Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8412
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ خَوْلَةَ بِنْتَ يَسَارٍ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَيْسَ لِي إِلَّا ثَوْبٌ وَاحِدٌ وَأَنَا أَحِيضُ فِيهِ قَالَ فَإِذَا طَهُرْتِ فَاغْسِلِي مَوْضِعَ الدَّمِ ثُمَّ صَلِّي فِيهِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ لَمْ يَخْرُجْ أَثَرُهُ قَالَ يَكْفِيكِ الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّكِ أَثَرُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin dawud Adl Dlibbi} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidillah bin Ja’far} dari {Isa bin Thalhah} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwa Khaulah binti Yasar datang kepada Nabi saw. ketika haji atau umrah, lalu ia berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki baju kecuali hanya satu, padahal aku sedang haidh, ” beliau bersabda: “Jika kamu telah suci maka cucilah tempat yang ada darahnya kemudian shalatlah dengannya, ” ia berkata “Wahai Rasulullah, bagaimana jika tidak hilang bekasnya?” beliau bersabda: “Cukup bagimu mencucinya dengan air dan tidak ada masalah dengan bekasnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8413
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ الْمَدِينِيُّ وَذَلِكَ قَبْلَ الْمِحْنَةِ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَلَمْ يُحَدِّثْ أَبِي عَنْهُ بَعْدَ الْمِحْنَةِ بِشَيْءٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ يَعْنِي الثَّقَفِيَّ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah bin Ja’far Al Madini} -dan itu sebelum adanya ujian, Abdullah berkata dan bapakku tidak menceritakan sesuatu pun setelah adanya ujian.- Ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahab bin Abdul Majid} -yaitu Ats Tsaqofi- berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus} dari {Al Hasan} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Orang yang membekam ataupun yang dibekam batal puasanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8414
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ تَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ الصَّالِحُ قَالُوا اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ اخْرُجِي حَمِيدَةً وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ قَالَ فَلَا يَزَالُ يُقَالُ ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ثُمَّ يُعْرَجَ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا فَيُقَالُ مَنْ هَذَا فَيُقَالُ فُلَانٌ فَيَقُولُونَ مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الطَّيِّبَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ادْخُلِي حَمِيدَةً وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ قَالَ فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا حَتَّى يُنْتَهَى بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي فِيهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السَّوْءُ قَالُوا اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ اخْرُجِي ذَمِيمَةً وَأَبْشِرِي بِحَمِيمٍ وَغَسَّاقٍ وَآخَرَ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٍ فَلَا يَزَالُ حَتَّى تَخْرُجَ ثُمَّ يُعْرَجَ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا فَيُقَالُ مَنْ هَذَا فَيُقَالُ فُلَانٌ فَيُقَالُ لَا مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الْخَبِيثَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ ارْجِعِي ذَمِيمَةً فَإِنَّهُ لَا يُفْتَحُ لَكِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ فَتُرْسَلُ مِنْ السَّمَاءِ ثُمَّ تَصِيرُ إِلَى الْقَبْرِ فَيُجْلَسُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلُ مَا قِيلَ لَهُ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ وَيُجْلَسُ الرَّجُلُ السَّوْءُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلُ مَا قِيلَ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Husain bin Muhammad} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`d} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atho`} dari {Sa’id bin Yasar} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang meninggal ketika dicabut nyawanya oleh malaikat, jika ia orang yang shalih para malaikat berkata ‘Keluarlah wahai jiwa yang baik yang berada dalam jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji dan bergembiralah dengan ketentraman dan surga raihan serta Rabb yang tidak akan marah, ‘” beliau bersabda: “Maka ia masih seperti itu sehingga jiwa itu keluar dan malaikat membawanya ke langit yang dibukakan untuknya, lalu akan ditanyakan ‘Siapa ini? ‘ maka dijawab ‘Si fulan.’ Kemudian mereka berkata ‘Selamat datang wahai jiwa yang baik yang berada dalam jasad yang baik, masuklah dengan terpuji dan bergembiralah dengan ketentraman dan surga raihan serta Rabb yang tidak akan murka.'” Beliau bersabda: “Dan masih akan dikatakan padanya seperti itu hingga sampai ke langit yang di dalamnya ada Allah ‘azza wajalla. Dan jika ia adalah orang yang jahat maka para malaikat berkata ‘Keluarlah wahai jiwa yang kotor yang berada dalam jasad yang kotor, keluarlah dengan tercela dan bergembiralah dengan adzab air neraka yang sangat panas dan air yang sangat dingin, serta berbagai macam adzab yang lainnya yang serupa dengan itu, ‘ maka ia masih seperti itu hingga diangkat ke atas langit, lalu langit dibukaka untuknya, dan ditanyakan ‘Siapa ini? ‘ maka dijawab ‘si fulan, ‘ kemudian dikatakan ‘Tidak ada sambutan bagi jiwa yang kotor yang berada dalam jasad yang kotor, kembalilah dengan tercela, karena sesungguhnya pintu-pintu langit tidak dibuka untukmu, ‘ lalu ia dilemparkan dari langit, kemudian jiwa itu dikembalikan dalam kubur. Maka bagi orang yang shalih ia akan didudukkan dan dikatakan padanya seperti pekataan yang pertama, dan bagi orang yang jahat, ia juga akan didudukkan dan dikatakan padanya seperti perkataan yang pertama.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8415
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ لَيْثٍ عَنْ كَعْبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهَا زَكَاةٌ لَكُمْ وَاسْأَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا دَرَجَةٌ فِي أَعَلَى الْجَنَّةِ لَا يَنَالُهَا إِلَّا رَجُلٌ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Laits} dari {Ka’ab} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Bershalawatlah untukku, karena itu adalah zakat bagi kalian, dan mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena itu adalah derajat di surga yang paling tinggi yang tidak akan bisa didapat kecuali oleh satu orang saja, dan aku berharap bahwa orang itu adalah aku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8416
حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ يَعْنِي ابْنَ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رِوَايَةًأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِي هَاهُنَا مَا يَخْفَى عَلَيَّ شَيْءٌ مِنْ خُشُوعِكُمْ وَرُكُوعِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} -yaitu Ibnu ‘Uyainah- dari {Ibnu Az Zinad} dari {Abdurrahman Al A’raj} dari {Abu Hurairah} secara riwayat, bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Bukankah kalian melihat kiblatku di sini, tidak ada yang luput dariku kekhusyu’an dan ruku’ kalian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8417
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي الْأَوْبَرِ قَالَأَتَى رَجُلٌ أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَنْتَ الَّذِي تَنْهَى النَّاسَ أَنْ يُصَلُّوا وَعَلَيْهِمْ نِعَالُهُمْ قَالَ لَا وَلَكِنْ وَرَبِّ هَذِهِ الْحُرْمَةِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِلَى هَذَا الْمَقَامِ وَعَلَيْهِ نَعْلَاهُ وَانْصَرَفَ وَهُمَا عَلَيْهِ وَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amru} berkata telah menceritakan kepada kami {Za`idah} dari {Abdul Malik bin ‘Umair} dari {Abu Al Aubar} berkata Seorang laki-laki datang kepada {Abu Hurairah} dan berkata “Apakah engkau orang yang telah melarang orang-orang untuk shalat dengan sandal?” Abu Hurairah berkata “Tidak, demi Rabb pemilik kemuliaan ini, sungguh aku telah melihat Rasulullah saw. shalat di tempat ini dengan sandalnya, kemudian beliau berlalu dan masih dengan sandalnya. Dan Nabi saw. melarang untuk berpuasa di hari jum’at kecuali jika telah melakukannya pada hari-hari yang lain.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8418
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو الْمَعْنَى قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ مَوْلَى أَبِي رُهْمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّمَا امْرَأَةٍ تَطَيَّبَتْ لِلْمَسْجِدِ لَمْ يُقْبَلْ لَهَا صَلَاةٌ حَتَّى تَغْسِلَهُ عَنْهَا اغْتِسَالَهَا مِنْ الْجَنَابَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amru} secara makna, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Za`idah} dari {Laits} dari {Abdul Karim} dari {Pelayan Abu Ruhm} dari {Abu Hurairah} berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Wanita mana saja yang memakai wewangian untuk pergi ke masjid, maka shalatnya tidak akan diterima sehingga ia mandi darinya layaknya mandi junub.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8419
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ يَعْنِي ابْنَ خَالِدٍ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كَرَمُ الرَّجُلِ دِينُهُ وَمُرُوءَتُهُ عَقْلُهُ وَحَسَبُهُ خُلُقُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Muslim} -yaitu Ibnu Khalid- dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kemuliaan seorang laki-laki terletak pada agamanya, dan wibawanya terletak pada akalnya, sedangkan kehormatannya terletak pada akhlaqnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8420
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ قَبِيصَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} dan {Qutaibah bin Sa’id} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Risydin bin Sa’d}, {Yahya bin Sa’d} menyebutkan dalam haditsnya ia berkata telah menceritakan kepadaku {Yunus bin Yazid} dari {Ibnu Syihab} dari {Qobishoh} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Akan keluar bendera hitam dari Khurasan dan tidak ada yang bisa menahannya hingga dia ditancapkan di Iliya`.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8421
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي نَعِيمَةَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ جَلِيسِ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ أُفْتِيَ بِفُتْيَا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ إِثْمُ ذَلِكَ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ وَمَنْ اسْتَشَارَ أَخَاهُ فَأَشَارَ عَلَيْهِ بِأَمْرٍ وَهُوَ يَرَى الرُّشْدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَقَدْ خَانَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} telah menceritakan kepadaku {Bakr bin ‘Amru} dari {‘Amru bin Abu Na’imah} dari {Abu Utsman} sahabat Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau bersabda: “Barangsiapa mengatakan sesuatu atas namaku dengan sesuatu yang aku belum pernah aku mengatakannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka. Dan barangsiapa diberi fatwa dengan fatwa yang tidak berdasar pada ilmu, maka dosanya adalah bagi yang memberi fatwa. Dan barangsiapa dimintai pendapat oleh saudaranya kemudian ia memberikan buah pikirnya, padahal ia tahu bahwa apa yang ia berikan itu tidak benar maka ia telah mengkhianatinya.”