Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8252

وَبِإِسْنَادِهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيَفْرَحُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ بِخَلِفَتَيْنِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَآيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَيَخْرُجُ بِهِمَا إِلَى أَهْلِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ خَلِفَتَيْنِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian senang jika pulang kepada kelurganya dengan membawa dua unta yang hamil?” para sahabat berkata “Iya, ” maka beliau bersabda: “Dua ayat dari kitab Allah yang ia bawa untuk keluarganya adalah lebih baik untuknya dari pada dua unta yang hamil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8253

وَبِإِسْنَادِهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُو بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ قَدْ وَثِقَ بِعَمَلِهِ فَإِنَّهُ إِنْ مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Janganlah seseorang dari kalian mengharap mati dan jangan meminta untuk disegerakan sebelum kedatangannya, kecuali jika ia telah yakin dengan amalannya. Karena sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal, amalnya akan terputus, dan sesungguhnya tidaklah bertambah umur seorang mukmin kecuali bertambah pula amal kebaikkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8254

وَبِإِسْنَادِهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ نَفْسٍ كُتِبَ عَلَيْهَا الصَّدَقَةُ كُلَّ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ فَمِنْ ذَلِكَ أَنْ يَعْدِلَ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَأَنْ يُعِينَ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلَهُ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَيَرْفَعَ مَتَاعَهُ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَمْشِي إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Setiap jiwa diwajibkan atasnya untuk bersedekah setiap kali terbitnya matahari, di antara itu mendamaikan antara dua orang adalah sedekah, menolong seseorang untuk menaiki kendaraan dan mengangkat barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah, kalimah thayyibah adalah sedekah, dan setiap langkah yang ditujukan untuk shalat adalah sedekah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8255

وَبِإِسْنَادِهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ أَوْ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَا يُؤْمِنُ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, dari Nabi saw., bawasannya beliau bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidaklah seseorang pun dari umat ini yang mendengar akan kedatanganku, baik Yahudi ataupun Nasrani, kemudian meninggal dan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengannya, melainkan ia pasti akan masuk neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8256

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ كَذَّبَنِي عَبْدِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ لِيُكَذِّبَنِي وَشَتَمَنِي عَبْدِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَتْمِي فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَيَقُولُ لَنْ يُعِيدَنِي كَالَّذِي بَدَأَنِي وَلَيْسَ آخِرُ الْخَلْقِ أَهْوَنُ عَلَيَّ أَنْ أُعِيدَهُ مِنْ أَوَّلِهِ فَقَدْ كَذَّبَنِي إِنْ قَالَهَا وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَيَقُولُ اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا أَنَا اللَّهُ أَحَدٌ الصَّمَدُ لَمْ أَلِدْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Hamba-Ku telah mendustakan-Ku, padahal tidak seharusnya ia mendustakan-Ku, dan hamba-Ku telah mencerca-Ku, padahal tak seharusnya ia mencerca-Ku. Adapun kebohongannya terhadap-Ku adalah ia berkata ‘Allah tidak mungkin bisa mengembalikan aku seperti Ia memulai penciptaanku, ‘ dan tidaklah akhir penciptaan melainkan itu lebih mudah bagi-Ku untuk mengembalikannya seperti semula, adapun cercaannya kepada-Ku adalah ketika ia berkata ‘Allah telah menjadikan seorang anak bagi-Nya, ‘ padahal Aku adalah Dzat yang bergantung kepada-Nya semua mahluq, dan Aku tidak melahirkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8257

حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَيَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اكْتَحَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْتَحِلْ وِتْرًا وَإِذَا اسْتَجْمَرَ فَلْيَسْتَجْمِرْ وِتْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dan {Yahya bin Ishaq} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian memakai celak hendaklah dengan bilangan ganjil, dan apabila beristijmar (bersuci dengan menggunakan batu dari hadats, pent) hendaklah dengan bilangan ganjil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8258

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اكْتَحَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْتَحِلْ وِتْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian memakai celak hendaklah dengan bilangan ganjil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8259

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ ثَلَاثَةٌ جَمِيعًا فَلَا يَتَنَاجَ اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Apabila tiga orang yang berkumpul, maka janganlah dua orang saling berbisik tanpa menyertakan yang ketiga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8260

وَبِإِسْنَادِهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ فَقَالَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ ثُمَّ قَالَ آخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ قَدْ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Akan masuk ke dalam surga dari umatku ini tujuh puluh ribu tanpa hisab, ” lalu ‘Ukasyah bin Mihshan berkata “Wahai Rasulullah, doakanlah agar aku termasuk dari mereka.” Rasulullah saw. Bersabda: “Ya Allah, jadikanlah dia termasuk dari mereka, ” kemudian ada sahabat yang lain berkata “Wahai Rasulullah, doakanlah agar aku termasuk dari mereka, ” beliau bersabda: “Engkau telah didahului oleh ‘Ukasyah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8261

وَبِإِسْنَادِهِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَ الْقَوْمُ الْأَزْدُ طَيِّبَةٌ أَفْوَاهُهُمْ بَرَّةٌ أَيْمَانُهُمْ نَقِيَّةٌ قُلُوبُهُمْ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, Rasulullah saw. Bersabda: “Sebaik-baik kaum adalah Al Azd (kaum anshar), bagus lisan mereka, sangat baik janji mereka dan jernih hati mereka.”