Minuman
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5465
أَخْبَرَنَا قُرَيْشُ بْنُ عَبْدِ الرَّحَمَنِ الْبَاوَرْدِيُّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ قَالَ أَنْبَأَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ التَّمْرِ وَالزَّبِيبِ وَنَهَى عَنْ التَّمْرِ وَالْبُسْرِ أَنْ يُنْبَذَا جَمِيعًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Quraiys bin Abdurrahman Al Bawardi} dari {Ali bin Al Hasan} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Husain bin Waqid} ia berkata telah menceritakan kepadaku {‘Amru bin Dinar} ia berkata Aku mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata “Rasulullah saw. melarang mencampur kurma masak dengan anggur, dan mencampur kurma masak dengan kurma muda sebagai nabidz secara bersamaan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5466
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَنْبِذُوا الزَّهْوَ وَالرُّطَبَ وَلَا تَنْبِذُوا الرُّطَبَ وَالزَّبِيبَ جَمِيعًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Hisyam} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {Ayahnya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah kamu membuat nabidz antara Az Zahwu (kurma mentah hampir masak) dengan ruthab (kurma segar), dan antara ruthab dengan anggur secara bersamaan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5467
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُنْبَذَ الزَّبِيبُ وَالْبُسْرُ جَمِيعًا وَنَهَى أَنْ يُنْبَذَ الْبُسْرُ وَالرُّطَبُ جَمِيعًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} dari Rasulullah saw., bahwa beliau melarang membuat nabidz dari anggur dengan kurma muda secara bersamaan, dan kurma muda dengan ruthab (kurma segar) secara bersamaan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5468
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ وِقَاءِ بْنِ إِيَاسٍ عَنْ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَجْمَعَ شَيْئَيْنِ نَبِيذًا يَبْغِي أَحَدُهُمَا عَلَى صَاحِبِهِ قَالَ وَسَأَلْتُهُ عَنْ الْفَضِيخِ فَنَهَانِي عَنْهُ قَالَ كَانَ يَكْرَهُ الْمُذَنِّبَ مِنْ الْبُسْرِ مَخَافَةَ أَنْ يَكُونَا شَيْئَيْنِ فَكُنَّا نَقْطَعُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Wiqa` bin Iyas} dari {Al Mukhtar bin Fulful} dari {Anas bin Malik} ia berkata “Rasulullah saw. melarang mengoplos dua jenis perasan sehingga menjadi arak, satu sama lain saling menguatkan daya mabuknya.” Anas mengatakan “Aku juga bertanya perihal fadlikh (arak dari perasan kurma muda), beliau juga melarangku.” Anas berkata “Beliau tidak menyukai perasan kurma muda, khawatir jangan-jangan itu juga oplosan dari dua perasan sehingga kami menghentikannya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5469
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ قَالَشَهِدْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أُتِيَ بِبُسْرٍ مُذَنِّبٍ فَجَعَلَ يَقْطَعُهُ مِنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Hisyam bin Hassan} dari {Abu Idris} ia berkata “Aku melihat {Anas bin Malik} diberi perasan kurma muda, lalu ia menghindarinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5470
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ قَالَ قَتَادَةُكَانَ أَنَسٌ يَأْمُرُ بِالتَّذْنُوبِ فَيُقْرَضُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Sa’id bin Abu Arubah} berkata {Qatadah} berkata ” {Anas} pernah menyuruh membuat minuman perasan, lalu ia menghindarinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5471
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّهُ كَانَ لَا يَدَعُ شَيْئًا قَدْ أَرْطَبَ إِلَّا عَزَلَهُ عَنْ فَضِيخِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Humaid} dari {Anas}, bahwa tidaklah ia meninggalkan (kurma) yang sudah matang kecuali meninggalkan pula perasannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5472
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَنْبِذُوا الزَّهْوَ وَالرُّطَبَ جَمِيعًا وَلَا الْبُسْرَ وَالزَّبِيبَ جَمِيعًا وَانْبِذُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى حِدَتِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid yaitu Ibnul Harits} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {Abu Qatadah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian membuat nabidz dari Az Zahwu (kurma mentah hampir masak) dan ruthab (kurma segar) secara bersamaan, dan kurma muda dengan anggur secara bersamaan. Namun buatlah setiap masing-masing itu secara terpisah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5473
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي قَتَادَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ خَلِيطِ الزَّهْوِ وَالتَّمْرِ وَخَلِيطِ الْبُسْرِ وَالتَّمْرِ وَقَالَ لِتَنْبِذُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى حِدَةٍ فِي الْأَسْقِيَةِ الَّتِي يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Durusta} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} bahwa {Abdullah bin Abu Qatadah} menceritakan kepadanya dari {Bapaknya} bahwa Nabi saw. melarang mencampur Az Zahwu (kurma mentah hampir masak) dengan kurma masak, dan kurma muda dengan kurma masak.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian membuat nabidz dari keduanya dengan sendiri-sendiri (terpisah) dalam wadah kulit yang diikat lubangnya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 5474
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ الْعَبْدِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُخْلَطَ بُسْرٌ بِتَمْرٍ أَوْ زَبِيبٌ بِتَمْرٍ أَوْ زَبِيبٌ بِبُسْرٍ وَقَالَ مَنْ شَرِبَهُ مِنْكُمْ فَلْيَشْرَبْ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُ فَرْدًا تَمْرًا فَرْدًا أَوْ بُسْرًا فَرْدًا أَوْ زَبِيبًا فَرْدًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Isma’il bin Muslim Al ‘Abdi} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mutawakkil} dari {Abu Sa’id Al Khudri} ia berkata “Rasulullah saw. melarang mencampur kurma muda dengan kurma masak, atau anggur dengan kurma, atau anggur dengan kurma muda.” Beliau bersabda: “Barangsiapa dari kalian ingin meminumnya hendaklah ia meminum masing-masing darinya secara sendiri-sendiri (terpisah), perasan kurma masak sendiri, perasan kurma muda sendiri, atau perasan anggur sendiri.”