Manasik (Haji)

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 1843

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَبَّيْكَ بِعُمْرَةٍ وَحَجٍّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Anas} bahwa ia mendengar Nabi saw. mengucapkan: “LABBAIKA BI’UMRATIN WA HAJJ.” (aku memenuhi panggilanmu untuk melakukan umrah dan haji).”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1844

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ عَنْ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا فَلَقِيتُ ابْنَ عُمَرَ فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِ أَنَسٍ فَقَالَ إِنَّمَا أَهَلَّ بِالْحَجِّ فَرَجَعْتُ إِلَى أَنَسٍ فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ مَا يَعُدُّونَا إِلَّا صِبْيَانًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Habib bin Asy Syahid} dari {Bakr bin Abdullah} dari {Anas} bahwa Rasulullah saw. mengucapkan talbiyah untuk keduanya (haji dan umrah) secara bersamaan. Setelah itu aku bertemu dengan Ibnu Umar dan mengabarkan perkataan Anas kepadanya, Ibnu Umar berkata “Sesungguhnya beliau hanya mengucapkan tahlil untuk haji saja.” Lalu aku kembali kepada Anas, dan mengabarkan perkataan {Ibnu Umar} kepadanya, Anas pun berkata “Mereka hanya menganggap kami sebagai anak-anak.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1845

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهُ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ إِنْ وَلِيتُمْ هَذَا الْأَمْرَ فَلَا تَمْنَعُوا أَحَدًا طَافَ أَوْ صَلَّى أَيَّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin ‘Aun} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abu Az Zubair} dari {Abdullah bin Babah} dari {Jubair bin Muth’im} bahwa Nabi saw. bersabda “Wahai Bani Abdu Manaf, apabila kalian mengurusi perkara ini, janganlan kalian melarang seseorang untuk thawaf atau melakukan shalat pada saat kapanpun yang ia kehendaki, baik malam ataupun siang.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1846

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَاتَ بِذِي طُوًى حَتَّى أَصْبَحَ ثُمَّ دَخَلَ مَكَّةَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَفْعَلُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Ubaidullah} telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Rasulullah saw. bermalam di Dzu Thuwa’ hingga pagi hari, setelah itu beliau memasuki Makkah, dan Ibnu Umar juga melakukan hal itu.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1847

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْخُلُ مَكَّةَ مِنْ الثَّنِيَّةِ الْعُلْيَا وَيَخْرُجُ مِنْ الثَّنِيَّةِ السُّفْلَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {‘Uqbah bin Khalid} dari {‘Ubaidullah} telah menceritakan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Rasulullah saw. memasuki Makkah dari Ats Tsanyyah Ulya, dan keluar dari Ats Tsaniyyah Sufla.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1848

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَدْخَلَ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ وَاسْتَوَتْ بِهِ نَاقَتُهُ أَهَلَّ مِنْ مَسْجِدِ ذِي الْحُلَيْفَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {‘Uqbah bin Khalid} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata “Apabila Rasulullah saw. memasukkan kakinya pada sanggurdi (pelana) dan untanya telah berdiri tegap, beliau berniat sambil bertalbiyah dari Masjid Dzul Hulaifah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1849

أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ فِي الْمُحْرِمِ إِذَا اشْتَكَى عَيْنَيْهِ يَضْمِدُهَا بِالصَّبِرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Utsman bin Muhammad bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub bin Musa} dari {Nubaih bin Wahb} dari {Aban bin Utsman} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. bersabda tentang orang yang berihram: “Apabila matanya sakit, hendaknya ia membalutnya dengan shabir.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1850

أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى عِنْدَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّفَا قَالَ شُعْبَةُ فَحَدَّثَنِي أَيُّوبُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ هِيَ السُّنَّةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amru bin Dinar}, ia berkata aku mendengar {Ibnu Umar} berkata Nabi saw. tiba (di Makkah) kemudian beliau thawaf di Ka’bah, setelah itu shalat dua raka’at di Maqam Ibrahim, kemudian beliau keluar menuju Shafa.” {Syu’bah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ayyub} dari {‘Amru bin Dinar} dari {Ibnu Umar}, ia berkata “Itu adalah sunnah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1851

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ فِي كُلِّ وَجْهٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Ibnu ‘Uyainah} dari {Sulaiman Al Ahwal} dari {Thawus} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata “Dahulu orang-orang beranjak pergi dari segala arah, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorangpun yang keluar dari Makkah hingga akhir masanya di Ka’bah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1852

أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رُخِّصَ لِلْحَائِضِ أَنْ تَنْفِرَ إِذَا أَفَاضَتْ قَالَ وَسَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ عَامَ الْأَوَّلِ أَنَّهَا لَا تَنْفِرُ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ تَنْفِرُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لَهُنَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muslim bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata “Wanita yang haid diberi keringanan agar kembali (dari Makkah setelah haji) apabila ia telah melakukan thawaf ifadhah.” Thawus berkata aku mendengar {Ibnu Umar} pada tahun pertama, bahwa wanita yang haid yang telah melakukan thawaf ifadhah, tidak boleh kembali (dari Makkah sehabis melaksanakan haji). Setelah itu aku mendengar ia berkata “Boleh kembali (dari Mekkah setelah haji), sesungguhnya Nabi saw. telah memberikan keringanan bagi mereka.”