Masjid dan Tempat-Tempat Shalat
Sahih Muslim | Hadits No. : 856
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلَا يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ شِمَالِهِ تَحْتَ قَدَمِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin al-Mutsanna} dan {Ibnu Basysyar} berkata {Ibnu al-Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dia berkata, Saya mendengar {Qatadah} telah bercerita dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Rasulullah saw.m bersabda, ‘Apabila salah seorang dari kalian di dalam shalat maka dia sedang bermunajat kepada Rabbnya, janganlah dia meludah di hadapannya, dan jangan pula di samping kanannya, akan tetapi hendaklah di sebelah kirinya di bawah kakinya’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 857
و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {Qutaibah bin Sa’id} berkata {Yahya}, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan {Qutaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Rasulullah saw.m bersabda, ‘Meludah dalam masjid adalah suatu dosa. Dan penebus (dosanya) adalah dengan cara memendamnya (menguburnya).”
Sahih Muslim | Hadits No. : 858
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَأَلْتُ قَتَادَةَ عَنْ التَّفْلِ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُاسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ التَّفْلُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Habib al-Haritsi} telah menceritakan kepada kami {Khalid, yaitu Ibnu al-Harits} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, dia berkata, “Saya bertanya kepada {Qatadah} tentang meludah di dalam masjid, maka dia berkata, ‘Saya mendengar {Anas bin Malik} berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah saw.m bersabda, ‘Meludah dalam masjid adalah suatu dosa. Dan penebus (dosanya) adalah dengan cara memendamnya (menguburnya).”
Sahih Muslim | Hadits No. : 859
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ قَالَا حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ أَعْمَالُ أُمَّتِي حَسَنُهَا وَسَيِّئُهَا فَوَجَدْتُ فِي مَحَاسِنِ أَعْمَالِهَا الْأَذَى يُمَاطُ عَنْ الطَّرِيقِ وَوَجَدْتُ فِي مَسَاوِي أَعْمَالِهَا النُّخَاعَةَ تَكُونُ فِي الْمَسْجِدِ لَا تُدْفَنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Asma’ adh-Dhuba’i} dan {Syaiban bin Farrukh} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Mahdi bin Maimun} telah menceritakan kepada kami {Washil, maula Abu Uyainah} dari {Yahya bin Uqail} dari {Yahya bin Ya’mar} dari {Abu al-Aswad ad-Diliyyi} dari {Abu Dzarr} dari Nabi saw.m, “Dipaparkan kepadaku segala amal umatku, yang baik dan yang buruk. Maka aku mendapatkan di antara kebaikan amal umatku adalah membuang rintangan yang mengganggu di jalanan. Dan aku mendapatkan dalam amal jelek umatku adalah meludah di masjid tanpa dipendam’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 860
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَصَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُهُ تَنَخَّعَ فَدَلَكَهَا بِنَعْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Mu’adz al-Anbari} telah menceritakan kepada kami {Bapakku} telah menceritakan kepada kami {Kahmas} dari {Yazid bin Abdullah bin asy-Syikhkhir} dari {Bapaknya} dia berkata, “Saya shalat bersama Rasulullah saw.m lalu saya melihat beliau meludah, lalu dia menggosok-gosoknya dengan sandalnya.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 861
و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِعَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَتَنَخَّعَ فَدَلَكَهَا بِنَعْلِهِ الْيُسْرَى
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Zurai’} dari {al-Jurairi} dari {Abu al-‘Ala’ Yazid bin Abdullah bin asy-Syikhkhir} dari {Bapaknya} “Bahwanya dia shalat bersama-sama dengan Nabi saw.m. Tiba-tiba Nabi meludah, lalu menggosok-gosoknya dengan sandalnya yang kiri.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 862
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي النَّعْلَيْنِ قَالَ نَعَمْحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَزِيدَ أَبُو مَسْلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا بِمِثْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin al-Mufadhdhal} dari {Abu Maslamah Sa’id bin Yazid} dia berkata, “Saya bertanya kepada {Anas bin Malik}, ‘Apakah Rasulullah saw.m shalat dengan memakai sandal? ‘ Anas menjawab, ‘Ya’.” Telah menceritakan kepada kami {Abu ar-Rabi’ az-Zahrani} telah menceritakan kepada kami {‘Abbad bin al-‘Awwam} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Yazid Abu Maslamah} dia berkata, “Saya bertanya kepada {Anas}, ” dengan yang semisalnya.
Sahih Muslim | Hadits No. : 863
حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ ح و حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي خَمِيصَةٍ لَهَا أَعْلَامٌ وَقَالَ شَغَلَتْنِي أَعْلَامُ هَذِهِ فَاذْهَبُوا بِهَا إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيِّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Amru an-Naqid} dan {Zuhair bin Harb} dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepadaku {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan lafazh tersebut milik Zuhair, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {az-Zuhri} dari {Urwah} dari {Aisyah} bahwa Nabi saw.m pernah shalat memakai baju memiliki gambar tanda. Lalu beliau bersabda, ‘Gambar corak tanda baju ini menggangguku (dalam hal khusyu’) ketika sedang shalat, karena itu bawalah baju ini kepada Abu Jahm, dan bawakan untukku baju yang polos’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 864
حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي خَمِيصَةٍ ذَاتِ أَعْلَامٍ فَنَظَرَ إِلَى عَلَمِهَا فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ قَالَ اذْهَبُوا بِهَذِهِ الْخَمِيصَةِ إِلَى أَبِي جَهْمِ بْنِ حُذَيْفَةَ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيِّهِ فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا فِي صَلَاتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Urwah bin az-Zubair} dari {Aisyah radhiyallahu’anhu} dia berkata, “Rasulullah saw.m pernah berdiri untuk shalat dengan memakai baju yang bergambar tanda (bercorak-corak), lalu beliau melihat kepada corak itu. Setelah selesai shalat, maka beliau bersabda, ‘Bawalah baju ini kepada Abu Jahm bin Hudzaifah, dan bawakanlah untukku baju yang polos. Karena baju itu melalaikanku (dari kekhusyu’an) shalatku barusan’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 865
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ لَهُ خَمِيصَةٌ لَهَا عَلَمٌ فَكَانَ يَتَشَاغَلُ بِهَا فِي الصَّلَاةِ فَأَعْطَاهَا أَبَا جَهْمٍ وَأَخَذَ كِسَاءً لَهُ أَنْبِجَانِيًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Hisyam} dari {Bapaknya} dari {Aisyah ra} “Bahwa Nabi saw.m dahulu memiliki baju bergaris-garis yang memiliki gambar tanda sehingga beliau tersibukkan dengannya dalam shalat (tidak bisa khusyu’), lalu beliau memberikannya kepada Abu Jahm. Lalu dia menjadikannya mantel polos.”