Haid
Sahih Bukhari | Hadits No. : 315
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْكُنَّا لَا نَعُدُّ الْكُدْرَةَ وَالصُّفْرَةَ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata, telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Ayyub} dari {Muhammad} dari {Ummu ‘Athiyyah} berkata, “Kami tidak menganggap warna keruh dan kekuningan sebagai sesuatu dari haid.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 316
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَعَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ فَقَالَ هَذَا عِرْقٌ فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ لِكُلِّ صَلَاةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Al Mundzir} berkata, telah menceritakan kepada kami {M’an} berkata, telah menceritakan kepadaku {Ibnu Abu Dzi’b} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Urwah} dan dari {‘Amrah} dari {‘Aisyah} isteri Nabi saw., “Ummu Habibah mengeluarkan darah istihadhah (darah penyakit) selama tujuh tahun. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang masalah itu. Beliau lalu memerintahkan kepadanya untuk mandi, beliau bersabda: “Ini seperti keringat (darah penyakit).” Maka Ummu Habibah selalu mandi untuk setiap kali shalat.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 317
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّهَا قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ قَدْ حَاضَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّهَا تَحْبِسُنَا أَلَمْ تَكُنْ طَافَتْ مَعَكُنَّ فَقَالُوا بَلَى قَالَ فَاخْرُجِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {‘Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amru bin Hazm} dari {Bapaknya} dari {‘Amrah binti ‘Abdurrahman} dari {‘Aisyah} isteri Nabi saw., ia berkata kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, Shafiyyah binti Huyai sedang haid?” Rasulullah saw. menjawab: “Jangan-jangan dia menyusahkan kita! Apakah dia thawaf bersama kalian?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau lalu bersabda (kepada Shafiyyah): “Ikutlah keluar.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 318
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَرُخِّصَ لِلْحَائِضِ أَنْ تَنْفِرَ إِذَا حَاضَتْوَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ فِي أَوَّلِ أَمْرِهِ إِنَّهَا لَا تَنْفِرُ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ تَنْفِرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لَهُنَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’alla bin Asad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} dari {‘Abdullah bin Thawus} dari {Bapaknya} dari {Ibnu ‘Abbas} berkata, “Wanita yang haid diberi keringanan untuk nafar (meninggalkan Mina), dan pada mulanya {Ibnu Umar} melarang hal itu, namun kemudian aku mendengar ia mengatakan, ‘Wanita haid boleh nafar karena Rasulullah saw. telah memberi keringanan buat mereka.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 319
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ عَنْ زُهَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Yunus} dari {Zuhair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Urwah} dari {‘Urwah} dari {‘Aisyah} berkata, “Nabi saw. bersabda: “Jika datang haid maka tinggalkanlah shalat, dan bila telah berakhir maka bersihkanlah darah darimu lalu shalatlah.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 320
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي سُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شَبَابَةُ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍأَنَّ امْرَأَةً مَاتَتْ فِي بَطْنٍ فَصَلَّى عَلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ وَسَطَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Abu Suraij} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Syababah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Husain Al Mu’alim} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {Samrah bin Jundub}, bahwa ada seorang wanita yang meninggal dunia karena hamil. Maka Nabi saw. menshalatinya dan beliau berdiri di bagian tengah (jenazah) nya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 321
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُدْرِكٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ اسْمُهُ الْوَضَّاحُ مِنْ كِتَابِهِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ الشَّيْبَانِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ قَالَ سَمِعْتُخَالَتِي مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا كَانَتْ تَكُونُ حَائِضًا لَا تُصَلِّي وَهِيَ مُفْتَرِشَةٌ بِحِذَاءِ مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي عَلَى خُمْرَتِهِ إِذَا سَجَدَ أَصَابَنِي بَعْضُ ثَوْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Mudrik} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Awanah} nama aslinya adalah Al Wadhdhah sebagaimana dalam kitabnya, ia berkata telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman Asy Syaibani} dari {‘Abdullah bin Syaddad} berkata, Aku mendengar bibiku {Maimunah} isteri Nabi saw., bahwa ia mengalami haid dan tidak melaksanakan shalat. Dan ia tidur di depan tempat sujud Rasulullah saw. yang saat itu sedang shalat di atas tikar (kecil) nya, jika sujud beliau maka sebagian kainnya mengenaiku.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 285
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْقَاسِمِ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُخَرَجْنَا لَا نَرَى إِلَّا الْحَجَّ فَلَمَّا كُنَّا بِسَرِفَ حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي قَالَ مَا لَكِ أَنُفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ فَاقْضِي مَا يَقْضِي الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ قَالَتْ وَضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نِسَائِهِ بِالْبَقَرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} berkata, Aku mendengar {‘Abdurrahman bin Al Qasim} berkata, Aku mendengar {Al Qasim bin Muhammad} berkata, Aku mendengar {‘Aisyah} berkata, “Kami keluar dan tidak ada tujuan selain untuk ibadah haji. Ketika tiba di Sarif aku mengalami haid, kemudian Rasulullah saw. masuk menemuiku sementara aku sedang menangis. Beliau bertanya: “Apa yang terjadi denganmu? Apakah kamu datang haid?” Aku jawab, “Ya.” Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya ini adalah perkara yang telah Allah tetapkan bagi kaum wanita dari anak cucu Adam. Lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang-orang yang haji, kecuali thawaf di Ka’bah.” ‘Aisyah berkata, “Kemudian Rasulullah saw. berkurban dengan menyembelih seekor sapi yang diniatkan untuk semua isterinya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 286
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} berkata, telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} berkata, “Aku pernah menyisir rambut Rasulullah saw., sementara saat itu aku sedang haid.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 287
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَأَنَّهُ سُئِلَ أَتَخْدُمُنِي الْحَائِضُ أَوْ تَدْنُو مِنِّي الْمَرْأَةُ وَهِيَ جُنُبٌ فَقَالَ عُرْوَةُ كُلُّ ذَلِكَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَكُلُّ ذَلِكَ تَخْدُمُنِي وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ فِي ذَلِكَ بَأْسٌ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ تَعْنِي رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حَائِضٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ يُدْنِي لَهَا رَأْسَهُ وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا فَتُرَجِّلُهُ وَهِيَ حَائِضٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Hisyam bin Yusuf} bahwa {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepada mereka, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Hisyam bin ‘Urwah} dari {‘Urwah}, bahwa dia ditanya, “Apakah wanita yang sedang haid boleh melayani aku, atau berdekatan denganku sedangkan dia junub?” ‘Urwah lalu menjawab, “Bagiku semua itu mudah, dan setiap dari mereka boleh untuk membantuku, dan seseorang tidak berdosa karena hal itu. {‘Aisyah} pernah mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah menyisir rambut kepala Nabi saw. dalam keadaan haid. Saat itu Rasulullah saw. berada di sisi masjid, beliau mendekatkan kepalanya kepada Aisyah yang berada di dalam kamar dan dalam keadaan haid untuk menyisir rambut kepalanya.”