Puasa
Muwattha Malik | Hadits No. : 569
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ ضَحِكَتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {Aisyah} Ummul Mukminin berkata, “Sungguh Rasulullah saw. pernah mencium sebagian isteri-isterinya padahal beliau sedang berpuasa, kemudian beliau tertawa.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 570
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ عَاتِكَةَ ابْنَةَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ امْرَأَةَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِكَانَتْ تُقَبِّلُ رَأْسَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَا يَنْهَاهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa ‘ {Atikah anak perempuan Zaid bin ‘Umar bin Nufail}, isteri ‘Umar bin Khattab, pernah mencium kepala Umar bin al Khatthab padahal Umar sedang berpuasa. Dan Umar tidak melarangnya.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 571
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّ عَائِشَةَ بِنْتَ طَلْحَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَفَدَخَلَ عَلَيْهَا زَوْجُهَا هُنَالِكَ وَهُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ وَهُوَ صَائِمٌ فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَدْنُوَ مِنْ أَهْلِكَ فَتُقَبِّلَهَا وَتُلَاعِبَهَا فَقَالَ أُقَبِّلُهَا وَأَنَا صَائِمٌ قَالَتْ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abu Nadlr} mantan budak ‘Umar bin ‘Ubaidullah, bahwa {Aisyah binti Thalhah} mengabarkan kepadanya, bahwa dirinya pernah di sisi {Aisyah} isteri Nabi saw. Saat itu suaminya, Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq, yang sedang berpuasa datang menemuinya. Aisyah lalu bertanya, “Apa yang menghalangimu untuk mendekati isterimu, kemudian mencium dan bercanda dengannya.” Abdullah berkata, “Apakah aku boleh menciumnya padahal aku sedang berpuasa?” Aisyah menjawab, “Ya.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 572
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ وَسَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍكَانَا يُرَخِّصَانِ فِي الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} bahwa {Abu Hurairah} dan {Sa’d bin Abu Waqash}, keduanya memberi keringanan dalam ciuman bagi orang yang berpuasa.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 573
قَالَ يَحْيَى قَالَ مَالِك قَالَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ قَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِلَمْ أَرَ الْقُبْلَةَ لِلصَّائِمِ تَدْعُو إِلَى خَيْرٍ
Terjemahan: Telah berkata Yahya Malik berkata {Hisyam bin Urwah} berkata {Urwah bin az Zubair} berkata, “Menurutku ciuman bagi orang yang berpuasa itu tidak mendatangkan kebaikan.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 574
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍسُئِلَ عَنْ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ فَأَرْخَصَ فِيهَا لِلشَّيْخِ وَكَرِهَهَا لِلشَّابِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {‘Atha bin Yasar} bahwa {Abdullah bin Abbas} pernah ditanya tentang ciuman bagi orang yang berpuasa. Kemudian ia membolehkannya bagi yang sudah tua dan membencinya bagi yang masih muda.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 575
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَكَانَ يَنْهَى عَنْ الْقُبْلَةِ وَالْمُبَاشَرَةِ لِلصَّائِمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} bahwa {Abdullah bin ‘Umar} melarang ciuman dan cumbuan bagi orang yang berpuasa.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 576
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ فِي رَمَضَانَ فَصَامَ حَتَّى بَلَغَ الْكَدِيدَ ثُمَّ أَفْطَرَ فَأَفْطَرَ النَّاسُ وَكَانُوا يَأْخُذُونَ بِالْأَحْدَثِ فَالْأَحْدَثِ مِنْ أَمْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud} dari {Abdullah bin Ibnu Abbas}, bahwa Rasulullah saw. keluar menuju Makkah pada peristiwa Fathu Makkah, pada bulan Ramadan. Saat itu beliau berpuasa, hingga ketika sampai di Al Kadid (nama tempat) beliau berbuka. Maka orang-orang pun ikut berbuka. Mereka selalu mengambil sesuatu yang paling baru dari amalan Rasulullah saw.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 577
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ النَّاسَ فِي سَفَرِهِ عَامَ الْفَتْحِ بِالْفِطْرِ وَقَالَ تَقَوَّوْا لِعَدُوِّكُمْ وَصَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ الَّذِي حَدَّثَنِي لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَرْجِ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ الْعَطَشِ أَوْ مِنْ الْحَرِّ ثُمَّ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ طَائِفَةً مِنْ النَّاسِ قَدْ صَامُوا حِينَ صُمْتَ قَالَ فَلَمَّا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْكَدِيدِ دَعَا بِقَدَحٍ فَشَرِبَ فَأَفْطَرَ النَّاسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Sumayya} mantan budak Abu Bakar bin Abdurrahman, dari {Abu Bakar bin Abdurrahman} dari {beberapa sahabat Rasulullah}, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan kepada orang-orang dalam perjalanannya saat Fathu Makkah untuk berbuka. Beliau bersabda: “Perkuatlah diri kalian untuk menghadapi musuh kalian.” Sedangkan Rasulullah saw. berpuasa. Abu Bakar berkata, “Seseorang menceritakan kepadaku, “Sungguh aku melihat Rasulullah saw. mengguyur kepalanya dengan air dari sepatunya karena kehausan, atau karena kepanasan.” Kemudian Rasulullah saw. ditanya, “Wahai Rasulullah, ada orang-orang yang ikut berpuasa ketika anda berpuasa.” Orang tersebut kemudian berkata lagi, “Saat Rasulullah saw. tiba di Kadid, beliau meminta kantung yang berisi air dan beliau minum, lalu orang-orang pun berbuka.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 578
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَسَافَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَلَمْ يَعِبْ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Humaid At Thawil} dari {Anas bin Malik} berkata, “Kami pernah melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. pada bulan Ramadan. Orang yang berpuasa tidak mencela yang berbuka, begitu juga yang berbuka tidak mencela yang berpuasa.”