Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8562
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Pada setiap sisi kota Madinah ada malaikat, Dajjal dan Tha’un tidak akan masuk ke dalamnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8563
قَالَ أَبِي وَبِهَذَا الْإِسْنَادِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَافَرْتُمْ فِي الْخَصِيبِ فَأَعْطُوا الْإِبِلَ حَظَّهَا مِنْ الْأَرْضِ وَإِذَا سَافَرْتُمْ فِي السَّنَةِ فَبَادِرُوا نِقْيَهَا وَإِذَا عَرَّسْتُمْ فَاجْتَنِبُوا الطُّرُقَ فَإِنَّهَا طُرُقُ الدَّوَابِّ وَمَأْوَى الْهَوَامِّ بِاللَّيْلِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} bapakku berkata dan dengan sanad ini, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian bersafar di tanah subur (banyak rumput) maka berikanlah unta haknya, dan jika kalian bersafar di tanah yang gersang dan kering, maka percepatlah perjalanan, dan jika kalian ingin berhenti istirahat (di malam hari) maka menjauhlah dari jalan, karena itu adalah tempat lewatnya binatang melata dan serangga yang berbahaya pada waktu malam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8564
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ ثَلَاثٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim tidak boleh mendiamkan saudara muslim lainnya lebih dari tiga (hari dan malam).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8565
قَالَ أَبِي وَبِهَذَا الْإِسْنَادِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ عَلَى نَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} bapakku berkata dan dengan sanad ini, bahwasannya Rasulullah saw. berdiri di gerombolan orang-orang yang sedang berhenti, lalu beliau bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian orang yang paling baik dari orang yang buruk di antara kalian?” beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya, sedangkan orang yang buruk dari kalian adalah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari keburukannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8566
بِهَذَا الْإِسْنَادِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجْتَمِعُ الْكَافِرُ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَدًا
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} Dan dengan sanad ini, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Selamanya tidak akan berkumpul di dalam neraka orang kafir dengan pembunuhnya (mukmin, pent).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8567
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْعَبْدَ يَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id}, telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Mudhar} dari {Yazid bin Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang dapat menyebabkannya masuk ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8568
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَذِهِ النَّارُ جُزْءٌ مِنْ مِائَةِ جُزْءٍ مِنْ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} dari {Suhail} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, Rasulullah saw. bersabda: “Api ini (api dunia) adalah satu bagian dari seratus bagian api Jahannam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8569
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ مَا تَقُولُونَ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ ذَاكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَاحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ الْهَادِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ لَمْ يَقُلْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id}, telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Mudhar} dari {Ibnul Had} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Bagaimana menurut kalian, jika ada sungai di depan pintu salah satu dari kalian hingga dia bisa mandi darinya setiap hari lima kali, bagaimana menurut kalian apakah masih tersisa sedikit kotoran di tubuhnya?” maka para sahabat menjawab: “tersisa sedikit kotoran di tubuhnya.” Rasulullah saw. bersabda: “Yang demikian itu seperti shalat lima waktu yang karenanya Allah menghapus dosa-dosa.” Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah}, telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa`ad} telah menceritakan kepada kami {Ibnul Had}, lalu ia menyebutkan seperti hadits di atas, hanya saja ia tidak berkata mendengar Nabi saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8570
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ أَرْبَعَةٌ وَسِتُّونَ بَابًا أَرْفَعُهَا وَأَعْلَاهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Mudhar} dari {Umarah bin Ghaziah} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Iman memiliki enam puluh delapan pintu, yang paling tinggi adalah perkataan LAA ILAAHA ILLA ALLAH, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8571
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلنَّاسِ أَحْسِنُوا صَلَاتَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ خَلْفِي كَمَا أَرَاكُمْ أَمَامِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} dari {Ibnu ‘Ajlan} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda kepada manusia: “Baguskanlah shalat kalian, sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari belakangku sebagaimana aku bisa melihat kalian dari depanku.”