Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8212

حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ يَمِيلُ لِإِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَحَدُ شِقَّيْهِ سَاقِطٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {‘Affan} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qotadah} dari {An Nadhr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Barangsiapa memiliki dua istri kemudian ia condong pada salah satu dari keduanya, maka pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan satu dari dua rusuknya jatuh ke bawah (miring).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8213

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمْطِرَ أَوْ تَسَاقَطَ عَلَى أَيُّوبَ فَرَاشٌ مِنْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ يَلْتَقِطُ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ يَا أَيُّوبُ أَفَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ قَالَ بَلَى وَلَكِنِّي لَا غِنَى بِي عَنْ فَضْلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qotadah} dari {An Nadhr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Ayyub dihujani, atau berjatuhan di hadapan Ayyub belalang yang terbuat dari emas, lalu ia mengambilnya, maka Allah mewahyukan kepadanya: ‘Wahai Ayyub, bukankah aku telah lapangkan rizki kepadamu? ‘ Ayyub menjawab ‘Benar, namun aku tidak pernah cukup dari anugerah-Mu.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8214

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى يَعْنِي مِنْ الصُّبْحِ رَكْعَةً ثُمَّ طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَلْيُصَلِّ إِلَيْهَا أُخْرَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qotadah} dari {An Nadhr} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Sesungguhnya Nabi saw. Bersabda: “Barangsiapa shalat subuh satu rakaat kemudian terbit matahari, maka hendaknya ia sempurnakan rakaat yang sisanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8215

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ أَوْ قَالَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Juhadah} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Hazim} bahwa {Abu Hurairah} berkata “Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi, ” -atau ia mengatakan, – “lebih disukai oleh Allah ‘azza wajalla dari bau misik.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8216

قَالَ وَأَحْسَبُهُ قَالَعَنْ يَمِينِ الْعَرْشِ مُنَادٍ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ أَوْ عَجِّلْ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} berkata dan aku mengira ia berkata “Pada sisi sebelah kanan ‘Arsy seorang penyeru menyeru dari langit yang tujuh “Berikanlah orang yang suka memberi keberkahan dan berikan -atau- segerakanlah kepada orang yang menahan hartanya kehancuran.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8217

قَالَ وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ وَكَسْبِ الْأَمَةِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya berkata {Abu Hurairah} berkata “Rasulullah saw. melarang dari hasil pekerjaan membekam dan hasil mempekerjakan budak perempuan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8218

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَاسِعٍ عَنْ رَجُلٍ يُقَالُ لَهُ مَعْرُوفٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَأَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا أَنَامَ إِلَّا عَلَى وَتْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Wasi’} dari seorang laki-laki yang biasa disebut dengan nama {Ma’ruf} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Kekasihku menasihatiku agar aku tidak tidur sebelum shalat witir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8219

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْعَتَكِيِّ وَهُوَ يَحْيَى بْنُ مَالِكٍ وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أَيُّوبَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبْ الْوَجْهَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qotadah} dari {Abu Ayyub Al ‘Ataki} -yaitu Yahya bin Malik-. Dan dikesempatan lain {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ayyub} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berperang, maka hindarilah wajah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8220

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ وَأَبَانُ قَالَا حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَأَجْهَدَ نَفْسَهُ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ أَنْزَلَ أَوْ لَمْ يُنْزِلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dan {Aban} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Qotadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Rofi’} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau Bersabda: “Jika duduk di atas empat bagiannya dengan sungguh-sungguh, maka telah wajib baginya mandi, baik keluar (seperma) ataupun tidak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8221

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقَدَّمُوا بَيْنَ يَدَيْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ صِيَامَهُ فَلْيَصُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Abu Katsir} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Janganlah kalian dahului ramadhan dengan puasa satu atu dua hari, kecuali seorang laki-laki yang berpuasa sebelumnya maka hendaknya ia teruskan.”