Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8502

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُعِثْتُ مِنْ خَيْرِ قُرُونِ بَنِي آدَمَ قَرْنًا فَقَرْنًا حَتَّى بُعِثْتُ مِنْ الْقَرْنِ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} dari {Sa’id Al Maburi} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Aku di utus kepada sebaik-baik masa anak Adam, hingga pada masa yang aku diutus kepadanya (yakni masa sahabat).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8503

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَلَّا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصَةً مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} dari {Sa’id} dari {Abu Hurairah} berkata Aku bertanya kepada Nabi saw. “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?” maka Nabi saw. bersabda: “Wahai Abu Hurairah, sungguh aku telah mengira bahwa tidak ada orang yang bertanya tentang hal ini lebih awal dari kamu, karena aku tahu kegigihan kamu dalam mendapatkan hadits, maka orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLAALLAH murni dari hatinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8504

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْرَكَ شَيْخًا يَمْشِي بَيْنَ ابْنَيْهِ مُتَوَكِّئًا عَلَيْهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَأْنُ هَذَا الشَّيْخِ قَالَ ابْنَاهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ عَلَيْهِ نَذْرٌ فَقَالَ لَهُ ارْكَبْ أَيُّهَا الشَّيْخُ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ غَنِيٌّ عَنْكَ وَعَنْ نَذْرِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} dari {Abdurrahman Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. mendapatkan orang tua yang berjalan dengan dituntun (dipapah) oleh kedua anaknya, maka Nabi saw. bersabda: “Apa urusan orang tua ini?” kedua anaknya berkata “Wahai Rasulullah, dia mempunyai nadzar, ” lalu beliau bersabda kepadanya: “berkendaraanlah wahai bapak tua, karena sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak butuh darimu dan dari nadzarmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8505

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ النَّذْرَ لَا يُقَرِّبُ مِنْ ابْنِ آدَمَ شَيْئًا لَمْ يَكُنْ اللَّهُ قَدَّرَهُ لَهُ وَلَكِنَّ النَّذْرَ مُوَافِقٌ الْقَدَرَ فَيُخْرَجُ بِذَلِكَ مِنْ الْبَخِيلِ مَا لَمْ يَكُنْ الْبَخِيلُ يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} dari {Abdurrahman Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya nadzar tidak mendekatkan anak Adam kepada sesuatu yang Allah belum taqdirkan baginya, namun nadzar bisa berkesesuaian dengan taqdir, dengan nadzar dapat dikeluarkan dari orang bakhil sesuatu yang sebelumnya ia tidak ingin mengeluarkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8506

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعَا اللَّهُ جِبْرِيلَ فَأَرْسَلَهُ إِلَى الْجَنَّةِ فَقَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَمَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا فَحُجِبَتْ بِالْمَكَارِهِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَرَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَلَّا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ ثُمَّ أَرْسَلَهُ إِلَى النَّارِ فَقَالَ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَمَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَا يَدْخُلُهَا أَحَدٌ يَسْمَعُ بِهَا فَحُجِبَتْ بِالشَّهَوَاتِ ثُمَّ قَالَ عُدْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {Muhammad} -yaitu Ibnu ‘Amru- dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Allah memanggil Jibril lalu mengutusnya ke surga, dan berfirman: ‘Lihatlah ke surga dan lihat apa yang telah Aku persiapkan bagi para penghinya, ‘ maka jibril kembali kepada Allah dan berkata ‘Dan demi kemuliaan-mu, tidaklah seseorang yang mendengar tentangnya kecuali ingin memasukinya, ‘ lalu surga ditutupi dengan hal hal yang dibenci, kemudian Allah berfirman: ‘Sekarang kembalilah ke surga dan lihat’ lalu Jibril kembali ke surga, (dan sekembalinya) dia berkata ‘Dan demi kemuliaan-Mu, aku kuatir tidak ada seorangpun yang bisa masuk kedalamnya.’ Lalu Allah mengutusnya ke neraka, dan befirman: ‘Pergilah ke neraka dan lihat apa yang telah Aku persiapkan untuk para penghuninya, ‘ lalu Jibril kembali kepada Allah dan berkata ‘Dan demi kemuliaan-Mu, tidak akan masuk ke dalamnya orang yang telah mendengar tentangnya.” Lalu neraka ditutupi dengan hal hal yang disukai oleh syahwat, kemudian Allah berfirman ‘Sekarang kembalilah dan lihatlah neraka, ‘ lalu Jibril kembali kepada Allah dan berkata ‘Dan demi kemuliaan-Mu, sungguhn aku kuatir, tidak akan ada yang tersisa seorang pun kecuali akan masuk ke dalamnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8507

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ أَبِي عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ الصُّبْحِ يَوْمًا فَأَتَى النِّسَاءَ فِي الْمَسْجِدِ فَوَقَفَ عَلَيْهِنَّ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَوَاقِصِ عُقُولٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِقُلُوبِ ذَوِي الْأَلْبَابِ مِنْكُنَّ فَإِنِّي قَدْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَتَقَرَّبْنَ إِلَى اللَّهِ مَا اسْتَطَعْتُنَّ وَكَانَ فِي النِّسَاءِ امْرَأَةُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فَأَتَتْ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فَأَخْبَرَتْهُ بِمَا سَمِعَتْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخَذَتْ حُلِيًّا لَهَا فَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَأَيْنَ تَذْهَبِينَ بِهَذَا الْحُلِيِّ فَقَالَتْ أَتَقَرَّبُ بِهِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولِهِ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ لَا يَجْعَلَنِي مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَ وَيْلَكِ هَلُمِّي فَتَصَدَّقِي بِهِ عَلَيَّ وَعَلَى وَلَدِي فَإِنَّا لَهُ مَوْضِعٌ فَقَالَتْ لَا وَاللَّهِ حَتَّى أَذْهَبَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَهَبَتْ تَسْتَأْذِنُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ زَيْنَبُ تَسْتَأْذِنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَيُّ الزَّيَانِبِ هِيَ فَقَالُوا امْرَأَةُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ ائْذَنُوا لَهَا فَدَخَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي سَمِعْتُ مِنْكَ مَقَالَةً فَرَجَعْتُ إِلَى ابْنِ مَسْعُودٍ فَحَدَّثْتُهُ وَأَخَذْتُ حُلِيًّا أَتَقَرَّبُ بِهِ إِلَى اللَّهِ وَإِلَيْكَ رَجَاءَ أَنْ لَا يَجْعَلَنِي اللَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَ لِي ابْنُ مَسْعُودٍ تَصَدَّقِي بِهِ عَلَيَّ وَعَلَى وَلَدِي فَإِنَّا لَهُ مَوْضِعٌ فَقُلْتُ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَصَدَّقِي بِهِ عَلَيْهِ وَعَلَى بَنِيهِ فَإِنَّهُمْ لَهُ مَوْضِعٌ ثُمَّ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَا سَمِعْتُ مِنْكَ حِينَ وَقَفْتَ عَلَيْنَا مَا رَأَيْتُ مِنْ نَوَاقِصِ عُقُولٍ قَطُّ وَلَا دِينٍ أَذْهَبَ بِقُلُوبِ ذَوِي الْأَلْبَابِ مِنْكُنَّ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعُقُولِنَا فَقَالَ أَمَّا مَا ذَكَرْتُ مِنْ نُقْصَانِ دِينِكُنَّ فَالْحَيْضَةُ الَّتِي تُصِيبُكُنَّ تَمْكُثُ إِحْدَاكُنَّ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَمْكُثَ لَا تُصَلِّي وَلَا تَصُومُ فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِكُنَّ وَأَمَّا مَا ذَكَرْتُ مِنْ نُقْصَانِ عُقُولِكُنَّ فَشَهَادَتُكُنَّ إِنَّمَا شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ نِصْفُ شَهَادَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} telah memberitakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} -yaitu Ibnu Abi ‘Amru- dari {Abu Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. ketika selesai dari shalat subuh beliau datang menuju para wanita di masjid, kemudian beliau berdiri di depan mereka seraya bersabda: “Wahai kaum wanita, aku tidak pernah melihat kurangnya akal dan agama yang hilang di hati orang-orang yang berakal selain kalian, sungguh aku melihat kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak pada hari kiamat, maka dekatkanlah diri kalian kepada Allah semampu kalian.” Dan pada waktu itu istri Abdullah bin Mas’ud berada di tengah-tengah mereka, lalu ia datang kepada Abdullah bin Mas’ud dan memberitahukan kepadanya tentang apa yang telah ia dengar dari Rasulullah saw., kemudian ia mengambil perhiasannya sehingga Ibnu Mas’ud bertanya kepadanya “Kamu ingin pergi ke mana dengan perhiasan ini?” ia menjawab “Aku ingin mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dan Rasul-Nya dengan perhiasan ini, semoga dengannya Allah tidak menjadikanku termasuk penghuni neraka.” Ibnu Mas’ud lalu berkata “Celaka kamu, bawalah kemari dan sedekahkan kepadaku dan anakku karena sesungguhnya kami berhak mendapatkannya, ” maka istrinya berkata “Demi Allah, tidak! tunggulah hingga aku membawanya kepada Nabi saw.” Lalu ia pun pergi memohon izin kepada Nabi saw. Lalu para sahabat berkata kepada Nabi saw. “Wahai Rasulullah, ini Zainab memohon izin kepada Tuan, ” beliau bersabda: “Zainab yang mana?” mereka berkata “Istri Abdullah bin Mas’ud, ” beliau bersabda: “Izinkan dia masuk.” Maka ia pun menemui Nabi saw. dan berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mendengar sabda Tuan, lalu aku pulang kepada Ibnu Mas’ud dan menceritakan hal itu kepadanya, kemudian aku mengambil perhiasanku untuk aku jadikan sebagai pendekatan (pengorbanan) kepada Allah dan Tuan, semoga Allah tidak menjadikanku termasuk penghuni neraka, lalu Ibnu Mas’ud berkata kepadaku ‘Sedekahkan perhiasan itu kepadaku dan anakku karena kami lebih berhak.’ maka aku pun berkata ‘Tunggulah hingga aku memohon izin kepada Nabi saw.” Maka Nabi saw. bersabda: “Sedekahkan perhiasan itu kepadanya dan anaknya karena mereka lebih berhak, ” kemudian ia berkata “Wahai Rasulullah, lalu bagaimana menurut Tuan dengan apa yang telah aku dengar dari Tuan ketika Tuan berdiri di depan kami seraya bersabda: “Aku tidak pernah melihat kurangnya akal dan agama yang hilang di hati orang-orang yang berakal selain kalian, ” ia berkata lagi “Lalu apa yang dimaksud dengan kurangnya akal dan agama kami?” maka beliau bersabda: “Adapun yang aku telah sebutkan tentang kurangnya agama kalian adalah haidh yang menimpa kalian, hingga membuat kalian berdiam diri yang sesuai dengan kehendak Allah lamanya, tidak shalat dan tidak berpuasa, maka itulah yang dimaksud dengan kurangnya agama kalian, sedangkan apa yang telah aku sebutkan tentang kurangnya akal kalian adalah bahwasanya kesaksian kalian setengah dari kesaksian (laki laki).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8508

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقْبِضُ اللَّهُ الْأَرْضَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Ishaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarak} dari {Yunus} daru {Az Zuhri} berkata telah menceritakan kepadaku {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Allah akan mengenggam bumi serta melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian berfirman “Akulah raja maka dimana para raja bumi?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8509

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي السَّمْحِ عَنِ ابْنِ حُجَيْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْحَمِيمَ لَيُصَبُّ عَلَى رُءُوسِهِمْ فَيَنْفُذُ الْجُمْجُمَةَ حَتَّى يَخْلُصَ إِلَى جَوْفِهِ فَيَسْلُتَ مَا فِي جَوْفِهِ حَتَّى يَمْرُقَ مِنْ قَدَمَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ibnul Mubarak} dari {Sa’id bin Zayid} dari {Abu As Samh} dari {Ibnu Hujairah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya air neraka akan dituangkan di atas kepala penghuni neraka, lalu melubangi tengkorak hingga sampai ke perutnya dan memutus apa saja yang ada di dalamnya sampai kemudian meluncur dengan cepat menembus kedua telapak kakinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8510

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَارَكٍ عَنْ وُهَيْبٍ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِغَزْوٍ مَاتَ عَلَى شُعْبَةِ نِفَاقٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarak} dari {Wuhaib} berkata telah mengabarkan kepadaku {Umar bin Muhammad bin Al Munkadir} dari {Sumay} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mati dan tidak pernah berperang, serta tidak berkeinginan dalam dirinya untuk berperang maka ia mati diatas cabang kemunafikan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8511

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَارَكٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ سَمِعْتُ سَعِيدًا الْمَقْبُرِيَّ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ احْتَبَسَ فَرَسًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِيمَانًا بِاللَّهِ وَتَصْدِيقًا لِمَوْعُودِهِ كَانَ شِبَعُهُ وَرِيُّهُ وَبَوْلُهُ وَرَوْثُهُ حَسَنَاتٍ فِي مِيزَانِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarak} dari {Thalhah bin Abi Sa’id} berkata aku mendengar {Sa’id Al Maqburi} menceritakan, bahwasanya ia mendengar {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menahan kudanya untuk ia gunakan berperang di jalan Allah dengan penuh iman kepada Allah dan berharap pahala dari-Nya serta sebagai bukti pembenaran terhadap apa yang telah di janjikan oleh-Nya, maka kenyang dan minumnya kuda tersebut, serta kencing dan kotorannya akan ditulis dalam timbangan amalnya sebagai kebaikan pada hari kiamat.”