepadanya dan bertanya tentang perasan?” Ibnu Abbas menjawab, “Minumlah perasan tersebut selama masih baru.” Abu Ayyub berkata, “Aku memasak perasan tersebut dan menyimpannya untuk diriku.” Ibnu Abbas bertanya, “Apakah kamu meminumnya sebelum engkau masak?” Abu Ayyub menjawab, “Tidak.” Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya api tidak bisa menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5634

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قِرَاءَةً أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُوَاللَّهِ مَا تُحِلُّ النَّارُ شَيْئًا وَلَا تُحَرِّمُهُقَالَ ثُمَّ فَسَّرَ لِي قَوْلَهُ لَا تُحِلُّ شَيْئًا لِقَوْلِهِمْ فِي الطِّلَاءِ وَلَا تُحَرِّمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Ibnu Juraij} -secara bacaan- ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Atha} ia berkata, “Aku mendengar {Ibnu Abbas} berkata, “Demi Allah, api tidak dapat menghalalkan atau mengharamkan sesuatu.” Atha berkata, “Kemudian Ibnu Abbas menjelaskan kepadaku tentang perkataannya ‘Tidak dapat menghalalkan sesuatu -berkenaan dengan ucapan mereka tentang perasan- atau mengharamkannya’.”