TafsirBab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 5348

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ أَبِي بَزَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَقُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ أَلِمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا مِنْ تَوْبَةٍ قَالَ لَا قَالَ فَتَلَوْتُ عَلَيْهِ هَذِهِ الْآيَةَ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ{ وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ }إِلَى آخِرِ الْآيَةِ قَالَ هَذِهِ آيَةٌ مَكِّيَّةٌ نَسَخَتْهَا آيَةٌ مَدَنِيَّةٌ{ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا }وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ هَاشِمٍ فَتَلَوْتُ عَلَيْهِ هَذِهِ الْآيَةَ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ{ إِلَّا مَنْ تَابَ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Hasyim} dan {Abdurrahman bin Bisyr Al Abdi} keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id Al Qaththan} dari {Ibnu Juraij} telah menceritakan kepadaku {Al Qasim bin Abu Bazzah} dari {Sa’id bin Jubair} berkata: Aku bertanya kepada {Ibnu Abbas}: Apakah orang yang membunuh orang mu`min dengan sengaja memiliki taubat? Ia menjawab: Tidak. lalu aku membacakannya ayat dalam surat Al Furqaan ini: “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar.” (Al Furqaan: 68) hingga akhir ayat. Ia berkata: Itu ayat Makkiyah yang telah dihapus oleh ayat Madaniyah: “Dan barangsiapa yang membunuh orang mu’min secara sengaja maka balasannya adalah jahanam.” (An Nisaa`: 93) disebutkan dalam Rasulullah Ibnu Hasyim: Lalu aku membacakan ayat yang ada dalam surat Al Furqaan ini padanya: “Kecuali orang-orang yang bertaubat.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 5349

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا أَبُو عُمَيْسٍ عَنْ عَبْدِ الْمَجِيدِ بْنِ سُهَيْلٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَقَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ تَعْلَمُ وَقَالَ هَارُونُ تَدْرِي آخِرَ سُورَةٍ نَزَلَتْ مِنْ الْقُرْآنِ نَزَلَتْ جَمِيعًا قُلْتُ نَعَمْ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ قَالَ صَدَقْتَوَفِي رِوَايَةِ ابْنِ أَبِي شَيْبَةَ تَعْلَمُ أَيُّ سُورَةٍ وَلَمْ يَقُلْ آخِرَ و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو عُمَيْسٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَقَالَ آخِرَ سُورَةٍ وَقَالَ عَبْدِ الْمَجِيدِ وَلَمْ يَقُلْ ابْنِ سُهَيْلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah}, {Harun bin Abdullah} dan {Abdu bin Humaid}, berkata Abdu: telah mengkhabarkan kepada kami, sedang yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Aun} telah mengkhabarkan kepada kami {Abu Umais} dari {Abdulmajid bin Suhail} dari {Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah} berkata: telah berkata kepadaku {Ibnu ‘Abbas}: Engkau mengetahui -sedangkan Harun berkata dalam riwayatnya: Engkau mengerti surat terakhir al-Qur’an yang turun? Aku menjawab: Ya, “Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (An Nashr: 1) Ibnu Abbas berkata: Engkau benar. Dan dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah disebutkan: Engkau mengetahui surat apakah, ia tidak mengatakan: Akhir. Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} telah mengkhabarkan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Umais} dengan isnad ini dengan matan serupa dan ia berkata: Akhir surat. Berkata Abdulmajid: Ibnu Suhail tidak mengatakan demikian.

Sahih Muslim | Hadits No. : 5350

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَلَقِيَ نَاسٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ رَجُلًا فِي غُنَيْمَةٍ لَهُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَأَخَذُوهُ فَقَتَلُوهُ وَأَخَذُوا تِلْكَ الْغُنَيْمَةَ فَنَزَلَتْ{ وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمْ السَّلَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا }وَقَرَأَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ{ السَّلَامَ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah}, {Ishaq bin Ibrahim} dan {Ahmad bin Abdah Adl Dlabyi}, teks milik Ibnu Abi Syaibah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, sementara yang lain berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Amru} dari {Atho`} dari {Ibnu Abbas} berkata: Beberapa orang muslim menemui seseorang tengah berada dikambing-kambing miliknya lalu ia mengucapkan: ASSALAAMU ‘ALAIKMU. Mereka menangkapnya lalu membunuhnya kemudian mengambil kambing-kambing tersebut, lalu turun ayat: “Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ‘salam’ kepadamu: ‘Kamu bukan seorang mu’min.” (An Nisaa: 94) ibnu Abbas membacanya: Salaam.

Sahih Muslim | Hadits No. : 5351

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ يَقُولَكَانَتْ الْأَنْصَارُ إِذَا حَجُّوا فَرَجَعُوا لَمْ يَدْخُلُوا الْبُيُوتَ إِلَّا مِنْ ظُهُورِهَا قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَدَخَلَ مِنْ بَابِهِ فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةَ{ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ghundar} dari {Syu’bah}. Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Ibnu Basyar}, teks milik Ibnu Al Mutsanna, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basyar} dari {Abu Ishaq} berkata: Saya mendengar {Barra`} berkata: Dahulu orang-orang Anshar pergi haji lalu kembali, mereka tidak memasuki rumah-rumah kecuali dari belakang. Ia berkata: lalu datang seseorang dari penduduk Anshar kemudian ia masuk melalui pintunya lalu dikatakan kepadanya tentang masalah itu maka turunlah ayat ini: “Dan bukanlah (dari) kebajikan kalian memasuki rumah dari arah belakang.” (Al Baqarah: 189).