Minuman
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5645
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ بَسَّامٍ قَالَسَأَلْتُ أَبَا جَعْفَرٍ عَنْ النَّبِيذِ قَالَ كَانَ عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُنْبَذُ لَهُ مِنْ اللَّيْلِ فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً وَيُنْبَذُ لَهُ غُدْوَةً فَيَشْرَبُهُ مِنْ اللَّيْلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Bassam} ia berkata, “Aku bertanya {Abu Ja’far} tentang perasan nabidz, ia lalu menjawab, “Pernah {Ali bin Husain}? radliallahu ‘anhu dibuatkan perasan nabidz pada malam hari lalu meminumnya pada pagi hari, dan dibuatkan pada pagi hari lalu meminumnya pada malam hari.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5646
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَسُئِلَ عَنْ النَّبِيذِ قَالَ انْتَبِذْ عَشِيًّا وَاشْرَبْهُ غُدْوَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} ia berkata, “Aku mendengar {Sufyan} ditanya tentang perasan nabidz, ia lalu menjawab, “Buatlah di malam hari lalu minumlah di pagi hari.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5647
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ وَلَيْسَ بِالنَّهْدِيِّأَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ أَرْسَلَتْ إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ تَسْأَلُهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَحَدَّثَهَا عَنْ النَّضْرِ ابْنِهِ أَنَّهُ كَانَ يَنْبِذُ فِي جَرٍّ يُنْبَذُ غَدْوَةً وَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sulaiman At Taimi} dari {Abu Utsman} -bukan An Nahdi-, bahwa Ummu Al Fadll mengirim utusan kepada {Anas bin Malik}, menanyakan tentang perasan nabidz yang dibuat dalam guci dari tembikar. Maka Anas pun menceritakan kepadanya dari An Nadlr, puteranya, bahwasanya ia pernah membuat perasan nabidz pada guci tembikar, perasan itu dibuat pada pagi hari, lalu ia meminumnya pada sore hari.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5648
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِأَنَّهُ كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَجْعَلَ نَطْلَ النَّبِيذِ فِي النَّبِيذِ لِيَشْتَدَّ بِالنَّطْلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Sa’id Ibnul Musayyab}, bahwasanya ia membenci jika endapan nabidz disatukan dalam perasan nabidz supaya endapan itu menjadi keras (hasiatnya).”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5649
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِأَنَّهُ قَالَ فِي النَّبِيذِ خَمْرُهُ دُرْدِيُّهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sufyan} dari {Dawud bin Abu Hind} dari {Sa’id Ibnul Musayyab}, bahwa ia pernah berkata tentang perasan nabidz, “Khamernya itu terletak pada ampasnya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5650
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَإِنَّمَا سُمِّيَتْ الْخَمْرُ لِأَنَّهَا تُرِكَتْ حَتَّى مَضَى صَفْوُهَا وَبَقِيَ كَدَرُهَا وَكَانَ يَكْرَهُ كُلَّ شَيْءٍ يُنْبَذُ عَلَى عَكَرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} ia berkata, “Dinamakan khamer karena ia dibiarkan hingga kemurniannya hilang dan tersisa endapannya. Dan dia memakruhkan setiap sesuatu yang dibuat perasan hingga mengendap.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5651
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا الْقَوَارِيرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ مَنْ شَرِبَ شَرَابًا فَسَكِرَ مِنْهُ لَمْ يَصْلُحْ لَهُ أَنْ يَعُودَ فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Bakr bin Ali} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Qawariri} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Zaidah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Amru} dari {Fudlail bin Amru} dari {Ibrahim} ia berkata, “Mereka berpandangan bahwa siapa yang meminum perasan kemudian mabuk, maka tidak boleh untuk mengulanginya lagi.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5652
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَلَا بَأْسَ بِنَبِيذِ الْبُخْتُجِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sufyan} dari {Mughirah} dari {Abu Ma’syar} dari {Ibrahim} ia berkata, “Tidak apa-apa minum perasan nabidz yang telah dimasak.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5653
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ أَبِي عَوَانَةَ عَنْ أَبِي مِسْكِينٍ قَالَ سَأَلْتُ إِبْرَاهِيمَقُلْتُ إِنَّا نَأْخُذُ دُرْدِيَّ الْخَمْرِ أَوْ الطِّلَاءِ فَنُنَظِّفُهُ ثُمَّ نَنْقَعُ فِيهِ الزَّبِيبَ ثَلَاثًا ثُمَّ نُصَفِّيهِ ثُمَّ نَدَعُهُ حَتَّى يَبْلُغَ فَنَشْرَبُهُ قَالَ يُكْرَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Abu Arubah} dari {Abu Miskin} ia berkata, “Aku bertanya kepada {Ibrahim}, aku katakan, “Kami mengambil ambas (endapan) khamer, atau perasan nabidz yang telah dimasak. Kemudian kami membersihkan bekasnya memasukkan ke dalamnya tiga butir kismis. Setelah itu kami membersihkannya kembali dan membiarkannya hingga matang, lalu kami meminumnya?” Ibrahim menjawab, “Itu dimakruhkan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5654
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ ابْنِ شُبْرُمَةَ قَالَرَحِمَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ شَدَّدَ النَّاسُ فِي النَّبِيذِ وَرَخَّصَ فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Jarir} dari {Ibnu Syubrumah} ia berkata, “Semoga Allah merahmati {Ibrahim}, orang-orang berlaku keras dalam masalah perasan nabidz, namun ia justeru memberi kemudahan.”