Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8592

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو زُبَيْدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسَتَيْنِ وَعَنْ بَيْعَتَيْنِ فَأَمَّا اللُّبْسَتَانِ فَإِنَّهُ يَلْتَحِفُ فِي ثَوْبِهِ وَيُخْرِجُ شِقَّهُ أَوْ يَحْتَبِي بِثَوْبٍ وَاحِدٍ فَيُفْضِي بِفَرْجِهِ إِلَى السَّمَاءِ وَأَمَّا الْبَيْعَتَانِ فَالْمُلَامَسَةُ أَلْقِ إِلَيَّ وَأُلْقِ إِلَيْكَ وَأَلْقِ الْحَجَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi} berkata telah memberitakan kepada kami {Abu Zubaid} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. melarang dua cara berpakaian dan dua cara jual beli, adapun cara berpakaian adalah seorang membalut tubuhnya dengan kain dan mengeluarkan lengan bajunya (dengan memasukkan tangannya ke dalam baju), atau seorang berihtiba` dengan satu kainnya (duduk di atas pantatnya dengan mendekap dua lututnya ke dada) hingga tidak ada yang menutupi kemaluannya, sedang dua cara jual beli yang dilarang adalah jual beli mulamasah, yaitu jual beli dengan cara lemparkan kepadaku barangnya maka saya akan melemparkan barangku kepadamu, dan jual beli dengan cara lemparlah batu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8593

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو زُبَيْدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرَّتْ بِهِ جِنَازَةٌ سَأَلَهُمْ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَإِنْ قَالُوا نَعَمْ قَالَ تَرَكَ وَفَاءً فَإِنْ قَالُوا نَعَمْ صَلَّى عَلَيْهِ وَإِلَّا قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} berkata telah memberitakan kepada kami {Abu Zubaid} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Jika ada jenazah yang lewat, Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat: “apakah mayat tersebut mempunyai hutang” jika mereka mengatakan “Ya, ” maka beliau bertanya lagi: “Apakah meninggalkan uang pelunasan?” jika mereka menjawab “Ya” maka beliau menshalatinya, dan jika mereka menjawab tidak, maka beliau bersabda: “Shalatlah kalian untuk sahabat kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8594

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدٍ الزُّهْرِيُّ وَكَانَ مِنْ الْقَارَةِ وَهُوَ حَلِيفٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّهُمْ كَانُوا يَحْمِلُونَ اللَّبِنَ لِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُمْ قَالَ فَاسْتَقْبَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَارِضٌ لَبِنَةً عَلَى بَطْنِهِ فَظَنَنْتُ أَنَّهَا قَدْ شُقَّتْ عَلَيْهِ قُلْتُ نَاوِلْنِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ خُذْ غَيْرَهَا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَإِنَّهُ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Mashur} berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Abdu Az Zuhri} ———-dari {‘Amru bin Abi ‘Amru} dari {Ibnu bin Abdullah bin Hanthob} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya orang-orang membawa batu bata untuk membangun masjid dan Rasulullah saw. bersama mereka, Abu Hurairah berkata “Maka aku pun menemui Rasulullah saw., sedang beliau pada waktu itu sedang membawa batu bata dengan perutnya, aku merasa bahwa beliau merasa keberatan sehingga aku berkata “Berikanlah kepadaku wahai Rasulullah, ” beliau bersabda: “Ambillah yang lainnya wahai Abu Hurairah! karena sesungguhnya tidak ada kehidupan (yang badi dan bahagia) melainkan kehidupan akhirat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8595

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {Al Qa’qa’ bin Hakim} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Hanyasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8596

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَقُتَيْبَةُ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكَ السَّمْعَ وَالطَّاعَةَ فِي عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَوَقَالَ قُتَيْبَةُ الطَّاعَةُ وَلَمْ يَقُلْ السَّمْعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Manshur} dan {Qutaibah} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Abdurrahman} dari {Abu Hazim} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah kalian patuh dan taat dalam keadaan susah maupun lapang, suka maupun duka dan bahkan di atas kepentinganmu sekalipun.” Qutaibah menyebutkan dalam riwayatnya Ketaatan dan tidak disebutkan kata patuh.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8597

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عِيسَى بْنِ نُمَيْلَةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَسُئِلَ عَنْ أَكْلِ الْقُنْفُذِ فَتَلَا هَذِهِ الْآيَةَ{ قُلْ لَا أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا }إِلَى آخِرِ الْآيَةِ فَقَالَ شَيْخٌ عِنْدَهُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ خَبِيثٌ مِنْ الْخَبَائِثِفَقَالَ ابْنُ عُمَرَ إِنْ كَانَ قَالَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهُوَ كَمَا قَالَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Isa bin Numailah Al Fazari} dari {bapaknya}, dia berkata aku berada bersama Ibnu Umar lalu ia ditanya tentang hukum memakan landak, maka ia pun membacakan ayat: “Katakanlah: ‘Tiadalah Aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya” hingga akhir ayat. Maka {orang tua} yang bersamanya berkata Aku mendengar {Abu Hurairah} berkata Yang demikian itu telah ditanyakan kepada Nabi saw., maka beliau bersabda: “Dia adalah termasuk hewan yang menjijikan, ” maka Ibnu Umar berkata “Jika yang dikatakannya memang sabda Rasulullah saw. maka hukumnya seperti apa yang dikatan olehnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8598

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَبْرُكْ كَمَا يَبْرُكُ الْجَمَلُ وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ ثُمَّ رُكْبَتَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Mashur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Abdullah bin Al Hasan} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian sujud maka janganlah ia menderum sebagaimana menderumnya unta, dan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya dahulu kemudian kedua lututnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8599

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا عَلَى خَيْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Adalah Rasulullah saw. jika mengucapkan selamat atas orang yang menikah beliau saw. bersabda: “BAARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA ALA KHAIRIN (semoga Allah memberkahimu dan juga memberkahi istrimu serta mengumpulkan kalian berdua pada kebaikan).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8600

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Muhammad} darI {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. jika memberikan ucapan selamat kepada orang yang menikah beliau mengucapkan: “BAARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA ALA KHAIRIN (semoga Allah memberkahimu dan juga memberkahi istrimu serta mengumpulkan kalian berdua pada kebaikan).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8601

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَلْقَهُ كَتَبَ غَلَبَتْ أَوْ سَبَقَتْ رَحْمَتِي غَضَبِي فَهُوَ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Bahr} berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} dari {bapaknya} dari {Qatadah} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ketika Allah ‘azza wajalla menciptakan ciptaan-Nya Dia menulis: ‘Rahmat-Ku telah mengalahkan atau mendahului kemurkaan-Ku.’ dan ketetapan itu ada di sisi-Nya di atas Al ‘Arsy.”