Mendirikan Shalat dan Sunah yang Ada di Dalamnya
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 875
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِأَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ وَجْهُهُ وَكَفَّاهُ وَرُكْبَتَاهُ وَقَدَمَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Humaid bin Kasib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Abu Hazim} dari {Yazid bin Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim At Taimi} dari {Amir bin Sa’d} dari {Al Abbas bin Abdul Muthallib} bahwasanya ia pernah mendengar Nabi saw. bersabda: “Jika seorang hamba sujud hendaklah ia sujud di atas tujuh anggota badan muka, dua tangan, dua lutut dan dua telapak kaki. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 876
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ رَاشِدٍ عَنْ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا أَحْمَرُ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَإِنْ كُنَّا لَنَأْوِي لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّا يُجَافِي بِيَدَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ إِذَا سَجَدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abbad bin Rasyid} dari {Al Hasan} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ahmar} sahabat Rasulullah saw., ia berkata, “Kami merasa iba kepada Rasulullah saw. ketika beliau menjauhkan kedua tangannya dari lambung saat sujud. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 877
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ الْبَجَلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ الْغَافِقِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَمِّي إِيَاسَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُلَمَّا نَزَلَتْ{ فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ }قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوهَا فِي رُكُوعِكُمْ فَلَمَّا نَزَلَتْ{ سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى }قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوهَا فِي سُجُودِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Rafi’ Al Bajali} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah Ibnul Mubarak} dari {Musa bin Ayyub Al Ghafiqi} berkata “Aku mendengar {Iyas bin Amir} berkata “Aku mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Ketika turun ayat (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi), Rasulullah saw. bersabda kepada kami: “Lakukanlah itu dalam sujud kalian. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 878
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي الْأَزْهَرِ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا رَكَعَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَإِذَا سَجَدَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rumh Al Mishri} berkata, telah memberitakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Abu Ja’far} dari {Abu Al Azhar} dari {Hudzaifah Al Yamani} bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di saat rukuk: “SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIM (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung) tiga kali. Dan ketika sujud mengucapkan SUBHAANA RABBIYAL A’LA (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) tiga kali. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 879
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabbah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Manshur} dari {Abu Dhluha} dari {Masruq} dari {Aisyah} ia berkata “Dalam rukuk dan sujud Rasulullah saw. memperbanyak do’a: “SUBHAANAKA ALLAHUMMA WA BI HAMDIKA ALLAHUMMA IGHFIR LII” (Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku, ” beliau mentakwilkan Al Qur’an. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 880
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ يَزِيدَ الْهُذَلِيِّ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثًا فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّ رُكُوعُهُ وَإِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ فِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثًا فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّ سُجُودُهُ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Khallad Al Bahili} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Ishaq bin Yazid Al Hudzali} dari {Aun bin Abdullah bin Utbah} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian rukuk maka ucapkanlah SUBHAANA RABBIYA AL ‘AZHIIM (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) sebanyak tiga kali, jika melakukan seperti itu maka telah sempurna rukuknya. Dan apabila sujud, maka ucapkanlah “SUBHAANA RABBIYA AL A’LAA (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) sebanyak tiga kali, jika melakukan itu maka telah sempurna sujudnya. Dan itu adalah bacaan yang paling ringan. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 881
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَعْتَدِلْ وَلَا يَفْتَرِشْ ذِرَاعَيْهِ افْتِرَاشَ الْكَلْبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Jabir} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian sujud hendaklah dengan seimbang, dan jangan membentangkan kedua tangannya seperti anjing. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 882
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ وَلَا يَسْجُدْ أَحَدُكُمْ وَهُوَ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ كَالْكَلْبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali Al Jahdlami} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} bahwa Nabi saw. bersabda: “Seimbanglah kalian ketika sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian sujud dengan membentangkan kedua sikunya sebagaimana anjing. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 883
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ بُدَيْلٍ عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا وَإِذَا سَجَدَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ جَالِسًا وَكَانَ يَفْتَرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} dari {Husain Al Mu’allim} dari {Budail} dari {Abu Al Jauza`} dari {Aisyah} ia berkata “Rasulullah saw. jika hendak mengangkat kepala dari rukuk, beliau tidak melakukannya hingga tegak dan seimbang. Dan jika beliau sujud lalu mengangkat kepalanya, beliau tidak (akan) sujud hingga duduk dan seimbang, dan beliau membentangkan kaki kirinya. ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 884
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُقْعِ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Musa} dari {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {Al Harits} dari {Ali} ia berkata “Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Janganlah duduk Iq’a (duduk dengan meletakkan bokong pada lantai dan menegakkan kedua betis) di antara dua sujud. ”