Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8322

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ وَإِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ لَهِيعَةَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ أَبِي الْوَرْدِ قَالَ إِسْحَاقُ الْمَازِنِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْخَيْلَ الْمُنَفِّلَةَ فَإِنَّهَا إِنْ تَلْقَ تَفِرَّ وَإِنْ تَغْنَمْ تَغُلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}. Dan {Ishaq bin Isa} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abi Habib} dari {Lahi’ah bin ‘Uqbah} dari {Abu Al Ward}, {Ishaq} berkata dari {Abu Hurairah}, dia berkata Aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Jauhilah oleh kalian orang yang berperang dengan tujuan ghonimah, karena sesungguhnya jika bertemu dengan musuh ia akan berlari mundur, dan jika mendapatkan ghanimah ia berkhianat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8323

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اكْتَحَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْتَحِلْ وِتْرًا وَإِذَا اسْتَجْمَرَ فَلْيَسْتَجْمِرْ وِتْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melakukan celak maka hendaklah dengan bilangan ganjil, dan jika melakukan istijmar hendaklah dengan bilangan ganjil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8324

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ أَعْرَابِيًّا غَزَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ فَأَصَابَهُ مِنْ سَهْمِهَا دِينَارَانِ فَأَخَذَهُمَا الْأَعْرَابِيُّ فَجَعَلَهُمَا فِي عَبَاءَتِهِ وَخَيَّطَ عَلَيْهِمَا وَلَفَّ عَلَيْهِمَا فَمَاتَ الْأَعْرَابِيُّ فَوَجَدُوا الدِّينَارَيْنِ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَيَّتَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya ada seorang arab badui berperang bersama Nabi saw. di Khaibar dan ia mendapatkan ghanimah dua dinar, lalu ia pun mengambil dan menaruhnya di baju kurungnya, kemudian ia jahit dan melipatnya, kemudian ia meninggal hingga orang-orang menemukan dua dinar itu di baju kurungnya, akhirnya mereka melaporkannya kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: “Keduanya adalah bara api.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8325

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْرَجُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّكْبِيرُ فِي الْعِيدَيْنِ سَبْعًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَخَمْسًا بَعْدَ الْقِرَاءَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} memberitakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Takbir dalam shalat dua hari raya (fitri dan Adlha) adalah tujuh kali sebelum membaca surat dan lima kali setelah membaca surat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8326

حَدَّثَنَا يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَهْلُ الْجَنَّةِ رَشْحُهُمْ الْمِسْكُ وَوُقُودُهُمْ الْأَلُوَّةُقَالَ قُلْتُ لِابْنِ لَهِيعَةَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا الْأَلُوَّةُ قَالَ الْعُودُ الْهِنْدِيُّ الْجَيِّدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Yunus} dari {Abu Hurairah} berkata Aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Keringat penghuni surga adalah misik, sedang bahan bakar mereka dari kayu Uluwwah.” Abu Yunus berkata aku bertanya kepada Ibnu Lahi’ah “Wahai Abu Abdirrahman apa itu Uluwwah?” Ia menjawab “kayu gaharu dari india yang bagus.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8327

قَالَ حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ الْعَطَّارَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَذَاكَرُوا الْكَمَأَةَ فَقَالُوا هِيَ جُدَرِيُّ الْأَرْضِ وَمَا نَرَى أَكْلَهَا يَصْلُحُ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْكَمَأَةُ مِنْ الْمَنِّ وَمَاؤُهَا شِفَاءٌ لِلْعَيْنِ وَالْعَجْوَةُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهِيَ شِفَاءٌ مِنْ السُّمِّ
Terjemahan: Berkata telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Aban} -yaitu Ibnu Yazid Al ‘Aththor- dari {Qatadah} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya para sahabat Nabi saw. sedang menyebut-nyebut Al Kam`ah, maka mereka berkata “Al Kam`ah adalah kotoran bumi yang buahnya tidak bagus untuk dimakan, maka sampailah hal itu pada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: “Al Kam`ah dari Al Manna, airnya bisa untuk obat mata, sedangkan Al Ajwah adalah pohon dari surga, dan dia adalah obat penawar untuk racun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8328

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقَرَأَ عَلَيْهِ أُبَيٌّ أُمَّ الْقُرْآنِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا إِنَّهَا السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il} -yaitu Ibnu Ja’far- berkata telah mengabarkan kepadaku {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda ketika Ubai membacakan kepadanya Ummul Qur`an (Al fatihah), “Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman-Nya, tidak diturunkan semisalnya baik dalam Taurot, Injil, Zabur dan tidak juga dalam Al furqan, dia adalah As sab’ul matsani dan juga Al Qur`an yang agung yang diberikan padaku “.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8329

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُصُّ عَلَى الْمِنْبَرِ{ وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ }فَقُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثَّانِيَةَ{ وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ }فَقُلْتُ الثَّانِيَةَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثَّالِثَةَ{ وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ }فَقُلْتُ الثَّالِثَةَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ نَعَمْ وَإِنْ رَغِمَ أَنْفُ أَبِي الدَّرْدَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Ja’far} berkata telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abi Harmalah} dari {‘Atho` bin Yasar} dari {Abu darda`} bahwasannya ia mendengar Nabi saw. yang sedang menceritakan di atas mimbar: “Dan bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” Maka aku bertanya “Meskipun ia berzina dan mencuri wahai Rasulullah?” maka Rasulullah saw. membaca untuk kedua kalinya: “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” Maka aku juga bertanya untuk yang kedua kalinya “Meskipun ia berzina dan mencuri wahai Rasulullah?” maka beliau pun membaca untuk ketiga kalinya: “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” maka aku pun bertanya untuk yang ketiga kalinya “Meskipun ia berzina dan mencuri wahai Rasulullah?” maka beliau bersabda: “Iya, meskipun Abu Darda` tidak suka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8330

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي أَبُو سُهَيْلٍ نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {Abu Suhail Nafi’ bin Malik bin Abi ‘Amir} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Jika ramadhan tiba maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8331

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي أَبُو سُهَيْلٍ نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {Abu Suhail Nafi’ bin Malik bin Abi ‘Amir} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Tanda-tanda orang munafiq ada tiga apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia menyelisihi dan apabila diberi amanat ia berkhianat.”