Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8292

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَقَدْ أُعْطِيَ أَبُو مُوسَى مَزَامِيرَ دَاوُدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Sungguh Abu Musa telah dikaruniai suara indahnya Nabi Dawud.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8293

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَوْسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةُ أَصْنَافٍ صِنْفٌ مُشَاةٌ وَصِنْفٌ رُكْبَانٌ وَصِنْفٌ عَلَى وُجُوهِهِمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَمْشُونَ عَلَى وُجُوهِهِمْ قَالَ إِنَّ الَّذِي أَمْشَاهُمْ عَلَى أَرْجُلِهِمْ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُمْ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَمَا إِنَّهُمْ يَتَّقُونَ بِوُجُوهِهِمْ كُلَّ حَدَبٍ وَشَوْكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} dan {‘Affan} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {‘Ali bin Zaid} dari {Aus} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Pada hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan dalam tiga kelompok besar ada kelompok yang berjalan, ada kelompok yang berkendaraan dan ada kelompok yang berjalan dengan wajah-wajah mereka, ” para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka berjalan dengan wajah-wajah mereka?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya Dzat yang menentukan mereka berjalan dengan kaki mampu untuk menentukan mereka berjalan dengan wajah-wajah mereka, dan mereka yang berjalan dengan wajah akan hati-hati ketika melewati tempat yang menonjol atau tempat yang berduri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8294

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَاقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْجَنَّةَ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا ثُمَّ حَفَّهَا بِالْمَكَارِهِ ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ فَلَمَّا خَلَقَ النَّارَ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَقَالَ يَا رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا فَحَفَّهَا بِالشَّهَوَاتِ ثُمَّ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَقَالَ يَا رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Alqomah} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Ketika Allah ‘azza wajalla menciptakan surga, Dia berfirman: ‘Wahai Jibril, pergi dan lihatlah ke surga, ‘ lalu Jibril pergi dan melihat, lalu ia berkata ‘Wahai Rabb, dan demi kemuliaan-Mu, tidak seorang pun yang mendengar tentangnya kecuali ingin memasukinya, ‘ kemudian Allah menyelimuti surga dengan hal hal yang dibenci, lalu Allah berfirman: ‘Sekarang pergi dan lihatlah ke surga, ‘ maka Jibril pergi dan melihat, lalu ia berkata ‘Wahai Rabb, dan demi kemuliaan-Mu, aku takut tidak akan ada orang yang bisa masuk.’ Dan ketika mencipta neraka, Allah berfirman: ‘Wahai Jibril, pergi dan lihatlah ke neraka, ‘ lalu Jibril pergi dan melihat, lalu ia berkata ‘Wahai Rabb, dan demi kemuliaan-Mu, tidak ada orang yang mendengar tentangnya kemudian ingin memasukinya, ‘ lalu Allah menyelimutinya dengan hal hal yang disukai oleh syahwat, kemudian Allah berfirman: ‘Wahai jibril, sekarang pergi dan lihatlah ke neraka, ‘ maka jibril pergi dan melihat ke neraka, lalu ia berkata ‘Wahai Rabb, dan demi kemuliaan-Mu, aku takut tidak akan yang tersisa seorang manusia pun kecuali ia akan masuk ke dalamnya.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8295

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا أَصْبَحَ اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. apabila pagi hari beliau berdoa, “ALLAHUMMA BIKA ASHBAHNA WA BIKA AMSAINA WA BIKA NAHYA WA BIKA NAMUUTU (Ya Allah, dipagi hari kami dengan nikmat-Mu dan disore kami dengan nikmat-Mu, dan Engkaulah yang menghidupkan kami dan mematikan kami, dan hanya kepada-Mu kembali.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8296

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَلْمَانَ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحُمَيْدٍ وَثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ وَصَالِحِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَحْكِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ مَنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَمَنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ مِنْ النَّاسِ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَطْيَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Salman Al Aghor} dari {Abu Hurairah} bahwasanya Nabi saw. bersabda. Dan {Humaid}, {Tsabit Al Bunani} dan {Shalih bin Dzakwan} dari {Al Hasan} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ‘azza wajalla, bahwasanya Dia berfirman: “Barangsiapa mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku dan barangsiapa mengingat-Ku dalam sekumpulan manusia maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih banyak dari mereka dan lebih baik dari mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8297

حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا أَبُو سِنَانٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَادَ الْمُسْلِمُ أَخَاهُ أَوْ زَارَهُ قَالَ حَسَنٌ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مَنْزِلًا فِي الْجَنَّةِ قَالَ عَفَّانُ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا قَالَ حَسَنٌ فِي اللَّهِوَلَمْ يَقُلْهُ عَفَّانُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dan {‘Affan} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah}, {‘Affan} berkata dalam haditsnya telah menceritakan kepada kami {Abu Sinan} dari {Utsman bin Abu Saudah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Jika seorang muslim menjenguk atau menziarahi saudaranya sesama muslim, -Hasan menyebutkan – karena Allah ‘azza wajalla, maka Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Engkau telah beruntung, dan beruntung, engkau telah menyiapkan rumah di surga.” ‘Affan menyebutan “rumah dari surga.” Hasan berkata “Karena Allah, ” dan ini tidak disebutkan oleh ‘Affan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8298

حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَا حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَبِسْتُمْ وَإِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَءُوا بِأَيَامِنِكُمْ وَقَالَ أَحْمَدُ بِمَيَامِنِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dan {Ahmad bin Abdul Malik} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Apabila kalian mengenakan pakaian atau berwudhu maka mulailah dengan yang kanan.” Dan Ahmad menyebutkan dengan lafadz BI MAYAMINIKUM, yaitu dengan yang kanan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8299

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَإِنَّمَا كَانَ طَعَامَنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ وَاللَّهِ مَا كُنَّا نَرَى سَمْرَاءَكُمْ هَذِهِ وَلَا نَدْرِي مَا هِيَ وَإِنَّمَا كَانَ لِبَاسُنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النِّمَارَ يَعْنِي بُرْدَ الْأَعْرَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Qotadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Makanan kami bersama Rasulullah saw. hanyalah al`aswadan yaitu kurma dan air, demi Allah kami tidak pernah melihat seperti gandum kalian ini, dan kami tidak tahu seperti apa itu? pakaian kami bersama Rasulullah saw. hanyalah An nimar, yakni selimut atau selendang arab.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8300

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا كَامِلٌ أَبُو الْعَلَاءِ قَالَ زَعَمَ أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ رَأْسِ السَّبْعِينَ وَإِمَارَةِ الصِّبْيَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mundzir} telah menceritakan kepada kami {Kamil Abul ‘Ala`} berkata {Abu Shalih} menyakininya dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. Bersabda: “Berlindunglah kepada Allah dari umur diatas tujuh puluh tahun dan kepemimpinan anak kecil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8301

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا يَرِيهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya perut salah seorang dari kalian dipenuhi dengan muntahan yang ia muntahkan adalah lebih baik dari pada dipenuhi dengan sya’ir.”