Manasik (Haji)
Sunan Darimi | Hadits No. : 1803
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ قَالَ جُبَيْرٌ أَضْلَلْتُ بَعِيرًا لِي فَذَهَبْتُ أَطْلُبُهُ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفًا مَعَ النَّاسِ بِعَرَفَةَ فَقُلْتُ وَاللَّهِ إِنَّ هَذَا لَمِنْ الْحُمْسِ فَمَا شَأْنُهُ هَا هُنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} telah menceritakan kepadaku {‘Amru bin Dinar} dari {Muhammad bin Jubair bin Muth’im}, ia berkata {Jubair} berkata Aku kehilangan untaku, kemudian aku pergi mencarinya, aku sempat melihat Rasulullah saw. bersama orang-orang wukuf di Arafah, aku pun berkata “Demi Allah, sesungguhnya ini adalah sebagian besar orang-orang Quraisy, apa yang mereka lakukan di sini?.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1804
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَى ثُمَّ قَعَدَ لِلنَّاسِ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَنْحَرَ قَالَ لَا حَرَجَ ثُمَّ جَاءَهُ آخَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ قَالَ لَا حَرَجَ قَالَ فَمَا سُئِلَ عَنْ شَيْءٍ إِلَّا قَالَ لَا حَرَجَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَرَفَةَ مَوْقِفٌ وَكُلُّ مُزْدَلِفَةَ مَوْقِفٌ وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ وَكُلُّ فِجَاجِ مَكَّةَ طَرِيقٌ وَمَنْحَرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Musa} dari {Usamah bin Zaid} dari {‘Atha`} dari {Jabir} bahwa Rasulullah saw. melempar (jumroh) kemudian duduk (bercakap-cakap) bersama orang-orang, lalu seorang laki-laki datang seraya berkata “Wahai Rasulullah, saya mencukur sebelum menyembelih.” Beliau menjawab: “Tidak mengapa.” Kemudian datang orang yang lain seraya berkata “Wahai Rasulullah, saya mencukur sebelum melempar jumrah.” Beliau menjawab: “Tidak mengapa.” Jabir berkata Tidaklah beliau ditanya mengenai sesuatu melainkan beliau menjawab: “Tidak mengapa.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Seluruh ‘Arafah adalah tempat wuquf, seluruh Muzdalifah adalah tempat wuquf, dan seluruh Mina adalah tempat menyembelih serta seluruh lorong di Makkah adalah jalan dan tempat menyembelih.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1805
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ وَكَانَ يَسِيرُ الْعَنَقَ فَإِذَا أَتَى عَلَى فَجْوَةٍ نَصَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Minhal} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Ayahnya} dari {Usamah bin Zaid} bahwa ia pernah membonceng Nabi saw. Ketika beliau bertolak dari ‘Arafah, beliau berjalan dengan tenang, dan jika berada di tempat yang datar beliau mempercepat jalannya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1806
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ أَنَّهُ سَأَلَ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ أَخْبِرْنِي عَشِيَّةَ رَدِفْتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ فَعَلْتُمْ أَوْ صَنَعْتُمْ قَالَ جِئْنَا الشِّعْبَ الَّذِي يُنِيخُ النَّاسُ فِيهِ لِلْمُعَرَّسِ فَأَنَاخَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَتَهُ ثُمَّ بَالَ وَمَا قَالَ أَهْرَاقَ الْمَاءَ ثُمَّ دَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وُضُوءًا لَيْسَ بِالسَّابِغِ جِدًّا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الصَّلَاةَ قَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ قَالَ فَرَكِبَ حَتَّى قَدِمْنَا الْمُزْدَلِفَةَ فَأَقَامَ الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَنَاخَ وَالنَّاسُ فِي مَنَازِلِهِمْ فَلَمْ يَحِلُّوا حَتَّى أَقَامَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ فَصَلَّى ثُمَّ حَلَّ النَّاسُ قَالَ قُلْتُ أَخْبِرْنِي كَيْفَ فَعَلْتُمْ حِينَ أَصْبَحْتُمْ قَالَ رَدِفَهُ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ فَانْطَلَقْتُ أَنَا فِي سُبَّاقِ قُرَيْشٍ عَلَى رِجْلَيَّ أَخْبَرَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبِ بْنِ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أُسَامَةَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Ibrahim bin ‘Uqbah} telah mengabarkan kepadaku {Kuraib} bahwa ia pernah bertanya kepada {Usamah bin Zaid}, katanya “Beritahukanlah kepadaku pada sore hari saat kamu membonceng Nabi saw., bagaimana yang kalian lakukan -atau kalian perbuat? – Usamah menjawab “Kami mendatangi lembah tempat orang-orang menderumkan unta mereka sebagai tempat peristirahatan pada akhir malam. Kemudian Nabi saw. menambatkan untanya, beliau lalu buang air kecil. -Usamah bin Zaid tidak mengatakan dia menuangkan air- Kemudian beliau meminta air wudhu, lalu beliau berwudhu dengan wudhu yang tidak berlebihan. Saya bertanya “Wahai Rasulullah, apakah anda hendak mengerjakan shalat?” Beliau menjawab: “Shalat ada di hadapanmu.” Usamah berkata “Kemudian beliau menaiki kendaraannya hingga kami tiba di Muzdalifah, setelah itu beliau mengerjakan shalat Maghrib dan menambatkan untanya, sementara orang-orang masih berada di persinggahan mereka, mereka tidak beranjak hingga mendirikan shalat Isya`, lalu beliau melakukan shalat. Seusai mengerjakan shalat, orang-orangpun beranjak.” Kuraib berkata “Beritahukan kepadaku bagaimana kalian melakukan ketika pada pagi harinya?” Usamah menjawab “Beliau berboncengan dengan Al Fadhl bin Abbas, sementara aku pergi berlomba-lomba dengan berjalan kaki bersama orang-orang Quraisy menuju Mina.” Telah mengabarkan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Musa bin ‘Uqbah} dari {Kuraib bin Abu Muslim} dari {Usamah} seperti hadits di atas.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1807
أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ أَنْبَأَنِي قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ يَعْنِي بِجَمْعٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, ia berkata {‘Adi bin Tsabit} telah memberitakan kepadaku, katanya Saya mendengar {Abdullah bin Yazid} dari {Abu Ayyub} bahwa Rasulullah saw. menjama’ antara Shalat Maghrib dan Isya` yaitu Jama’ (Muzdalifah).”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1808
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِالْمُزْدَلِفَةِ لَمْ يُنَادِ فِي وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا إِلَّا بِالْإِقَامَةِ وَلَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا وَلَا عَلَى إِثْرِ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdul Majid} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Ibnu Syihab} dari {Salim} dari {Ayahnya} bahwa Nabi saw. melakukan Shalat Maghrib dan Isya` di Muzdalifah dan tidak mengumandangkan (adzan) dalam salah satu dari dua shalat tersebut kecuali hanya satu iqamah, dan tidak melakukan shalat sunah di antara keduanya serta tidak pula setelahnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1809
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ شَوَّالٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهَا أَنْ تَنْفِرَ مِنْ جَمْعٍ بِلَيْلٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Atha`} dari {Ibnu Syawwal} ia telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Ummu Habibah} telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. telah memerintahkannya agar bertolak dari Jama’ (Muzdalifah) pada malam hari.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1810
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا أَفْلَحُ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَأْذَنَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْذَنَ لَهَا فَتَدْفَعَ قَبْلَ أَنْ يَدْفَعَ فَأَذِنَ لَهَا قَالَ الْقَاسِمُ وَكَانَتْ امْرَأَةً ثَبِطَةً قَالَ الْقَاسِمُ الثَّبِطَةُ الثَّقِيلَةُ فَدَفَعَتْ وَحُبِسْنَا مَعَهُ حَتَّى دَفَعْنَا بِدَفْعِهِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَأَنْ أَكُونَ اسْتَأْذَنْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا اسْتَأْذَنَتْ سَوْدَةُ فَأَدْفَعَ قَبْلَ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ مَفْرُوحٍ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdul Majid} telah menceritakan kepada kami {Aflah}, ia berkata saya mendengar {Al Qasim bin Muhammad} menceritakan dari {Aisyah}, ia berkata Saudah binti Zam’ah meminta izin kepada Rasulullah saw. agar beliau memberinya izin untuk bertolak (dari Muzdalifah menuju Mina) sebelum beliau bertolak. Kemudian beliau memberinya izin. -Al Qasim berkata Saudah adalah wanita yang lambat dan berat.- Kemudian Saudah bertolak, sementara kami tertahan bersama beliau, hingga akhirnya kami berangkat ketika beliau berangkat. ‘Asyah berkata “Sungguh seandainya aku meminta izin kepada Rasulullah saw. sebagaimana Saudah meminta izin, hingga aku dapat berangkat sebelum orang-orang berangkat, lebih aku sukai daripada sesuatu yang disenangi oleh beliau.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1811
أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ يَعْمُرَ الدِّيلِيَّ يَقُولُ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَجِّ فَقَالَ الْحَجُّ عَرَفَاتٌ أَوْ يَوْمُ عَرَفَةَ وَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ فَقَدْ أَدْرَكَ وَقَالَ أَيَّامُ مِنًى ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ { فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid Ath Thayalisi} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Bukair bin ‘Atha`}, ia berkata saya mendengar {Abdurrahman bin Ya’mur Ad Dili} ia berkata Nabi saw. ditanya mengenai haji, beliau menjawab: “Haji itu (wukuf) di Arafah, atau pada hari Arafah, barangsiapa menjumpai malam di Muzdalifah sebelum shalat Subuh, berarti ia telah mendapatkan haji.” Beliau bersabda: “Hari-hari di Mina adalah tiga hari, barangsiapa mempercepat dalam dua hari maka tidak ada dosa baginya dan barangsiapa yang memperlambat maka tidak ada dosa baginya.” QS. Al Baqarah 203.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1812
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَوْقِفِ عَلَى رُءُوسِ النَّاسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُ مِنْ جَبَلَيْ طَيِّءٍ أَكْلَلْتُ مَطِيَّتِي وَأَتْعَبْتُ نَفْسِي وَاللَّهِ إِنْ بَقِيَ جَبَلٌ إِلَّا وَقَفْتُ عَلَيْهِ فَهَلْ لِي مِنْ حَجٍّ قَالَ مَنْ شَهِدَ مَعَنَا هَذِهِ الصَّلَاةَ وَقَدْ أَتَى عَرَفَاتٍ قَبْلَ ذَلِكَ لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَقَدْ قَضَى تَفَثَهُ وَتَمَّ حَجُّهُ أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسِ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ لَامٍ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {‘Amir} dari {‘Urwah bin Mudharris}, ia berkata “Seorang laki-laki dating kepada Rasulullah saw. ditempat wukuf tepat di tengah kerumumanan orang-orang, kemudian ia berkata “Wahai Rasulullah, saya datang dari dua Gunung Thayyi`, hingga membuat diriku dan kendaraanku letih, demi Allah, tidak ada satupun gunung melainkan aku melakukan wukuf padanya, apakah hajiku sah? Beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat sini bersama kami, dan sebelumnya telah mendatangi Arafah, baik di siang hari ataupun malam hari, maka ia telah menunaikan manasik dan hajinya telah sempurna.” Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdullah bin Abu As Safar} dari {Asy Sya’bi} dari {‘Urwah bin Mudharris bin Haritsah bin Lam}, ia berkata Saya pernah datang menemui Rasulullah saw., kemudian ia menyebutkan seperti hadits di atas.