Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8192

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا فَرْقَدٌ عَنْ يَزِيدَ أَخِي مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ أَكْذَبُ أَوْ مِنْ أَكْذَبِ النَّاسِ الصَّبَّاغِينَ وَالصَّوَّاغِينَ وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً إِنَّ مِنْ أَكْذَبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Farqod} dari {Yazid saudara Mutharrif}, dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., bahwasannya beliau bersabda: ”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8193

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُصَلِّي الرَّجُلُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ فَقَالَ أَوَكُلُّكُمْ يَجِدُ ثَوْبَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Katsir} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah ditanya “bolehkah seorang laki-laki shalat dengan satu kain?” Maka Beliau menjawab: “Apakah setiap kalian mempunyai dua kain.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8194

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ و حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ سَمِعْتُ ثَابِتًا عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ فِي الدُّنْيَا عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ فِي الْآخِرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata. Dan telah menceritakan kepada kami {Hammad} ia berkata aku telah mendengar {Tsabit} dari {Abu Rofi’} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan kebahagiaan di dunia ketika tiba waktunya berbuka dan kebahagiaan di akhirat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8195

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَنْبَأَنَا عِسْلُ بْنُ سُفْيَانَ التَّمِيمِيُّ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ السَّدْلِ فِي الصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah memberitakan kepada kami {‘Isl bin Sufyan At Taimi} dari {‘Atha`} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwa Rasulullah saw. melarang dari sadh di dalam shalat.” Sadh adalah menutup semua tubuhnya dan memasukkan tangannya ke dalam kain.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8196

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا خُثَيْمٌ يَعْنِي ابْنَ عِرَاكٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فِي رَهْطٍ مِنْ قَوْمِهِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَيْبَرَ وَقَدْ اسْتَخْلَفَ سِبَاعَ بْنَ عُرْفُطَةَ عَلَى الْمَدِينَةِ قَالَ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى بْ كهيعص وَفِي الثَّانِيَةِ وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ قَالَ فَقُلْتُ لِنَفْسِي وَيْلٌ لِفُلَانٍ إِذَا اكْتَالَ اكْتَالَ بِالْوَافِي وَإِذَا كَالَ كَالَ بِالنَّاقِصِ قَالَ فَلَمَّا صَلَّى زَوَّدَنَا شَيْئًا حَتَّى أَتَيْنَا خَيْبَرَ وَقَدْ افْتَتَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ قَالَ فَكَلَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمِينَ فَأَشْرَكُونَا فِي سِهَامِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {Khutsaim} -yaitu Ibnu ‘Irak- dari {bapaknya}, bahwasanya {Abu Hurairah} datang ke Madinah dengan satu rambongan dari kaumnya, sedang Nabi saw. berada di khaibar, dan beliau telah mewakilkan Siba’ bin ‘Urfuthah untuk mengurus Madinah. Abu Hurairah berkata Maka ketika aku sampai padanya di Madinah ia membaca dalam shalat subuh dengan: KAAF HAA YAA ‘Ain SHAAD pada rakaat pertama, dan di rakaat kedua dia membaca: WAILUL LILMUTHAFFIFIiN. Abu Hurairah berkata Maka aku berkata pada diriku, “Celakalah diriku, calakalah si fulan, apabila ia menakar atau menimbang untuk dirinya ia memenuhinya namun jika ia menakar atau menimbang untuk orang lain ia curang atau mengurangi.” Abu Hurairah berkata Maka ketika selesai shalat, Siba’ membekali kami dengan sesuatu hingga kami datang ke Khaibar, dan Nabi saw. telah menaklukkan Khaibar. Abu Hurairah berkata Nabi saw. berbicara kepada kaum muslimin, dan mereka menggabungkan kami dalam saham harta rampasan mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8197

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ جَارِ الْمَقَامِ فَإِنَّ جَارَ الْمُسَافِرِ إِذَا شَاءَ أَنْ يُزَالَ زَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ishaq} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Berlindunglah pada Allah dari kejelekan tetangga yang menetap, karena sesungguhnya tetangga musafir jika ingin disingkirkan ia akan pergi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8198

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ لِرَسُولِهِ{ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ }قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَأَسْرَعْتُ الْإِجَابَةَ وَمَا ابْتَغَيْتُ الْعُذْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dari Nabi saw. tentang perkataan Yusuf kepada utusan raja: “dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya.” Rasulullah saw. Bersabda: “Sekiranya itu adalah aku, sungguh aku akan segera memberi jawaban, dan aku tidak akan mencari-cari udzur.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8199

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو هِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ آمَنَ بِي عَشْرَةٌ مِنْ أَحْبَارِ الْيَهُودِ لَآمَنَ بِي كُلُّ يَهُودِيٍّ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu Hilal} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sirin} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw., “Kalau saja sepuluh pendeta Yahudi beriman kepadaku niscaya setiap Yahudi yang berada di muka bumi akan beriman kepadaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8200

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ قَالَ شُرَيْحُ بْنُ هَانِئٍبَيْنَمَا أَنَا فِي مَسْجِدِ الْمَدِينَةِ إِذْ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُحِبُّ رَجُلٌ لِقَاءَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَلَا أَبْغَضَ رَجُلٌ لِقَاءَ اللَّهِ إِلَّا أَبْغَضَ اللَّهُ لِقَاءَهُ فَأَتَيْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ لَئِنْ كَانَ مَا ذَكَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقًّا لَقَدْ هَلَكْنَا فَقَالَتْ إِنَّمَا الْهَالِكُ مَنْ هَلَكَ فِيمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا ذَاكَ قَالَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُحِبُّ رَجُلٌ لِقَاءَ اللَّهِ إِلَّا أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَلَا أَبْغَضَ رَجُلٌ لِقَاءَ اللَّهِ إِلَّا أَبْغَضَ اللَّهُ لِقَاءَهُ قَالَتْ وَأَنَا أَشْهَدُ أَنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ ذَلِكَ فَهَلْ تَدْرِي لِمَ ذَلِكَ إِذَا حَشْرَجَ الصَّدْرُ وَطَمَحَ الْبَصَرُ وَاقْشَعَرَّ الْجِلْدُ وَتَشَنَّجَتْ الْأَصَابِعُ فَعِنْدَ ذَلِكَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ أَبْغَضَ لِقَاءَ اللَّهِ أَبْغَضَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Mutharrif} dari {‘Amir} berkata: {Syuraih bin Hani`} berkata Ketika aku sedang berada di masjid tiba-tiba {Abu Hurairah} berkata Aku telah mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Tidaklah seseorang senang bertemu dengan Allah melainkan Allah senang bertemu dengannya, dan tidaklah seseorang benci bertemu dengan Allah melainkan Allah benci bertemu dengannya.” Maka aku mendatangi ‘Aisyah dan aku berkata “Jika apa yang disebutkan Abu Hurairah dari Rasulullah saw. benar, maka kami telah celaka, ” maka {‘Aisyah} berkata “Hanyasanya orang yang celaka adalah orang yang di sabdakan oleh Rasulullah saw. celaka. Lalu apa yang dikatakan {Abu Hurairah}?” Ia berkata dia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Tidaklah seseorang senang bertemu dengan Allah melainkan Allah senang bertemu dengannya, dan tidaklah seseorang benci bertemu dengan Allah melainkan Allah benci bertemu dengannya.” ‘Aisyah berkata “Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda yang demikian itu, apakah engkau tahu kenapa demikian? ketika dada berdetak keras, mata menatap kosong, kulit merinding serta jari-jari menjadi kejang (sakaratul maut), maka ketika itu siapa saja yang senang bertemu dengan Allah, niscaya Allah akan senang bertemu dengannya dan siapa saja yang benci bertemu dengan Allah niscaya Allah akan benci bertemu dengannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8201

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَغِمَ أَنْفُ رَغِمَ أَنْفُ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا عِنْدَهُ الْكِبَرُ لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} berkata telah menceritakan kepada kami {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Celakalah, celakah, celakah seorang laki-laki yang mendapati salah seorang dari kedua orang tuanya atau keduanya masuk usia renta, kemudian hal tersebut tidak menjadikannya masuk surga.”