Manasik (Haji)

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 1848

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَدْخَلَ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ وَاسْتَوَتْ بِهِ نَاقَتُهُ أَهَلَّ مِنْ مَسْجِدِ ذِي الْحُلَيْفَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {‘Uqbah bin Khalid} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata “Apabila Rasulullah saw. memasukkan kakinya pada sanggurdi (pelana) dan untanya telah berdiri tegap, beliau berniat sambil bertalbiyah dari Masjid Dzul Hulaifah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1849

أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ فِي الْمُحْرِمِ إِذَا اشْتَكَى عَيْنَيْهِ يَضْمِدُهَا بِالصَّبِرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Utsman bin Muhammad bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub bin Musa} dari {Nubaih bin Wahb} dari {Aban bin Utsman} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. bersabda tentang orang yang berihram: “Apabila matanya sakit, hendaknya ia membalutnya dengan shabir.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1850

أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى عِنْدَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّفَا قَالَ شُعْبَةُ فَحَدَّثَنِي أَيُّوبُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ هِيَ السُّنَّةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amru bin Dinar}, ia berkata aku mendengar {Ibnu Umar} berkata Nabi saw. tiba (di Makkah) kemudian beliau thawaf di Ka’bah, setelah itu shalat dua raka’at di Maqam Ibrahim, kemudian beliau keluar menuju Shafa.” {Syu’bah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ayyub} dari {‘Amru bin Dinar} dari {Ibnu Umar}, ia berkata “Itu adalah sunnah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1851

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ فِي كُلِّ وَجْهٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Ibnu ‘Uyainah} dari {Sulaiman Al Ahwal} dari {Thawus} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata “Dahulu orang-orang beranjak pergi dari segala arah, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorangpun yang keluar dari Makkah hingga akhir masanya di Ka’bah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1852

أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رُخِّصَ لِلْحَائِضِ أَنْ تَنْفِرَ إِذَا أَفَاضَتْ قَالَ وَسَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ عَامَ الْأَوَّلِ أَنَّهَا لَا تَنْفِرُ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ تَنْفِرُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لَهُنَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muslim bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata “Wanita yang haid diberi keringanan agar kembali (dari Makkah setelah haji) apabila ia telah melakukan thawaf ifadhah.” Thawus berkata aku mendengar {Ibnu Umar} pada tahun pertama, bahwa wanita yang haid yang telah melakukan thawaf ifadhah, tidak boleh kembali (dari Makkah sehabis melaksanakan haji). Setelah itu aku mendengar ia berkata “Boleh kembali (dari Mekkah setelah haji), sesungguhnya Nabi saw. telah memberikan keringanan bagi mereka.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1853

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي طَاوُسٌ الْيَمَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ وَهُوَ يُسْأَلُ عَنْ حَبْسِ النِّسَاءِ عَنْ الطَّوَافِ بِالْبَيْتِ إِذَا حِضْنَ قَبْلَ النَّفْرِ وَقَدْ أَفَضْنَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ إِنَّ عَائِشَةَ كَانَتْ تَذْكُرُ رُخْصَةً لِلنِّسَاءِ وَذَلِكَ قَبْلَ مَوْتِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بِعَامٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Shalih}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Al Laits} telah menceritakan kepadaku {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Thawus Al Yamani} bahwa ia mendengar {Abdullah bin Umar} ditanya mengenai larangan wanita melakukan thawaf di Ka’bah, di saat haid sebelum nafar (kembali dari Mina), setelah melakukan Thawaf ifadhah pada hari Nahr (hari pertama ‘Idul Adhha), Ibnu Umar berkata “Sesungguhnya {‘Aisyah} pernah menyebutkan keringanan bagi wanita.” Peristiwa itu terjadi setahun sebelum meninggalnya Abdullah bin Umar.

Sunan Darimi | Hadits No. : 1854

أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ أَنَّهُ قَالَ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ رِجَالًا يَبْعَثُ أَحَدُهُمْ بِالْهَدْيِ مَعَ الرَّجُلِ فَيَقُولُ إِذَا بَلَغْتَ مَكَانَ كَذَا وَكَذَا فَقَلِّدْهُ فَإِذَا بَلَغَ ذَلِكَ الْمَكَانَ لَمْ يَزَلْ مُحْرِمًا حَتَّى يَحِلَّ النَّاسُ قَالَ فَسَمِعْتُ صَفْقَتَهَا بِيَدِهَا مِنْ وَرَاءِ الْحِجَابِ وَقَالَتْ لَقَدْ كُنْتُ أَفْتِلُ الْقَلَائِدَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَبْعَثُ بِالْهَدْيِ إِلَى الْكَعْبَةِ مَا يَحْرُمُ عَلَيْهِ شَيْءٌ مِمَّا يَحِلُّ لِلرَّجُلِ مِنْ أَهْلِهِ حَتَّى يَرْجِعَ النَّاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Isma’il yaitu Ibnu Abu Khalid} dari {‘Amir} dari {Masruq} bahwa ia bertanya kepada {‘Aisyah} “Wahai Ummul mukminin, salah seorang laki-laki mengirimkan hewan kurbannya kepada laki-laki lain dan berkata “Apabila kamu telah sampai pada tempat ini dan itu, kalungilah hewan kurban tersebut.” Ketika laki-laki (yang diperintah) sampai di tempat tersebut, ternyata ia masih dalam keadaan ihram, hingga orang-orang selesai bertahallul.” Musruq berkata lalu saya mendengar tepuk tangannya dari balik hijab, ‘Aisyah lalu berkata “Sungguh, aku telah memintal kalung-kalung untuk hewan kurban Rasulullah saw., kemudian beliau mengirim hewan kurbannya ke Ka’bah, Segala sesuatu yang halal bagi seorang suami terhadap isterinya menjadi haram hingga orang-orang kembali (dari melaksanakan haji).”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1855

أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ وَعَمْرَةُ بِنْتُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَفْتِلُ قَلَائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَبْعَثُ بِهَدْيِهِ مُقَلَّدَةً وَيُقِيمُ بِالْمَدِينَةِ وَلَا يَجْتَنِبُ شَيْئًا حَتَّى يُنْحَرَ هَدْيُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Urwah bin Az Zubair} dan {‘Amrah binti Abdurrahman} bahwa {‘Aisyah} berkata “Aku pernah memintal kalung-kalung hewan kurban Rasulullah saw., kemudian beliau mengirim hewan kurbannya dalam keadaan mengenakan kalung, beliau bermukim di Madinah serta tidak menjauhi apapun hingga hewan kurbannya disembelih.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1856

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ أُمِّهِ مُسَيْكَةَ وَأَثْنَى عَلَيْهَا خَيْرًا عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَبْنِي لَكَ بِمِنًى بِنَاءً يُظِلُّكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مِنًى مُنَاخُ مَنْ سَبَقَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Isra’il} dari {Ibrahim bin Muhajir} dari {Yusuf bin Mahak} dari {Ibunya yaitu Musaikah} -ia memujinya dengan pujian yang baik- dari {‘Aisyah}, ia berkata “Aku bertanya “Wahai Rasulullah, tidakkah kami membangunkan suatu bangunan di Mina untuk menaungimu? Rasulullah saw. bersabda: “Tidak, Mina adalah tempat persinggahan orang-orang terdahulu.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1857

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ وَعَلَى رَأْسِهِ مِغْفَرٌ فَلَمَّا نَزَعَهُ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا ابْنُ خَطَلٍ مُتَعَلِّقٌ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْتُلُوهُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَالِدٍ وَقُرِئَ عَلَى مَالِكٍ قَالَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ مُحْرِمًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} dari {Ibnu Syihab} dari {Anas bin Malik} bahwa Rasulullah saw. memasuki Makkah pada tahun penaklukan Mekkah dan di atas kepala beliau terdapat topi besi. Tatkala beliau melepasnya, seorang laki-laki datang kepada beliau sambil berkata “Wahai Rasulullah, Ibnu Khathal bergantungan pada tirai Ka’bah.” Rasulullah saw. bersabda: “Bunuhlah dia! ” Abdullah bin Khalid berkata telah dibacakan kepada Malik, ia berkata Ibnu Syihab berkata “Pada saat itu, Rasulullah saw. tidak dalam keadaan berihram.”