Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8552

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَ بِالْمَوْتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَبْشًا أَمْلَحَ فَيُقَالُ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ تَعْرِفُونَ هَذَا فَيَطَّلِعُونَ خَائِفِينَ مُشْفِقِينَ قَالَ يَقُولُونَ نَعَمْ قَالَ ثُمَّ يُنَادَى أَهْلُ النَّارِ تَعْرِفُونَ هَذَا فَيَقُولُونَ نَعَمْ قَالَ فَيُذْبَحُ ثُمَّ يُقَالُ خُلُودٌ فِي الْجَنَّةِ وَخُلُودٌ فِي النَّارِحَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ زَادَ فِيهِ يُؤْتَى بِهِ عَلَى الصِّرَاطِ فَيُذْبَحُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari kiamat kematian akan dihadirkan dihadapan Allah dalam bentuk seekor domba, lalu akan dikatakan ‘Wahai penduduk surga, apakah kalian tahu ini apa? ‘ lalu mereka mengamati dengan perasaan takut dan kawatir, ” Rasulullah bersabda: “Mereka menjawab ‘Ya'” Rasulullah bersabda: “Lalu penduduk neraka diseru ‘Wahai penduduk neraka, apakah kalian tahu ini apa? ‘ maka mereka pun menjawab, “Ya.” Rasulullah bersabda: “Lalu domba itu disembelih, kemudian dikatakan ‘Kalian kekal di surga, dan kalian kekal di neraka.'” Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr} dari {‘Ashim} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} sebagaimana dalam hadits diatas, hanyasanya ia menambahkan “lalu kematian dihadirkan di shirath kemudian disembelih.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8553

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ أَنْبَأَنَا أَبُو حَصِينٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصَّدَقَةَ لَا تَحِلُّ لِغَنِيٍّ وَلَا لِذِي مِرَّةٍ سَوِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengabarkan kepadaku {Abu Bakr bin ‘Ayyasy} berkata telah memberitakan kepada kami {Abu Hashin} dari {Salim bin Abi Al Ja’d} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya sedekah tidak halal diberikan kepada orang kaya dan orang yang memiliki kekuatan dan sehat jasmaninya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8554

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ وَالْإِمَامُ ضَامِنٌ اللَّهُمَّ أَرْشِدْ الْأَئِمَّةَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isa} berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Abu Ishaq} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Seorang Mu’adzin itu dipercaya dan imam bertanggungjawab, ya Allah berilah kelurusan bagi para imam dan ampunilah para Mu’adzin.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8555

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَسِيدِ بْنِ أَبِي أَسِيدٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ عَبَّاسٍ مَوْلَى عَقِيلَةَ بِنْتِ طَلْقٍ الْغِفَارِيَّةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُحَلِّقَ حَبِيبَهُ حَلْقَةً مِنْ نَارٍ فَلْيَجْعَلْ لَهُ حَلْقَةً مِنْ ذَهَبٍ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُطَوِّقَ حَبِيبَهُ طَوْقًا مِنْ نَارٍ فَلْيُطَوِّقْهُ طَوْقًا مِنْ ذَهَبٍ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُسَوِّرَ حَبِيبَهُ سِوَارًا مِنْ نَارٍ فَلْيُسَوِّرْهُ سِوَارًا مِنْ ذَهَبٍ وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِالْفِضَّةِ فَالْعَبُوا بِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Asid bin Abu Asid} dari {Nafi’ bin ‘Abbas pelayan ‘Aqilah bin Thalq Al Ghifariah} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa suka kekasihnya dipakaikan anting melingkar dari api neraka maka hendaklah ia memakaikan padanya anting melingkar dari emas, dan barangsiapa suka kekasihnya dikalungkan dengan kalung dari api neraka maka hendaklah ia mengalungkan padanya kalung dari emas, dan barangsiapa suka kekasihnya dipakaikan gelang dari api neraka maka hendaklah ia memakaikan padanya gelang dari emas, akan tetapi hendaklah kalian menggunakannya dari perak, silahkan kalian bersenang senang dengannya, silahkan kalian bersenang dengannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8556

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ نَادَى مُنَادٍ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ لَا مَوْتَ فِيهِ وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ لَا مَوْتَ فِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Ibnu ‘Ajlan} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Jika penduduk surga telah masuk surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, maka akan berserulah penyeru ‘Wahai penghuni surga, kalian kekal dan tidak ada kematian di dalamnya. Wahai penghuni neraka kalian kekal dan tidak ada kematian di dalamnya.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8557

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ لَيْثٍ عَنْ الْجُلَاحِ أَبِي كَثِيرٍ عَنِ الْمُغِيرَةَ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ نَاسًا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا إِنَّا نَبْعُدُ فِي الْبَحْرِ وَلَا نَحْمِلُ مِنْ الْمَاءِ إِلَّا الْإِدَاوَةَ وَالْإِدَاوَتَيْنِ لِأَنَّا لَا نَجِدُ الصَّيْدَ حَتَّى نَبْعُدَ أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ قَالَ نَعَمْ فَإِنَّهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dari {Laits} dari {Al Julah Abu Katsir} dari {Al Mughirah bin Abu Burdah} dari {Abu Hurairah} berkata Sesungguhnya orang-orang mendatangi Nabi saw. seraya bertanya “Sesungguhnya kami berada jauh di lautan dan kami tidak membawa air kecuali hanya satu atau dua idawah saja (semacam bejana kecil dari kulit, pent), hal itu karena kami tidak mendapatkan buruan sehingga kami harus menjauh ke tengah, maka bolehkan jika kami berwudhu dengan air laut?” maka beliau menjawab: “Ya, sesungguhnya laut itu halal bangkainya dan suci airnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8558

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آدَمُ فَيُقَالُ هَذَا أَبُوكُمْ آدَمُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ فَيَقُولُ لَهُ رَبُّنَا أَخْرِجْ نَصِيبَ جَهَنَّمَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَكَمْ فَيَقُولُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِذَا أُخِذَ مِنَّا مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ فَمَاذَا يَبْقَى مِنَّا قَالَ إِنَّ أُمَّتِي فِي الْأُمَمِ كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Tsaur} dari {Abu Al Ghaits} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang pertama kali dipanggil pada hari kiamat adalah Adam, maka dikatakan ‘Ini adalah Adam bapak kalian, ‘ ia berkata ‘Wahai Tuhanku, aku telah memenuhi panggilan-Mu dan berbahagia dengan panggilan-Mu, ‘ maka kemudian Rabb kita berfirman kepadanya: ‘Ambillah bagian Jahannam dari keturunanmu, ‘ Adam berkata ‘Berapa wahai Tuhanku? ‘ Allah berfirman: ‘Keluarkan sembilan puluh sembilan dari setiap seratus.” maka kami bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika setiap seratus orang dari kami diambil sembilan puluh sembilan, maka apa lagi yang tersisa dari kita?.” beliau bersabda: “Sesungguhnya umatku seperti bulu putih pada sapi yang berwarna hitam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8559

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَهَلَّ رَمَضَانُ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Abu Suhail bin Malik} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika ramadhan telah datang maka pintu-pintu neraka ditutup, pintu-pintu surga dibuka dan setan-setan dibelenggu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8560

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Suhail} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, dan sesungguhnya setan tidak masuk ke dalam rumah yang dibacakan di dalamnya surat al Baqarah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8561

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي قَالَ لِنِسْوَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ لَا يَمُوتُ لِإِحْدَاكُنَّ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ فَتَحْتَسِبُهُ إِلَّا دَخَلَتْ الْجَنَّةَ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ أَوْ اثْنَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَوْ اثْنَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} dari {Suhail} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. -yaitu ketika berbicara kepada para wanita Anshar-: “Tidaklah salah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, lalu ia sabar dan mengharap pahala dari Allah, kecuali pasti ia akan masuk ke dalam surga.” Lalu berkatalah seorang wanita dari mereka “Bagimana jika dua orang saja?” Rasulullah bersabda: “Meskipun dua orang.”