Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8072

حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَقَالَ لِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ كَنْزٍ مِنْ كَنْزِ الْجَنَّةِ تَحْتَ الْعَرْشِ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي قَالَ أَنْ تَقُولَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ أَبُو بَلْجٍ وَأَحْسَبُ أَنَّهُ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَسْلَمَ عَبْدِي وَاسْتَسْلَمَقَالَ فَقُلْتُ لِعَمْرٍو قَالَ أَبُو بَلْجٍ قَالَ عَمْرٌو قُلْتُ لِأَبِي هُرَيْرَةَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَقَالَ لَا إِنَّهَا فِي سُورَةِ الْكَهْفِ{ وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Balj} dari {‘Amru bin Maimun} berkata {Abu Hurairah} berkata Nabi saw. Bersabda padaku: “Wahai Abu Hurairah, apakah kamu mau bila aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang termasuk harta simpanan surga di bawah ‘Arsy?” Abu Hurairah berkata “Iya, demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, ” beliau bersabda: “Hendaklah engkau ucapkan LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH.” -Abu Balj berkata “Aku mengira bahwa beliau Bersabda: – “maka sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Hamba-Ku telah masuk Islam dan berserah diri.’ Ia berkata Maka aku berkata pada ‘Amru. Abu Balj berkata Amru telah berkata Aku berkata kepada Abu Hurairah: “LAA HULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH, ” maka ia pun berkata “Tidak, sesungguhnya ia ada dalam surat Alkahfi: “Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua Ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8073

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا كَانَ يَبِيعُ الْخَمْرَ فِي سَفِينَةٍ وَكَانَ يَشُوبُهُ بِالْمَاءِ وَكَانَ مَعَهُ فِي السَّفِينَةِ قِرْدٌ قَالَ فَأَخَذَ الْكِيسَ وَفِيهِ الدَّنَانِيرُ قَالَ فَصَعِدَ الذَّرْوَ يَعْنِي الدَّقَلَ فَفَتَحَ الْكِيسَ فَجَعَلَ يُلْقِي فِي الْبَحْرِ دِينَارًا وَفِي السَّفِينَةِ دِينَارًا حَتَّى لَمْ يَبْقَ فِيهِ شَيْءٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abi Tholhah} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Bahwa ada seorang laki-laki yang menjual khamer disebuah kapal, dan ia telah mencampurnya dengan air, dalam kapal tersebut ia membawa seekor kera, ” Nabi Bersabda: “Kera tersebut mengambil pundi yang di dalamnya terdapar banyak dinar, ” Nabi Bersabda: “Lalu kera itu naik ke tiang menara kapal seraya membuka pundi tersebut, lalu kera itu membuang dinar-dinarnya, sebagian ke laut dan sebagian lagi ke dalam kapal sehingga tidak tersisa sedikit pun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8074

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ الْمُقَدَّمُ وَشَرُّهَا الْمُؤَخَّرُ وَشَرُّ صُفُوفِ النِّسَاءِ الْمُقَدَّمُ وَخَيْرُهَا الْمُؤَخَّرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} -yaitu Ibnu Muslim- berkata telah menceritakan kepada kami {Suhail bin Abi Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Sebaik-baik barisan shalat untuk laki-laki adalah yang pertama dan yang paling jelek adalah yang terakhir, dan sejelek-jelek barisan shalat untuk wanita adalah yang pertama dan yang paling baik adalah yang terakhir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8075

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي هُرَيْرَةَأَهَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِكُمْ قَالَ وَمَا أَنْكَرْتَ مِنْ صَلَاتِي قَالَ قُلْتُ أَرَدْتُ أَنْ أَسْأَلَكَ عَنْ ذَلِكَ قَالَ نَعَمْ وَأَوْجَزُ قَالَ وَكَانَ قِيَامُهُ قَدْرَ مَا يَنْزِلُ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْمَنَارَةِ وَيَصِلُ إِلَى الصَّفِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il} -yaitu Ibnu Abi Khalid- dari {bapaknya}, ia berkata Aku berkata kepada {Abu Hurairah} “Apakah seperti ini Rasulullah saw. shalat bersama kalian?” Abu Hurairah berkata “Apa yang kamu permasalahkan dari shalatku?” Ia berkata “Justru aku ingin bertanya kepadamu tentang itu, ” Abu Hurairah berkata “Iya, ” dan ia berkata “Dan lama berdirinya beliau adalah setara dengan kadar seorang muaddzin yang turun dari menara dan sampai ke shaff.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8076

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ عُنُقٌ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَأُذُنَانِ يَسْمَعُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ فَيَقُولُ إِنِّي وُكِّلْتُ بِثَلَاثَةٍ بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ وَبِكُلِّ مَنْ ادَّعَى مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَالْمُصَوِّرِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muslim} berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Pada hari kiamat akan keluar leher dari neraka memiliki dua mata yang melihat, dan dua telinga yang mendengar serta lisan yang berbicara, lalu ia akan berkata ‘Sesungguhnya aku dibebani dengan tiga golongan para penguasa yang keras kepala, orang yang mengaku bersama Allah ada tuhan yang lain dan orang-orang yang menggambar (mahluq bernyawa, pent).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8077

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَيْفَ بِكُمْ إِذَا نَزَلَ فِيكُمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Az Zuhri} dari {Nafi’ pelayan Abu Qotadah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Nabi saw. Bersabda: “Bagaimana dengan kalian jika Isa putra Maryam turun, dan imam kalian adalah dari kalangan kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8078

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ لَا وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ لَا وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قَالُوا وَمَنْ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ جَارٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ قِيلَ وَمَا بَوَائِقُهُ قَالَ شَرُّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, ” para sahabat bertanya “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Seorang tetangga, yang tetangga lainnya tidak merasa aman dari gangguannya, ” ditanya, “Apa itu gangguannya?” beliau bersabda: “Keburukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8079

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَبُو مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي أَخْذَ الْأُمَمِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمَا فَعَلَتْ فَارِسُ وَالرُّومُ قَالَ وَمَا النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar Abu Muhammad} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak akan datang hari kiamat sehingga umatku berlaku sebagaimana umat dahulu bertingkahlaku, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, ” seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah, apakah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Faris dan Rum?” beliau bersabda: “Kalau bukan mereka siapa lagi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8080

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنِي أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَأَتَى أَعْرَابِيٌّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْنَبٍ قَدْ شَوَاهَا وَمَعَهَا صِنَابُهَا وَأَدَمُهَا فَوَضَعَهَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَمْسَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَأْكُلْ وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ أَنْ يَأْكُلُوا فَأَمْسَكَ الْأَعْرَابِيُّ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَأْكُلَ قَالَ إِنِّي أَصُومُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ قَالَ إِنْ كُنْتَ صَائِمًا فَصُمْ الْأَيَّامَ الْغُرَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid bin Umar} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu ‘Awanah} dari {Abdul Malik bin ‘Umair} dari {Musa bin Tholhah} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Telah datang seorang arab badui kepada Rasulullah saw. dengan membawa seekor kelinci yang telah dipanggang beserta bumbunya dan meletakkannya di hadapan Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. diam dan tidak memakannya, kemudian beliau menyuruh para sahabatnya untuk memakannya, arab badui tersebut juga diam dan tidak memakannya, maka Rasulullah saw. Bersabda kepadanya: “Apa yang menghalangimu untuk makan?” ia berkata “Sesungguhnya aku berpuasa tiga hari pada setiap bulan.” Beliau bersabda: “Jika kamu berpuasa maka kerjakan di tanggal-tanggal putih (tiga hari di tengah bulan hijriyah: tiga belas empat belas dan lima belas).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8081

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin ‘Ayyasy} dari {Abu Hashin} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., bahwasannya beliau beri’tikaf pada sepuluh akhir dari bulan ramadhan, dan pada tahun di mana beliau diwafatkan beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.