Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8642
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} -Ibnu Salamah- dari {Muhammad bin Ziyad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Seorang anak itu untuk pemilik tempat tidur (suami), dan bagi pezina adalah dilempar dengan batu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8643
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى الَّذِي يَجُرُّ إِزَارَهُ بَطَرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak melihat kepada orang yang menyeret sarungnya dengan rasa sombong (berlaku isbal).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8644
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَجْمَاءُ جُبَارٌ وَالْبِئْرُ جُبَارٌ وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ وَفِي الرِّكَازِ الْخُمْسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Binatang yang mati karena ditanduk adalah mati sia-sia, binatang yang mati karena terjatuh ke sumur adalah mati sia-sia, binatang yang terjebur ke dalam tempat penambangan adalah mati sia-sia, dan dan setiap harta yang terpendam zakatnya adalah seperlima.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8645
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اشْتَرَى شَاةً مُصَرَّاةً فَهُوَ بِالْخِيَارِ إِنْ شَاءَ رَدَّهَا وَصَاعًا مِنْ تَمْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Muhammad bin Ziyad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa membeli kambing yang musharrah maka ia bebas memilih jika berkehendak ia boleh mengembalikannya dengan disertakan satu sho` kurma.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8646
حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ وَعَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَزْنِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَغُلُّ حِينَ يَغُلُّ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ حِينَ يَنْتَهِبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَقَالَ عَطَاءٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً ذَاتَ شَرَفٍ وَهُوَ مُؤْمِنٌ قَالَ بَهْزٌ فَقِيلَ لَهُ قَالَ إِنَّهُ يُنْتَزَعُ مِنْهُ الْإِيمَانُ فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَقَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ قَتَادَةُ وَفِي حَدِيثِ عَطَاءٍ نُهْبَةً ذَاتَ شَرَفٍ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {‘Affan} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dan {‘Atho`} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Tidak disebut sebagai mukmin seorang pencuri ketika ia mencuri, tidaklah disebut sebagai mukmin seorang pezina ketika ia berzina, tidaklah disebut sebagai mukmin seorang peminum khamer ketika ia meminum khamer, tidaklah disebut sebagai mukmin seorang pencuri ghanimah ketika melakukannya, dan tidaklah disebut sebagai mukmin seorang perampok ketika ia merampok.” Dan ‘Atho` berkata dan tidak merampok {Bahz} berkata kemudian ditanyakan kepadanya, maka beliau bersabda: “Karena sesungguhnya imannya telah dicabut oleh Allah, jika ia bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya.” Dan {Affan} menyebutkan dalam riwayat haditsnya {Qatadah} berkata dalam hadits {‘Atho`} merampas pemilik kehormatan adalah seorang mukmin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8647
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ رَجُلًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., Bahwasanya beliau bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, tidaklah Allah menambah pada seorang laki-laki yang memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba bersifat tawadhu` kepada Allah kecuali Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajatnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8648
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ وَاللَّفْظِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قِيلَ لَهُ مَا الْغِيبَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قَالَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنْ كَانَ فِي أَخِيكَ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} Dan dengan sanad ini, dan lafadz dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau ditanya “Wahai Rasulullah, ghibah itu apa?” maka beliau bersabda: “Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai, ” ia berkata “Wahai Rasulullah, apa pendapat tuan jika apa yang aku katakan ada pada dirinya?” beliau bersabda: “Jika yang kamu katakan ada padanya, maka engkau telah berbuat ghibah padanya, dan jika apa yang kamu katakan tidak ada padanya, maka engkau telah memfitnahnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8649
حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ قَالُوا قَصُرَتْ الصَّلَاةُ قَالَ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ مَا سَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sa’d bin Ibrahim} bahwasanya ia mendengar {Abu Salamah} menceritakan dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Rasulullah saw. shalat zhuhur dua rakaat kemudian salam, para sahabat bertanya “Apakah shalatnya telah diringkas?” Abu Hurairah berkata “Lalu beliau berdiri dan shalat dua rakaat dan salam, kemudian setelah salam beliau sujud dengan dua sujud.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8650
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتُوا الصَّلَاةَ وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ فَصَلُّوا مَا أَدْرَكْتُمْ وَاقْضُوا مَا سَبَقَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sa’d bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Datangilah shalat dalam keadaan tenang, shalatlah apa-apa yang kalian dapati, dan sempurnakan apa yang kalian ketinggalan darinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8651
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنْ الْمَسَاجِدِ إِلَّا الْكَعْبَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepadaku {Sa’d bin Ibrahim} dari {Al Aghar} dari {Abu Hurairah}, Rasulullah saw. bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama seribu kali dari shalat di masjid selainnya kecuali shalat di Ka’bah.”