Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8622

وَبِإِسْنَادِهِ قَالَوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي مَا قَعَدْتُ خِلَافَ سَرِيَّةٍ تَغْدُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَكِنْ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُهُمْ وَلَا يَجِدُونَ سَعَةً فَيَتْبَعُونِي وَلَا تَطِيبُ أَنْفُسُهُمْ أَنْ يَتَخَلَّفُوا بَعْدِي
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} dan dengan sanadnya, berkata Rasulullah saw. bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sekiranya tidak memberatkan umatku, sungguh aku tidak ingin duduk tertinggal dibelakang pasukan yang berperang di jalan Allah ‘azza wajalla, namun aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku bisa membawanya, dan mereka tidak mendapatkan kelapangan sehingga dapat ikut dengan aku, sedang hati mereka tidak nyaman bila harus tinggal dibelakangku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8623

قَالَوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنْ أَغْزُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلَ ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلَ ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلَ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk berperang di jalan Allah kemudian terbunuh, kemudian berperang kemudian terbunuh, kemudian berperang kemudian terbunuh.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8624

حَدَّثَنَا عَفَّانٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى وَتَنْفِي الْخَبَثَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sa’id bin Yasar} dari {Abu Hurairah} berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Aku diperintahkan untuk hijrah ke sebuah kampung yang akan menaklukkan kampung-kampung lainnya dan menyingkirkan keburukan sebagaimana api membersihkan karat pada besi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8625

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قِيلَ لَهُ مَا الْغِيبَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قَالَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنْ كَانَ فِي أَخِيكَ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau pernah ditanya “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ghibah (merumpi)?” maka beliau bersabda: “Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak suka, ” ia berkata “Wahai Rasulullah, apa pendapat tuan jika apa yang aku katakan ada pada dirnya?” beliau bersabda: “Jika yang kamu katakan ada padanya, maka engkau telah berbuat ghibah padanya, dan jika apa yang kamu katakan tidak ada padanya, maka engkau telah berbuat fitnah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8626

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَبِي عُثْمَانَأَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ فِي سَفَرٍ فَلَمَّا نَزَلُوا أَرْسَلُوا إِلَيْهِ وَهُوَ يُصَلِّي لِيَطْعَمَ فَقَالَ لِلرُّسُلِ إِنِّي صَائِمٌ فَلَمَّا وُضِعَ الطَّعَامُ وَكَادُوا يَفْرُغُونَ جَاءَ فَجَعَلَ يَأْكُلُ فَنَظَرَ الْقَوْمُ إِلَى رَسُولِهِمْ فَقَالَ مَا تَنْظُرُونَ قَدْ أَخْبَرَنِي أَنَّهُ صَائِمٌ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ صَدَقَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ فَقَدْ صُمْتُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَأَنَا مُفْطِرٌ فِي تَخْفِيفِ اللَّهِ وَصَائِمٌ فِي تَضْعِيفِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata telah menceritakan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Utsman} bahwasanya suatu ketika {Abu Hurairah} berada dalam sebuah perjalanan (bersama orang-orang), maka ketika mereka singggah di sebuah tempat mereka mengirimkan makanan kepada Abu Hurairah yang sedang shalat untuk ia santap, Abu Hurairah berkata kepada utusan tersebut “Sesungguhnya aku sedang berpuasa, ” maka ketika makanan itu diletakkan dan orang-orang telah hampir selesai dari makan ia datang dan memakan makanan tersebut, lalu orang-orang melihat utusan mereka, hingga ia berkata kepada mereka “Apa yang membuat kalian melihatku, sungguh Abu Hurairah telah mamberitahuku bahwa dia sedang berpuasa?.” Abu Hurairah berkata “Dia benar, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Puasa bulan ramadhan dan tiga hari dalam setiap bulan seperti puasa satu tahun, ” dan aku berbuka (dalam safar) karena ada keringanan dari Allah, dan ketika aku berpuasa (dalam safar) aku telah dibuat lemah oleh Allah ‘azza wajalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8627

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِ لُوطٍ{ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ }قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا بُعِثَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ إِلَّا فِي ثَرْوَةٍ مِنْ قَوْمِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. tentang ucapan Luth: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” Nabi saw. bersabda: “Dia berlindung kepada keluarga yang kuat yaitu kepada Allah ‘azza wajalla.” Nabi saw. bersabda: “Tidaklah ada seorang Nabi pun yang diutus sesudahnya kecuali dari golongan yang besar dari kaumnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8628

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنْ رَضِيَتْ فَلَهَا رِضَاهَا وَإِنْ كَرِهَتْ فَلَا جَوَازَ عَلَيْهَا يَعْنِي الْيَتِيمَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika ia ridha (untuk menikah) maka izinnya adalah keridhaannya, dan jika ia tidak suka maka tidak boleh dipaksa.” Yaitu anak yatim perempuan

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8629

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ صَاحِبُ الزِّيَادِيِّ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَشْهَدُ لَهُ ثَلَاثَةُ أَبْيَاتٍ مِنْ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ بِخَيْرٍ إِلَّا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ قَبِلْتُ شَهَادَةَ عِبَادِي عَلَى مَا عَلِمُوا وَغَفَرْتُ لَهُ مَا أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Mahdi bin Maimun} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} sahabat Az Ziyadi, dari {seorang syaikh penduduk Bashrah}, dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ‘azza wajalla, beliau bersabda: “Tidak ada seorang hamba yang mati kemudian dilayat dengan baik oleh tiga rumah dari tetangganya yang paling dekat, melainkan Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Aku telah menerima kesaksian hamba-hamba-Ku atas apa yang mereka ketahui, dan Aku mengampuninya dengan apa yang Aku ketahui.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8630

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ لَأَدْفَعَنَّ الرَّايَةَ إِلَى رَجُلٍ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَيْهِ قَالَ فَقَالَ عُمَرُ فَمَا أَحْبَبْتُ الْإِمَارَةَ قَبْلَ يَوْمَئِذٍ فَتَطَاوَلْتُ لَهَا وَاسْتَشْرَفْتُ رَجَاءَ أَنْ يَدْفَعَهَا إِلَيَّ فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ دَعَا عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ فَقَالَ قَاتِلْ وَلَا تَلْتَفِتْ حَتَّى يُفْتَحَ عَلَيْكَ فَسَارَ قَرِيبًا ثُمَّ نَادَى يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَامَ أُقَاتِلُ قَالَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ فَقَدْ مَنَعُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {Suhail} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda pada perang Khaibar: “Sungguh aku akan serahkan bendera kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah akan memenangkannya, ” Abu Hurairah berkata Maka Umar berkata “Aku tidak pernah menyukai kepemimpinan sebelum hari itu, aku berharap dan berangan-angan semoga beliau akan memberikannya kepadaku, ” maka setelah keesokan harinya beliau memanggil Ali ‘Alaihis Salam dan menyerahkan bendera kepadanya, lalu beliau bersabda: “Berperanglah dan jangan berpaling sehingga Allah memenangkan kamu, ” lalu ‘Ali berjalan pelan kemudian berseru “Wahai Rasulullah, atas dasar apa aku memerangi?” beliau bersabda: “Sehingga mereka mengucapkan ‘tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, dan Muhammad saw. adalah utusan Allah, jika mereka telah mengucapkannya maka telah terhalang dariku darah dan harta mereka kecuali dengan haknya, sedangkan hisabnya kembali kepada Allah ‘azza wajalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8631

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَحَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ayub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. memberikan kabar gembira kepada sahabatnya: “Telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang mana Allah mewajibkan kepada kalian puasanya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, setan-setan dibelenggu, dan pada bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa terhalang darinya sungguh ia telah terhalang dari kebaikan.” Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {Ayub} dengan sanad ini sebagaimana hadits diatas.