Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5713

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ يَسُبُّ بَنُو آدَمَ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Bukair} telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Yunus} dari {Ibnu Syihab} telah mengabarkan kepadaku {Abu Salamah} dia berkata {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Allah berfirman “Anak Adam mencela masa, padahal Aku adalah masa, di tangan-Ku lah siang dan malam berada.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5714

حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُسَمُّوا الْعِنَبَ الْكَرْمَ وَلَا تَقُولُوا خَيْبَةَ الدَّهْرِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ayyasy bin Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Janganlah kalian menamakan ‘inab (anggur) sebagai karam (kemuliaan), dan janganlah kalian mengatakan “alangkah sialnya masa” karena sesungguhnya Allah adalah masa.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5715

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَقُولُونَ الْكَرْمُ إِنَّمَا الْكَرْمُ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abu Hurairah} ra. dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang banyak menyebut (anggur) “al karmu (kemuliaan) ” padahal alkarmu (kemuliaan) adalah hatinya orang mukmin.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5716

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَمَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفَدِّي أَحَدًا غَيْرَ سَعْدٍ سَمِعْتُهُ يَقُولُ ارْمِ فَدَاكَ أَبِي وَأُمِّي أَظُنُّهُ يَوْمَ أُحُدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Sa’d bin Ibrahim} dari {Abdullah bin Syaddad} dari {Ali} ra. dia berkata “Saya belum pernah mendengar Rasulullah saw. menjadikan tebusan kepada salah seorang pun melainkan kepada Sa’d, beliau bersabda: “Lemparlah, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.” Aku mengira peristiwa itu terjadi pada waktu perang Uhud.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5717

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّهُ أَقْبَلَ هُوَ وَأَبُو طَلْحَةَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَفِيَّةُ مُرْدِفُهَا عَلَى رَاحِلَتِهِ فَلَمَّا كَانُوا بِبَعْضِ الطَّرِيقِ عَثَرَتْ النَّاقَةُ فَصُرِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمَرْأَةُ وَأَنَّ أَبَا طَلْحَةَ قَالَ أَحْسِبُ اقْتَحَمَ عَنْ بَعِيرِهِ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاكَ هَلْ أَصَابَكَ مِنْ شَيْءٍ قَالَ لَا وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْمَرْأَةِ فَأَلْقَى أَبُو طَلْحَةَ ثَوْبَهُ عَلَى وَجْهِهِ فَقَصَدَ قَصْدَهَا فَأَلْقَى ثَوْبَهُ عَلَيْهَا فَقَامَتْ الْمَرْأَةُ فَشَدَّ لَهُمَا عَلَى رَاحِلَتِهِمَا فَرَكِبَا فَسَارُوا حَتَّى إِذَا كَانُوا بِظَهْرِ الْمَدِينَةِ أَوْ قَالَ أَشْرَفُوا عَلَى الْمَدِينَةِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ فَلَمْ يَزَلْ يَقُولُهَا حَتَّى دَخَلَ الْمَدِينَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin Al Mufadhal} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Ishaq} dari {Anas bin Malik} bahwa dia dan Abu Thalhah pernah kembali bersama Nabi saw., sedangkan Shafiyah membonceng Nabi saw. di atas hewan tunggangannya, ketika berada di tengah jalan, hewan tunggangan beliau terjatuh, hingga menyebabkan Nabi saw. dan wanita (Shafiyah) jatuh tersungkur, -Saya kira Yahya berkata Bahwa Abu Thalhah segera lompat dari untanya dan langsung mendatangi Rasulullah saw., dia berkata “Wahai Nabiyullah, biarkanlah Allah menjadikanku sebagai tebusan anda, apakah anda terkena sesuatu?” beliau bersabda: “Tidak, tetapi coba kamu tolong wanita (Shafiyah) itu”. Maka Abu Thalhah menutup wajahnya dengan selembar kainnya karena dia mengerti apa yang dikehendaki Shafiyah, maka dia melempar kainnya untuk Shafiyah, lalu wanita itu (Shafiyah) berdiri. Setelah itu Abu Thalhah memperbaiki pelana hewan tungangan beliau hingga keduanya dapat mengendarai kembali. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga ketika kota Madinah telah nampak -atau (perawi) berkata- sudah hampir mendekati kota Madinah, Beliau berdo’a: “AAYIBUUNA TAA’IBUUNA ‘AABIDUUNA LI RABBINAA HAAMIDUUNA. (Kita kembali sebagai hamba yang bertaubat, ber’ibadah kepada Rabb kita dan memuji-Nya”). Beliau terus saja membaca do’a itu hingga memasuki kota Madinah.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5718

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُقَالَ وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقُلْنَا لَا نَكْنِيكَ أَبَا الْقَاسِمِ وَلَا كَرَامَةَ فَأَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَمِّ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Shadaqah bin Al Fadh} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Al Munkadir} dari {Jabir} ra. dia berkata “Seorang laki-laki di antara kami ada yang memiliki anak, kemudian dia memberi nama “Al Qasim.” Maka kami berkata “Kami tidak akan menjuluki kamu dengan Abu Al Qasim dan kami tidak akan memuliakannya. Lalu orang tersebut memberitahukan kepada Nabi saw. Maka beliau bersabda: “Berilah anakmu nama Abdurrahman.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5719

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا خَالِدٌ حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ عَنْ سَالِمٍ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَوُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقَالُوا لَا نَكْنِيهِ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Khalid} telah menceritakan kepada kami {Hushain} dari {Salim} dari {Jabir} ra. dia berkata “Seorang laki-laki di antara kami ada yang memiliki anak, kemudian dia memberi nama “Al Qasim.” Maka orang-orang berkata “Kami tidak akan menjulukinya hingga kami bertanya kepada Nabi saw. Maka beliau bersabda: “Berilah nama dengan namaku dan janganlah kalian memberi julukan dengan julukanku.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5720

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَقَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Ibnu Sirin} saya mendengar {Abu Hurairah} bahwa Abu Al Qasim saw. bersabda “Berilah nama dengan namaku dan jangan kalian menjuluki dengan julukanku.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5721

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاوُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقَالُوا لَا نَكْنِيكَ بِأَبِي الْقَاسِمِ وَلَا نُنْعِمُكَ عَيْنًا فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ أَسْمِ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dia berkata saya mendengar {Ibnu Al Munkadir} berkata saya mendengar {Jabir bin Abdullah} ra.ma bahwa seorang laki-laki dari kami memiliki seorang anak, lalu dia memberi nama Al Qasim, maka orang-orang berkata “Kami tidak akan menjulukinya dengan “Abu Qasim” dan kami tidak akan memuliakanmu dengan itu sedikitpun, lalu orang itu datang kepada Nabi saw. dan memberitahukan tentang hal itu, maka beliau bersabda: “Namailah anakmu dengan Abdurrahman.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 5722

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ أَبَاهُجَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا اسْمُكَ قَالَ حَزْنٌ قَالَ أَنْتَ سَهْلٌ قَالَ لَا أُغَيِّرُ اسْمًا سَمَّانِيهِ أَبِيقَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ فَمَا زَالَتْ الْحُزُونَةُ فِينَا بَعْدُ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَمَحْمُودٌ هُوَ ابْنُ غَيْلَانَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ بِهَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Nashr} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnu Musayyib} dari {Ayahnya} bahwa ayahnya pernah datang kepada Nabi saw., lalu beliau bertanya: “Siapakah namamu?” ayahku menjawab “(namaku) Hazn (sedih).” Beliau bersabda: “(namamu) adalah Sahl (mudah).” Ayahku berkata “Tidak, aku tidak akan merubah nama yang pernah diberikan oleh ayahku.” Ibnu Musayyib berkata “Maka ia masih saja terlihat sedih ketika bersama kami, setelah peristiwa itu.” Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} dan {Mahmud} yaitu Ibnu Ghailan keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnu Musayyab} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} dengan hadits ini.”